BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemandangan berbeda akan terlihat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, pada Sabtu sore (14/2/2026).
Sesuai jadwal, PSS Sleman menjamu Deltras FC pada lanjutan kompetisi Liga 2 Championship 2025-2026, yang memasuki putaran ke-3, pekan ke-19.
Semula, PSS Sleman dihukum Komite Displin (Komdis) PSSI berupa 4 laga kandang tanpa penonton dan denda Rp 15 juta.
Sanksi itu atas ulah sejumlah suporter yang membentang spanduk umpatan dan aksi penyemprotan alat pemadam api ringan (APAR) saat lawan Barito Putera, Sabtu malam (31/1/2026).
Baca juga: Jadwal Live Terbaru SinPo TV Setelah Perubahan Jam Laga PSS Sleman Vs Deltras dan SFC Vs Bekasi City
Tapi kemudian, manjemen tim berjulukan Super Elang Jawa (Elja) itu mengajukan banding ke Komite Banding PSSI.
Hasilnya, PSS Sleman dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa penggabungan tingkah laku buruk penonton.
Sanksi berupa penutupan sebagian stadion (Tribun Utara dan Tribun Selatan) selama 4 (empat) pertandingan kandang.
Pertandingan tetap dapat dihadiri penonton tanpa memakai dan membawa atribut PSS Sleman, serta denda sebesar Rp 60.000.000.
Perihal itu, kembali diingatkan PSS Sleman lewat akun Instagram @pssleman, Jumat malam (13/2/2026).
“Dalam surat resmi keputusan yang dikeluarkan Komite Banding PSSI, tertulis pula bahwa PSS Sleman mendapatkan sanksi 4 (empat) pertandingan saat menjadi tuan rumah (home) penonton tanpa memakai dan membawa atribut PSS Sleman,” tulis admin.
“Demi mematuhi sanksi yang sedang berlaku untuk tim PSS, maka Panpel PSS menghimbau untuk seluruh PSS Fans yang akan menyaksikan pertandingan pekan ke-19 (14/02) antara PSS dan Deltras FC tidak menggunakan atribut tim PSS Sleman,” sambungnya.
Imbauan itu pun direspons suporter pengikut akun tersebut dengan nada bercanda.
“tak batikan waee,” ucap akun @pss_kita.
“Nggo pecis ro sarung,” ujar akun @pangestuini.
“Info kostum cah? Sarungan+ kemeja putih peci ireng pie?” tanya akun @setiawan_ds11.
“Katok ireng, kemeja putih, gowo stopmap, macak pendaftar kerja,” cetus akun @
ari_wie.
Sementara itu, mengutip laman pssleman.id, Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan, putaran ketiga Grup Timur Pegadaian Championshiop 2025/2026 merupakan fase paling krusial dalam perjalanan tim musim ini.
Ketatnya persaingan di papan atas klasemen membuat setiap pertandingan memiliki arti penting dalam perebutan posisi puncak.
Menurut Huistra, Laskar Sembada harus mampu mengungguli para pesaing terdekat dalam perolehan poin jika ingin mengakhiri kompetisi di posisi pertama.
“Kami harus mendapatkan poin lebih banyak daripada Barito dan Persipura. Kami tertinggal satu poin, jadi situasinya sangat ketat,” ujarnya usai latihan sore di Lapangan Pakembinangun pada hari Kamis (12/2/2026).
“Akan ada pertandingan-pertandingan besar yang menentukan,” ucap pria asal Belanda itu.
Dia menekankan, selisih satu poin mencerminkan tipisnya margin persaingan.
Oleh karena itu, konsistensi performa dan fokus penuh di setiap pertandingan menjadi kunci agar PSS tetap berada dalam jalur perebutan gelar hingga akhir musim.
Menatap duel sengit lawan Deltas FC, Huistra mengingatkan tim untuk tidak terlena meski PSS belum terkalahkan dalam dua pertemuan sebelumnya.
Dia menilai Deltas tetap memiliki potensi ancaman, terutama melalui skema serangan balik cepat.
“Kami menghormati setiap lawan. Kami tahu Deltas berbahaya jika diberi ruang untuk melakukan serangan balik. Jadi kami harus memainkan permainan kami sendiri,” tutur Pieter Huistra.
Dia menyebut pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis akan memastikan seluruh pemain memahami pendekatan taktik yang harus dijalankan di lapangan.
Baginya, fondasi utama dalam menghadapi laga-laga penting adalah kepercayaan diri dan keyakinan terhadap kualitas tim sendiri.
“Kami selalu percaya pada diri kami sendiri, pada tim kami, dan pada para pemain. Itu yang paling penting,” tegas Huistra.
(Banjarmasinpost.co.id/mulyadi danu saputra/pssleman)