POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebuah tenda gazebo berwarna putih berdiri kokoh di tepian Jalan Jenderal Sudirman, Perawas, Tanjungpandan pada, Rabu (18/2/2026). Lapak ini menjadi pemandangan mencolok bagi para pengendara yang melintas di jalan raya tersebut. 

Di tengah arus kendaraan yang lalu lalang, keberadaan gerai ini seolah menjadi oase. Tempat ini hadir untuk warga yang mencari kudapan praktis, namun harganya terjangkau.

Daya tarik utama gerai ini langsung terlihat dari kejauhan melalui spanduk hijau dengan tulisan kuning menyala.

Bertuliskan Jajanan Serba 10.000 yang kontras dengan warna tenda seolah menjadi magnet bagi siapapun yang melintas untuk sejenak menepikan kendaraannya.

Meski cuaca pada hari ini nampak mendung menyelimuti wilayah Perawas, aktivitas di gerai yang dikenal dengan nama Lapak Bekalku ini sama sekali tidak surut. 

Para pembeli nampak datang bergantian tanpa henti. Kedatangan mereka menciptakan suasana transaksi yang cepat namun tetap ramah di pinggir jalan raya.

Penataan gerai terbilang cukup efisien dengan menggunakan meja yang disusun membentuk huruf L. Susunan ini memudahkan para pekerja untuk menjangkau seluruh stok makanan sekaligus melayani pembayaran pelanggan dalam satu jangkauan tangan.

Di atas meja tersebut, berjejer rapi berbagai pilihan makanan dan minuman yang sudah dikemas praktis menggunakan kemasan sekali pakai. Konsep ini sengaja diambil agar para pembeli, yang mayoritas adalah pengendara, tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kudapannya.

Dina Lorenza (22), satu di antara penjaga lapak yang sudah berpengalaman selama empat tahun di Lapak Bekalku. Ia begitu gesit melayani setiap permintaan pelanggan yang berdatangan.

Dengan senyum yang tetap terjaga, Dina menjelaskan bahwa ritme kerja di gerai ini memang menuntut konsentrasi tinggi. Hal karena posisinya yang berada tepat di jalur utama.

"Kalau hari Jumat dan Sabtu itu biasanya paling ramai, karena banyak orang yang pulang dari senam pagi atau anak-anak sekolah yang mampir ke sini," ujarnya.

Bagi Dina, melayani ratusan pelanggan dalam sehari sudah menjadi rutinitas yang ia nikmati selama bertahun-tahun.

Walaupun lokasinya berada di area terbuka dan terpapar langsung dengan debu jalanan serta suara bising kendaraan, kebersihan produk di Lapak Bekalku tetap menjadi prioritas. Setiap item makanan dipastikan tertutup rapat dalam kemasan plastik jernih yang memperlihatkan kesegaran isinya.

Menu yang ditawarkan cukup variatif untuk harga serba sepuluh ribu rupiah, mulai dari makanan siap saji yang mengenyangkan hingga aneka minuman segar yang menggugah selera.

Keberagaman menu ini membuat Lapak Bekalku memiliki pelanggan setia dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja proyek hingga pegawai kantoran.

Menariknya, Lapak Bekalku di lokasi Perawas ini merupakan unit usaha yang tergolong masih sangat muda karena baru mulai beroperasi pada bulan Desember tahun lalu. Dalam waktu singkat, kehadirannya telah menjadi fenomena tersendiri di kalangan pemburu kuliner murah di Tanjungpandan.

Momentum Ramadan yang diperkirakan jatuh pada lusa menjadi babak baru yang sangat dinantikan oleh tim Lapak Bekalku. Ini akan menjadi pengalaman pertama mereka menghadapi musim puncak perburuan takjil di lokasi strategis tersebut.

"Kami sudah mulai mempersiapkan fisik dan mental, karena biasanya kalau puasa, permintaan takjil seperti es akan membludak," ucapnya.

Persiapan stok pun mulai dihitung dengan cermat agar tidak ada pelanggan yang kecewa karena kehabisan.

Kehadiran UMKM seperti Lapak Bekalku ini membuktikan bahwa konsep sederhana dengan harga merakyat tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah fluktuasi harga bahan pangan, kepastian harga sepuluh ribu rupiah menjadi sandaran bagi warga untuk tetap bisa menikmati jajanan berkualitas.

Dina berharap agar kedepan Lapak Bekalku bisa terus berkembang dan semakin sukses. Semangat pekerja muda seperti Dina inilah yang menjadi roda penggerak utama UMKM lokal untuk terus bertahan dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Lapak Bekalku bukan sekadar tempat transaksi makanan, melainkan potret nyata kegigihan pekerja mengisi energi sebelum memulai aktivitas mereka di luar sana.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Baca Lebih Lanjut
Hati-hati Pengendara di Puncak Bogor, Kini Sudah Ada Kamera ETLE yang Siap Tilang Pelanggar
Vivi Febrianti
Tabrak Truk Tronton Mogok di Jalan Tjilik Riwut Km 15 Palangka Raya, Gadis 19 Tahun Tewas di Tempat
Sri Mariati
Waspada, Jalan Raya Puncak Bogor Diselimuti Kabut Tebal, Jarak Pandang Terbatas
Tsaniyah Faidah
Teguran Dedi Mulyadi untuk Pedagang yang Dirikan Lapak di Trotoar, Sang Gubernur Singgung Soal Kedzaliman
Widy Hastuti Chasanah
Polisi Sebut Cairan yang Dipakai 3 Pelajar Siram Siswa SMK di Cempaka Putih Jakpus Bukan Air Keras
Irwan Wahyu Kintoko
Harga Kebutuhan Pokok Kamis 12 Februari 2026: Ayam Potong Tembus Rp75 Ribu, Beras Super Rp19.500
Rezi Azwar
Pedagang pernak-pernik Imlek di Jalan Pancoran Raya kosongkan lokasi
Antaranews
Celukan Angkot di Alun-Alun Kota Bogor Kini Ditutup Dishub, Sopir Kembali Ngetem di Pinggir Jalan
Khairunnisa
Pentingnya Fokus dalam Menganalisa Kondisi Jalan
Siti Fatimah
Kebakaran Lahan Kosong di Ruas Jalan Hang Tuah Batam Ganggu Jarak Pandang Pengendara 
Septyan Mulia Rohman