Awalnya mata korban memerah, namun kondisinya terus memburuk hingga perutnya terasa sangat sakit dan mengalami kejang-kejang.
Informasi ini disampaikan langsung oleh paman Korban bernama Hasim pada Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan informasi keluarga, korban sebelumnya berpesta miras bersama sejumlah rekannya dengan mengonsumsi campuran alkohol botolan dan serbuk minuman energi.
Sementara itu seorang warga bernama Cuneng mengatakan konsumsi miras oplosan telah lama menjadi kebiasaan, bahkan dianggap tradisi di kawasan Pasar Inpres Karang Anyar, Subang.