TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser menyiapkan gebrakan baru menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.
Setelah meliburkan sementara kegiatan rutin Car Free Night (CFN), Disporapar melalui bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) akan menghadirkan Festival Ramadhan.
Festival ini adalah rangkaian kegiatan bernuansa Islami yang dikemas sebagai hiburan sekaligus wadah pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Baca juga: POPULER KALTIM: Kecelakaan Maut di KM 3,5 Balikpapan hingga Festival Ramadan di Paser
Festival Ramadhan direncanakan berlangsung selama 23 hari penuh di Komplek GOR Sadurengas, pusat aktivitas masyarakat Tanah Grogot.
Acara akan diisi dengan lomba, pertunjukan seni, bazar UMKM, hingga karnaval batik khas daerah.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporapar Paser, Wahab Syahranie, menjelaskan bahwa festival akan menghadirkan beragam lomba seperti:
Selain itu, festival juga menghadirkan Batik Karnaval, di mana peserta berjalan di atas karpet merah mengenakan busana batik khas daerah.
Acara ini direncanakan digelar menjelang akhir Ramadan atau bertepatan dengan malam takbiran agar suasana semakin semarak.
Baca juga: Kemenag Paser Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Ini Besaran Uang dan Fidyah Ramadan 1447 H
Festival Ramadhan tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Panitia mendata komunitas UMKM yang akan berpartisipasi dengan menjajakan kuliner dan kerajinan lokal.
Kehadiran UMKM diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas lokal.
“Pak Kadis ingin ada starting point yang bisa menggugah semangat masyarakat. Dana sudah disiapkan, tinggal bagaimana kita mengemas acara agar benar-benar berdampak,” ujar Wahab.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Senaken Paser Naik Jelang Ramadhan, Cabai Tiung Rp 90 Ribu per Kg
Disporapar menegaskan bahwa Festival Ramadhan merupakan bagian dari strategi pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Paser.
Dengan memadukan hiburan, budaya, dan peluang usaha, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
“Keberlanjutan program seperti Festival Ramadhan dan CFN sangat penting. Karena bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga cara kita menghidupkan perekonomian masyarakat sehingga roda ekonomi di Bumi Daya Taka terus bergerak,” pungkas Wahab. (*)