TRIBUNMANADO.CO.ID - BITUNG - Kondisi dua kolam renang yang unik di Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut), tak terawat.
Kolam renang ini terbilang unik, karena lokasinya tepat berada di bawah Jembatan Ranowulu Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400, di wilayah Danowudu, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Amatan wartawan TribunManado.co.id, Christian Wayongkere pada Selasa 17 Februari 2026, rumput liar di sekitar kolam nyaris menutup pandangan mata.
Tampak kolam berbentuk segi empat dan satunya lonjong variatif tak terisi air.
Sampah plastik nampak berada dalam petak kolam serta rumput liar mulai meringsek masuk ke area kolam.
Ada juga tanaman liar yang sudah masuk ke dua kolam tersebut.
Dari dua kolam renang ini, satu untuk orang dewasa dan berbentuk seperti kacamata selam dikhususkan bagi anak-anak.
Semenjak kolam ini ada beberapa tahun silam, belum dikelola dengan baik oleh pihak yang berwenang.
Padahal ada janji dari pihak terkait sesuai pengerjaan jalan tol ruas Manado Bitung selesai dibangun.
Kolam tersebut akan ditata dan dibuat menarik menjadi tempat refreshing warga.
Ke lokasi itu bisa dijangkau dari beberapa titik.
Pengunjung bisa datang dari Jembatan Ranowulu di Kelurahan Pinokalan, dan Perumahan Amazing Grace Aer Ujang, Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, Kota Bitung.
Jika ingin lebih nyaman, pengunjung bisa lewat Pinokalan karena bisa menggunakan kendaraan bermotor.
Dari Terminal Tipe A Tangkoko di Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, jaraknya 4,7 kilometer.
Menggunakan kendaraan bermotor, memakan waktu 11 menit.
Kalau dari Kantor Wali Kota Bitung di jalan Sam Ratulangi Bitung, berjarak 8,1 kilometer dapat di jangkau menggunakan kendaraan bermotor dalam waktu 16 menit.
Untuk masuk ke lokasi, saat ini masih gratis alias tidak berbayar.
"Sudah sejak satu sampai dua tahun terakhir ini, air di dalam kolam sudah kering," kata seorang pengunjung yang duduk-duduk bersama rekamnya di dekat area kolam renang tersebut, Selasa 17 Februari 2026.
Menurut lelaki ini, meski sudah kering dan tak terawat namun masih banyak yang datang ke sini.
Karena tak jauh dari lokasi dua kolam yang sudah kering tak ada air terjun di hutan adat Negeri Danowudu.
"Biasanya banyak yang datang kalau libur dan akhir pelan," tambahnya saat diwawancara Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere.
Saat diwawancara laki-laki itu malu identitasnya dicantumkan.
Sementara saat wawancara berlangsung cuaca cerah.
Terdengar suara hewan rie-rie di tengah hutan.
Rie-rie dalam bahasa Manado, Sulut adalah kumbang pohon (berbunyi nyaring) atau capung.
Selain itu kicauan burung juga terdengar merdu dari lokasi kolam renang dibawah jembatan Ranowulu, ruas jalan tol Manado Bitung.
Pengunjung juga bisa mendengar roda kendaraan yang melintas di jalan tol ruas Manado Bitung, dengan jelas.
Berikut sederet potretnya:
1. Kolam renang persegi panjang yang sudah terbengkalai di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi kolam tampak tak terawat. Lokasinya tepat berada di bawah Jembatan Ranowulu Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400, di wilayah Danowudu, Kecamatan Ranowulu.
2. Kolam renang lonjong variatif yang sudah terbengkalai di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi kolam tampak tak terawat. Lokasinya tepat berada di bawah Jembatan Ranowulu Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400, di wilayah Danowudu, Kecamatan Ranowulu.
3. Dua kolam renang unik yang sudah terbengkalai di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi kolam tampak tak terawat. Lokasinya tepat berada di bawah Jembatan Ranowulu Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400, di wilayah Danowudu, Kecamatan Ranowulu.
4. Foto kolam renang lonjong variatif yang sudah terbengkalai di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi kolam tampak tak terawat. Lokasinya tepat berada di bawah Jembatan Ranowulu Jalan Tol Manado Bitung kilometer 30/400, di wilayah Danowudu, Kecamatan Ranowulu.
(TribunManado.co.id/Crz)
Baca juga: Tarif Jalan Tol Direncanakan Akan Naik Lagi, Tapi Kondisi dan Layanan Jadi Sorotan