BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Intip daya pikat Gunung Hauk Balangan Kalsel hingga dalam dua hari 300 pendaki lakukan registrasi
Pada ketinggian 1235 mdpl di wilayah Kabupaten Balangan, belasan tenda berdiri menikmati pemandangan dari puncak Gunung Hauk, Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Senin (16/2/2026).
Para pendaki ini berangkat sehari sebelumnya dan menginap di puncak. Namun ada pula yang memilih pulang di hari yang sama atau istilah sekarang pendaki tektok.
Pendakian ke Gunung Hauk diperkirakan mencapai enam jam dari kaki gunung. Sehingga dibutuhkan stamina dan logistik yang cukup untuk sampai puncak.
Baca juga: Gelombang Tinggi dan Air Pasang Mengancam, BMKG Imbau Nelayan dan Warga Pesisir Waspada
Baca juga: Kelotok Wisata Bumdesma Daha Utara HSS Diresmikan, Wisatawan Diajak Susur Sungai Lihat Kerbau Rawa
Selain itu jalur yang mendekati puncak juga melewati trek pendakian bebatuan yang curam. Sehingga para pendaki dibantu menggunakan tali untuk mempermudah perjalanan.
Kendati bagi sebagian orang jalur ini cukup menantang, namun mereka tetap melewati jalur tersebut dan sampai di puncak gunung. Tentunya ini menjadi kepuasan tersendiri bagi para pendaki.
Gunung Hauk juga berhasil membuat para pendaki jatuh cinta. Hal itulah yang diutarakan oleh Andi Winanda, pendaki Gunung Hauk dari Paringin, Kabupaten Balangan.
"Setiap kali kesini, selalu memberikan kesan yang berbeda. Tapi waktu pertama kali kesini, saya langsung jatuh cinta," kata Andi.
"Karena ada pemandangan yang tidak didapat di gunung lain, sepeti Batu Kingkong dan Kayu Habang yang dilewati di jalur pendakian," tambahnya.
Andi sudah cukup berpengalaman dalam pendakian ke Gunung Hauk. Ia bahkan sering bertemu dengan pendaki tektok yang mendaki hanya dua sampai tiga jam karena beban logistik yang ringan.
Sementara pendaki yang camping membutuhkan waktu lima sampai enam jam untuk sampai ke puncak.
Andi juga sering memperhatikan perkembangan jalur pendakian beserta para pendaki sejak ia sering ke Gunung Hauk.
Menurutnya, kini para pendaki sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak meninggalkan sampahnya dan turut menjaga kebersihan. Selain itu pengelolaannya juga tertata.
Ia pun berharap para pendaki selalu memperhatikan kebersihan untuk tidak membuang sampah saat pendakian serta penting untuk melakukan manajemen perjalanan.
Di lain sisi, pendakian ke Gunung Hauk nampak diminati. Pasalnya merujuk data dari Pokdarwis setempat, dalam dua hari, lebih 300 pendaki melakukan registrasi di meja pendaftaran atau pintu masuk menuju Gunung Hauk yakni di Batu Ajung.
Tarif masuk untuk pendakian dibandrol Rp 25 ribu perorang. Kemudian parkir sepeda motor Rp 10.000.
Gunung Hauk dengan Segenap Pesonanya:
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Gunung Hauk:
Lokasi & Ketinggian: Terletak di Desa Ajung, Kec. Tebing Tinggi, Kab. Balangan, Kalimantan Selatan, dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl).
6 Tips agar Tidak Tersesat Saat Mendaki Gunung, Jangan Panik
Mendaki gunung atau bukit termasuk aktivitas yang seru nan menantang, terlebih untuk pemula.
Selain medan yang berat, faktor cuaca, fisik yang kurang siap, dan perbekalan yang kurang, hal lain yang bisa jadi masalah saat mendaki adalah ketika seorang pendaki tersesat atau terpisah dari rombongannya.
Kendati demikian, janganlah panik. Berikut beberapa tips supaya tidak tersesat saat pendakian, menurut anggota Badan Pendidikan dan Latihan Ekspedisi Atap Borneo dan Maloko Gopala Valentara FH Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2024, Bagas Pandu Wrandini.
1. Mendaki minimal tiga orang
Jika masih pemula dan belum punya pengalaman mendaki, ada baiknya membawa serta teman atau tergabung dalam suatu grup pendakian agar lebih aman.
Adapun jumlah pendaki dianjurkan minimal tiga orang.
2. Rute yang ditempuh
Jika ingin mencoba mendaki gunung, pastikan memilih jalur yang sudah familiar, atau setidaknya gunung tersebut sudah banyak didaki orang lain.
Mendaki gunung yang sudah didaki banyak orang bisa mengurangi risiko tersesat di tengah perjalanan.
3. Perhatikan bawaan
Selain tenda, sleeping bag, senter, jas hujan, dan alat masak, barang-barang lain yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung adalah peta, kompas, dan GPS yang bisa mengunduh peta gunung secara offline (luring).
4. Lakukan koordinasi
Umumnya saat pendakian gunung, terdapat formasi tersendiri guna memperkecil kemungkinan seorang pendaki tersesat atau terpisah dari grup.
"Diurutkan sesuai kemampuan, misal kalau formasi tiga orang (paling minimal), orang pertama (leader) yang paling hafal medan perjalanan, orang di tengah yang paling awam atau paling pemula, orang terakhir (sweeper) yang memang kemampuan fisiknya paling kuat," jelas Bagas kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2024).
5. Jangan panik
Jika ternyata kamu tersesat dan terpisah dari grup pendaki, usahakan jangan panik dan tenangkan pikiran.
"Jangan panik dan jangan segera turun, balik ke jalur pendakian yang awal, misal tadi ke (titik) A tiba- tiba ke (titik) Z, cari arah menuju jalur A.
Kalau sudah gelap jangan ke mana-mana, lebih baik tunggu saat sudah pagi. Bisa juga cari tempat tinggi kayak manjat pohon buat cari bantuan.
6. Cari informasi
Sebelum memulai pendakian, ada baiknya kamu mencari informasi terlebih dahulu mengenai gunung yang akan didaki.
Selain itu, cari informasi mengenai jalur, cuaca, dan medan menuju gunung tersebut.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti/kompas.com)