TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menjelang Ramadhan 2026, tradisi padusan kembali semarak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Tercatat ada 11 umbul (mata air alami) yang jadi favorit warga untuk bersuci sebelum puasa Ramadhan 2026.
Beberapa yang paling populer antara lain Umbul Ponggok dan Umbul Sigedang, dengan air jernih dan suasana alami.
Baca juga: 4 Umbul di Boyolali Jateng, Tempat Favorit untuk Padusan, Ada Peceren di Pengging & Tlatar di Sambi
Selain sarat nilai religius, padusan di umbul-umbul ini juga menjadi ajang wisata dan tradisi tahunan masyarakat setempat.
Berikut daftar umbul di Klaten yang cocok untuk padusan:
Umbul Manten berlokasi di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Kedalaman umbul manten sekitar 1,5 meter.
Umbul ini masih terlihat asri dengan adanya pohon besar di sekitar kolam.
Tiket masuk ke Umbul Manten dikenakan biaya Rp 6.000 per orang.
Umbul Pelem Waterpark merupakan wahana permainan air yang sumbernya dari mata air alami.
Lokasi Umbul Pelem berada di Jalan Tegalgondo-Janti, Dukuh Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten.
Baru-baru ini Umbul Pelem menarik perhatian publik karena pengelolaan umbul yang baik mampu membuat warga desa bisa mendapatkan THR Rp 200.000 per orang.
Umbul Pelem menawarkan wahana air seru seperti seluncuran, flying fox, kolam terapi, dan sebagainya.
Tiket masuk Umbul Pelem berkisar Rp 10.000.
Umbul Ponggok berlokasi di Jalan Delanggu-Polanharjo, Ponggok, Klaten.
Kelebihan Umbul Ponggok yakni adanya spot foto Instagramable di dalam kolam.
Pengunjung bisa foto ala-ala menyelam di dalam lautan.
Meski dipenuhi ikan, air di Umbul Ponggok tidak berbau amis karena terus mengalir.
Lokasi Umbul Nilo berada di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.
Umbul Nilo memiliki luas sekitar 700 meter persegi dengan kedalaman 1,6 meter.
Air di Umbul Nilo sangat jernih hingga dasar kolam terlihat dari pinggiran.
Saat datang kemari, sebaiknya pengunjung berhati-hati karena dasar kolam terdiri dari pasir dan bebatuan.
Lokasi Umbul Sigedang berada di Umbulsari, Ponggok, Polanharjo, Klaten.
Awalnya, Umbul Sigedang hanya dipakai masyarakat sekitar untuk mandi dan cuci baju.
Namun, Umbul Sigedang kini dikembangkan sebagai obyek wisata yang menghadirkan kolam air yang jernih.
Umbul Cokro awalnya dikenal dengan nama Umbul Ingas karena letaknya di antara pohon ingas yang besar.
Pengunjung bisa menikmati beragam wahana seperti snorkeling, river tubing, ATV, dan sebagainya.
Kolam Umbul Cokro memiliki luas kisaran 15.000 meter persegi.
Masuk ke Umbul Cokro dikenakan biaya sebesar Rp 10.500 per orang.
Umbul Jolotundo berlokasi di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten.
Wisata Umbul Jolotundo memiliki luas sekitar 500 meter persegi.
Umbul Jolotundo memiliki tiga kolam renang dengan ukuran berbeda.
Umbul Gedaren berlokasi di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten.
Umbul ini selain untuk obyek wisata, penting untuk kehidupan masyarakat sehari-hari.
Masyarakat memanfaatkan air untuk mandi, mencuci, hingga mengairi sawah seluas 20 hektar.
Umbul Gedaren terdiri dari dua sumber mata air yakni umbul lanang (bagian barat) dan umbul wadon (bagian timur).
Umbul Besuki berada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Asrinya pepohonan, semakin membuat umbul ini menarik.
Umbul Besuki memiliki tiga kolam yakni untuk dewasa, anak-anak dan kolam terapi ikan.
Umbul Besuki dilengkapi dengan gazebo, warung makan, dan area outbound.
Harga tiket masuk Umbul Besuki yakni Rp 5.000 per orang.
Umbul Kroman berada di Kecamatan Jatinom, Klaten.
Dikutip dari Tribunnews, umbul ini masih sangat asri dan belum banyak bangunan yang dibangun di sekitar lokasi.
Umbul Kroman memiliki luas sekitar 50 meter persegi.
Umbul Susuhan berada di Manjungan, Ngawen, Klaten.
Dikutip dari DPMPTSP Klaten, Umbul Susuhan memiliki sumber air alam yang selalu mengalir
Umbul ini berada di bawah pohon beringin besar yang rindang dan sudah berumur ratusan tahun.
Air sumber Umbul Susuhan memasok empat kolam air yang dibangun terpisah.
Tiket masuk Umbul Susuhan skitar Rp 8.000.
(TribunNewsmaker.com/TribunSolo.com)