Jakarta -
Kisah Devin Nur Faeyza, seorang bocah berusia 7 tahun asal Bogor, viral menjadi inspirasi dan perbincangan hangat di media sosial. Di usianya yang masih sangat muda, Devin harus menunjukkan ketangguhan luar biasa sebagai pejuang kanker darah atau leukemia.
Saat ini, Devin tengah berjuang menyelesaikan rangkaian prosedur perawatan medis yang panjang. Melalui unggahan di media sosial, perjuangannya tidak hanya memanen doa dari netizen, tetapi juga membantu mengedukasi masyarakat mengenai realitas kehidupan pasien kanker anak.
Diagnosis Sejak Usia 5 Tahun
Ayah Devin, Nurjayadih, menceritakan bahwa putranya pertama kali didiagnosis leukemia pada tahun 2024, saat Devin baru menginjak usia 5 tahun. Sejak saat itu, dunianya berubah dari taman bermain menjadi ruang-ruang perawatan rumah sakit.
"Yang dijalani itu kemoterapi. Kalau herbal paling daun kelor kadang direbusin. Total kemo yang harusnya dijalani itu 108 kali, terakhir sudah sampai ke-54, berarti tinggal 54 kali lagi," ungkap Nurjayadih kepada detikcom, Jumat (13/2/2026).
Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih di dalam tubuh. Penyakit ini bermula di sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi. Pada pasien leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal yang tidak berfungsi dengan baik dan justru menghambat pertumbuhan sel darah sehat lainnya.
Karena sel darah putih berfungsi sebagai pelindung tubuh dari infeksi, penderita leukemia sering kali mengalami penurunan sistem imun yang drastis. Gejalanya bisa berupa kelelahan ekstrem, memar tanpa sebab, hingga demam yang sering kambuh. Itulah sebabnya, perawatan seperti kemoterapi intensif sangat diperlukan untuk mematikan sel-sel kanker tersebut.
Harapan di Balik Ruang Kemoterapi
Devin harus menjalani perawatan yang panjang dan tidak mudah. Demi menjaga kondisi psikologis Devin, Nurjayadih menyebut dirinya berusaha membuat Devin terus senang selama menjalani pengobatan.
Dengan begini Devin bisa menjalani proses perawatan yang sangat panjang. Ia bersyukur pada saat ini kondisi Devin sudah jauh lebih stabil dengan menjalani perawatan rutin, karena di awal diagnosis kondisi Devin sempat menurun hingga harus masuk ruang perawatan intensif.
"Harapannya sih semoga Devin lancar terus kemonya, terus dia nggak kehilangan lagi temannya. Karena selama kemo, Devin juga kehilangan tujuh teman yang juga perawatan dan itu Devin belum tahu," tutur Nurjayadih penuh harap.
Meski sempat mengalami masa sulit di awal diagnosis, kondisi Devin dilaporkan sudah jauh lebih stabil. Keluarga berharap Devin bisa terus kuat menjalani sisa 54 sesi kemoterapi hingga nantinya dinyatakan remisi (bebas dari gejala kanker).
"Mudah-mudahan nggak ada lagi (teman yang meninggal). Soalnya, kan namanya anak kecil pasti bertanya, 'kok nggak ketemu lagi sih di rumah sakit', padahal biasanya ketemu," tutupnya.