POS-KUPANG.COM- Aksi tak terpuji dilakukan suporter saat Bali United selaku tuan rumah melawan Persija Jakarta pada pekan ke 21 Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, pada Minggu 15 Februari 2026 malam.

Aksi berupa penyalaan flare dan kembang api oleh suporter itu berlangsung menit-menit krusial setelah Bali United kebobolan 1-0.

Terhadap aksi tak terpuji itu Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen mengungkapkan rasa kecewanya.

Johnny Jansen menilai aksi tersebut mematikan momentum kebangkitan Bali United sebagai tuan rumah untuk bisa menyamakan kedudukan bahkan bisa meraih kemenangan.

Pada laga ini Bali United harus menyerah atas tim tamu Persija Jakarta melalui gol tunggal dari Gustavo Almeida menit ke 8' babak pertama.

Baca juga: Tim Bali United U16 Jadi Pembeda di Ajang Turnamen Internasional Usia Muda di Malaysia

Situasi ini membuat wasit utama harus menghentikan laga sementara lima menit terakhir waktu normal.

Walaupun agak kecewa, pelatih asal Belanda ini  menghargai loyalitas dan niat suporter untuk merayakan ulang tahun klub namun momennya sangat tidak tepat.

"Sangat penting untuk merayakan hari ulang tahun. Kita selalu bisa berdiskusi kapan momen terbaik untuk melakukannya".

"Mereka memilih melakukannya di akhir pertandingan, yang mana itu adalah momen saat kami sedang menekan lawan," ujar Jansen.

Akibat gangguan tersebut, wasit memberikan tambahan waktu yang cukup panjang, yakni 12 menit. Namun, bagi Jansen, waktu tersebut tetap tidak cukup untuk mengganti momentum yang sudah terlanjur hilang. 

Ia bahkan melontarkan pertanyaan retoris yang menggambarkan betapa besarnya gangguan yang terjadi apakah perpanjangan waktu seharusnya mencapai 30 menit untuk benar-benar mengompensasi jeda pertandingan.

Baca juga: Bali United Terperosok ke 10 Besar Klasemen Usai Ditekuk Persija Jakarta di Gianyar

"Tapi begitulah adanya, mereka berhak merayakannya. Kita tadi mendapatkan tambahan waktu 12 menit".

"Tapi mungkin ada pertanyaan yang lebih baik: Seharusnya berapa banyak waktu tambahan yang kita dapatkan? Apakah 12 menit atau 30 menit?" katanya.

Selain aksi flare, jagat media sosial juga diramaikan  dugaan perusakan fasilitas tribun stadion oleh oknum suporter yang kecewa.

Ulah suporter berupa aksi vandalisme ini menambah daftar hitam pada malam perayaan yang seharusnya indah justru terancam sanksi dari Komdis PSSI.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Bali United yang kini tercatat tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir. (*)

Baca Lebih Lanjut
Bali United Kontra Persija Jakarta, Joao Ferrari Siap Amankan Barisan Pertahanan
Edi Hayong
Bali United Target Menang di Laga Kandang Hadapi Persija di Momen HUT ke 11
Edi Hayong
Jelang Laga Bali United vs Persija Jakarta, Polisi Gelar Sweeping Alkohol
Putu Dewi Adi Damayanthi
Bali United Terperosok ke 10 Besar Klasemen Usai Ditekuk Persija Jakarta di Gianyar
Edi Hayong
Bali United dan Persija Jakarta Bakal Tampil Tanpa Kekuatan Penuh, Ini Alasannya
Edi Hayong
Bali United ungkap pemain kurang fit jelang jamu Persija
Antaranews
Jelang Hadapi Bali United, Ricky Nelson Sebut Pemain Anyar Persija Dalam Kondisi Fit dan Siap Tampil
Adi Suhendi
Bali United Vs Persija Jakarta: Head to Head, Mauricio Souza Diultimatum The Jakmania
Ferdinand Waskita Suryacahya
Persija Digeruduk The Jakmania Jelang Tandang Lawan Bali United, Maucio Souza Dibanjiri Desakan Ini
Yonatan Krisna
Sosok Penting Milik Bali United yang Nyaring Didesak Out Semeton Dewata setelah Dipermalukan Persija
Adisaputro