Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Hujan dengan intensitas tinggi memicu tanah longsor yang menyebabkan tiga tempat usaha terdampak di Dukuh Sanggrahan, Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Senin (16/2/2026).
"Ini akibat hujan yang sangat deras, maka terjadi tanah longsor," ujar Kepala Desa Demakijo, Ery Karyatno, kepada TribunSolo.com.
Terdapat tiga tempat usaha yang terdampak, yakni usaha pandai besi, warung sate kambing, dan warung soto ayam.
"Itu warung satenya Bu Mutmainah, soto itu milik Pak Murtopo, dan pandai besi punya Pak Min," jelasnya.
Ketiga bangunan tersebut terdampak kerusakan pada bagian belakang bangunan.
Tanah yang longsor turun ke dalam parit sungai di Dukuh Sanggrahan dekat jalan utama desa.
Dipaparkan, kedalaman parit sekitar 5 meter dengan panjang tanah longsor sekitar 10 meter.
Ery mengatakan bahwa sudah dilakukan asesmen oleh relawan desa dan TRC BPBD Klaten.
Salah satu pemilik usaha yang terdampak ialah pemilik warung sate kambing, Mutmainah (60).
Ia mengatakan saat kejadian masih berada di teras, dengan warung dalam keadaan tutup.
"Saya di emperan (depan), posisi warung saya masih terbuka pintunya. Memang hujan lebat, mau pulang tidak bisa," ujarnya.
Hingga tiba-tiba ia merasakan adanya tanah yang longsor pada bagian warung.
"Terus ada kejadian longsor ini, jadi saya melihat dan merasakan langsung," ucapnya.
Baca juga: Longsor di Jalur Jatinom-Boyolali, Bupati Klaten Hamenang Pastikan Penanganan Darurat Dilakukan
Tanah yang longsor pada bagian belakang warung juga menimbulkan suara.
"Ada suara grobyak, saya langsung lari ke luar," paparnya.
Ia melihat bagian belakang bangunan usaha rusak akibat longsor.
Pantauan TribunSolo.com, bagian belakang bangunan terlihat rusak.
Beberapa peralatan dapur dari warung ikut terbawa tanah longsor.
Pada bangunan, tembok juga terlihat mengalami retakan. (*)