TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo berinovasi menghadirkan fasilitas yang ramah bagi semua kalangan.
Tak hanya menyediakan koleksi buku, perpustakaan daerah kini juga menjadi ruang produktif bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas hingga tempat nyaman bagi anak-anak bermain.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sukoharjo Iwan Setiyono mengatakan pihaknya telah melengkapi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area diskusi bagi mahasiswa di lantai dua gedung perpustakaan.
“Sudah kami coba dan kami lengkapi fasilitasnya. Kalau ada mahasiswa yang ingin diskusi atau mengerjakan tugas bersama, bisa memanfaatkan ruang di lantai dua,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Selain itu, untuk menunjang kenyamanan pengunjung, perpustakaan juga menyediakan fasilitas WiFi.
Meski kapasitasnya saat ini belum terlalu besar, pihaknya memastikan akan melakukan peningkatan secara bertahap.
“Kami pastikan kapasitas WiFi akan terus kami tingkatkan secara bertahap,” jelasnya.
Tak hanya itu, perpustakaan juga menghadirkan tempat penjualan minuman kopi yang mulai beroperasi dalam sepekan terakhir.
Fasilitas tersebut disediakan untuk mendukung kenyamanan pengunjung tanpa mengganggu aktivitas utama perpustakaan.
Baca juga: Mini Teater Perpustakaan Sukoharjo Berkapasitas 50 Penonton, Begini Cara Daftar Gratis Nonton Film
“Ada tempat jualan kopi untuk mendukung aktivitas pengunjung. Jadi kalau haus bisa langsung membeli, tetapi tetap tidak mengganggu suasana perpustakaan,” tambahnya.
Pantauan TribunSolo.com, di lantai satu gedung perpustakaan, selain deretan buku yang terpajang rapi, juga disediakan area bermain anak yang ramah dan aman.
Fasilitas tersebut memungkinkan anak-anak tetap nyaman saat berkunjung bersama orang tua.
Pantauan di lokasi, sejumlah anak terlihat asyik bermain di area yang telah disediakan.
Di sisi lain, mahasiswa maupun masyarakat umum tampak memanfaatkan fasilitas dengan membaca buku maupun mengerjakan tugas.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, Perpustakaan Sukoharjo diharapkan mampu menjadi ruang literasi yang inklusif, modern, dan nyaman bagi masyarakat. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)