TRIBUNJATIM.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang dipastikan akan tetap berjalan selama Ramadan 2026.
Pelaksanaan program MBG selama bulan puasa berbeda dibanding hari biasanya.
Sebab, MBG yang akan didistribusikan berupa makanan kering.
Sekretaris I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengatakan makanan ringan yang diberikan berupa buah, telur, susu kemasan, kacang hijau, maupun kue, dan lainnya.
Baca juga: Tinjau SPPG Kepanjen Malang, Menko Pangan Pastikan Layanan MBG Siap Selama Ramadan 2026
"Macam-macam, jadi tetap ada buahnya, tapi yang bukan basah seperti semangka, tapi rata-rata lebih jeruk, lengkeng, dan sebagainya," kata Mahila saat dikonfirmasi.
Sebagai contoh, Mahila menyebutkan satu paket MBG kering ada yang berisi donat, kacang kulit, kurma, buah jeruk, dan susu kotak.
Kemudian ada yang berisi kurma, kacang hijau, telur rebus, pisang, dan susu kotak.
Lalu ada yang berisi kue brownies, keripik tempe, telur rebus, dan apel.
Dirinya menyebutkan kandungan gizi pada MBG kering telah sesuai dengan penghitungan ahli gizi (nutrisionis).
Dipastikan menu MBG tidak mengambil snack atau makanan ringan yang dijual di pasar.
Sebisa mungkin, dalam hal ini pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengambil produk dari produsen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang takaran gizinya sudah sesuai.
"Jadi tidak kukis-kukis yang rata-rata dijual kan nilai nutrisinya sudah bisa dilihat dari situ ya, kemudian ada expired date-nya. Yang jelas saya kalau bilang merek bukan ciki-cikian lah ya," jelas Mahila yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang.
Sementara terkait skema pendistribusian MBG selama bulan Ramadan ini bisa dilakukan dua atau tiga hari sekali.
Namun ketika musim libur, pihak SPPG bisa menawarkan kepada sekolah kapan untuk didistribusikan.
Sedangkan dari total 233 SPPG yang rencananya dibangun di Kabupaten Malang, 185 di antaranya sudah beroperasi, 159 SPPG masih dalam proses running, dan 26 SPPG masih masa pembangunan.
Untuk penerima manfaat MBG targetnya sebanyak 698.855 penerima, namun yang sudah terealisasi sebanyak 341.156 penerima.
Mereka terdiri dari anak-anak sekolah SD, SMP, SMA sederajat, santri, serta B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD). (isn)