TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Sejumlah wilayah di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal terendam banjir akibat meluapnya sungai dari aliran Waduk Cacaban, Senin (16/2/2026).
Debit air mulai tinggi sejak dini hari.
Air menggenangi jalan dan masuk ke sejumlah rumah sekira pukul 04.00 WIB.
Satu di antaranya di lingkungan RT 18 RW 08, jalan pemukiman yang berada dekat sungai tertutup banjir.
Baca juga: Rasiwen Keluhkan Banjir Lumpur di Sumbang, Taj Yasin: Jika Merusak, Tambang Akan Dihentikan
Baca juga: Diyakini Bisa Bikin Tambah Stamina, Soto KTL Mbah Rukiyah Jadi Legenda Kuliner Pekalongan
Pantauan tribunbanyumas.com, air tampak mengalir layaknya di sungai namun tidak cepat.
Sejumlah warga tampak berada di depan rumah masing-masing, mereka tidak bisa beraktivitas.
Sebagian mencoba menghalau agar air tidak masuk ke rumah.
Sejumlah anak-anak tampak sudah sudah asyik berenang.
Seorang warga, Wati (33) mengatakan, lingkungannya menjadi langganan banjir saat hujan dengan intensitas terus mengguyur wilayah Kabupaten Tegal.
Banjir yang terjadi karena luapan air sungai aliran Waduk Cacaban.
Biasanya, saat Waduk Cacaban sudah penuh lalu bendungannya dibuka , maka wilayah desanya akan kebanjiran.
"Kalau airnya banyak gini, biasanya waduk buang airnya banyak," katanya.
Wati mengatakan, jika airnya sudah banyak, surutnya bisa sampai siang hari, bahkan sore hari.
Warga mau tidak mau, tidak bisa beraktivitas.
"Semoga segera ada bantuan untuk warga, seperti konsumsi. Karena kalau sudah seperti ini, susah aktivitasnya," ungkapnya. (fba)