TRIBUNJATIM.COM - Inilah pengakuan Badi soal mantan istrinya, Norida Akmal Ayob seorang wanita Malaysia.
Selain itu adapula pengakuan tetangga soal tabiat Norida.
Norida belakangan viral karena dipulangkan dari Lombok Tengah ke Malaysia karena hidup susah.
Norida mengaku hidup dalam kemiskinan setelah menikah dengan Badi warga asal Desa Ubung, Lombok Tengah.
Ia juga disebut ditelantarakn selama 18 tahun.
Baca juga: 18 Tahun Jadi Tukang Sapu di Indonesia, Norida Wanita Malaysia Kini Dipulangkan, Suami Nikah Lagi
Terkait pengakuan Norida itu, Badi angkat bicara.
Badi menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah informasi yang keliru dan tidak berdasar.
Badi menyatakan bahwa selama 18 tahun masa pernikahan mereka, ia selalu bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan Norida. Bahkan setelah mereka resmi bercerai sekitar satu tahun delapan bulan yang lalu, yakni pada tahun 2023. Badi mengaku tetap memberikan nafkah selama Norida masih menetap di Lombok.
“Selama saya nikah sama Norida Akmal ini 18 tahun itu enggak pernah saya terlantarkan. Jadi setelah saya cerai kemarin itu pun masih saya yang bertanggungjawab selagi dia masih di sini,” ucap Badi saat ditemui di kediamannya, Selasa (17/2/2026), melansir dari TribunLombok.
Ia juga menambahkan bahwa setiap kali ia pergi bekerja, ia selalu menitipkan uang melalui anak-anaknya.
“Kalau masalah terlantarkan selama 18 tahun, itu bohong namanya,” tegasnya.
Badi juga menepis kabar yang menyebutkan Norida sempat bekerja sebagai tukang sapu jalanan untuk menyambung hidup.
Menurutnya, selama hidup bersamanya, Norida sepenuhnya berperan sebagai ibu rumah tangga karena ia sendiri yang melarang istrinya untuk bekerja agar bisa fokus mengurus anak-anak.
Terkait status legalitasnya, Badi menjelaskan bahwa Norida awalnya masuk ke Indonesia secara legal menggunakan paspor.
Namun, seiring berjalannya waktu dan masa berlaku paspor yang habis, Badi membantu mengurus pembuatan KTP agar Norida sah menjadi warga negara Indonesia.
Pasangan ini memiliki dua orang anak, satu perempuan yang lahir di Malaysia dan satu laki-laki yang lahir di Indonesia.
Sebelum menetap di Lombok pada tahun 2012, mereka sempat merantau dan tinggal di Sumatera Selatan selama kurang lebih 10 tahun.
Mengenai proses pemulangan Norida ke Malaysia oleh Disnakertrans NTB, Badi mengungkapkan bahwa sebenarnya ia telah berjanji untuk mengantar sendiri mantan istrinya tersebut.
Namun, ada pihak yang tidak setuju, sehingga Norida akhirnya mengurus kepulangannya sendiri dengan uang ongkos yang diberikan oleh Badi.
Badi mengaku merasa sangat sedih dan terpukul dengan narasi yang beredar luas di media sosial yang menyudutkan dirinya tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
Ia merasa seolah-olah dirinya telah lepas tangan, padahal ia merasa tetap menjalankan tanggung jawabnya.
“Sebenarnya sedih ya Pak ya, dengan cerita yang kayak gini, cerita yang enggak benar. Seolah-olah saya ini enggak benar jadinya dengan cerita-cerita yang beredar di sosial media ini,” ungkap Badi dengan nada kecewa.
Meski merasa difitnah, ia memilih untuk berserah diri. "Saya minta maaf kalau memang itu takdir bagi saya ya sudah saya terima. Mungkin Tuhan aja yang tahu,” tutupnya.
Fakta baru muncul dari salah seorang tetangga pasangan tersebut, Wahyuni, yang memberikan gambaran mengenai keseharian mereka.
Menurut Wahyuni, Norida dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga di sekitar tempat tinggalnya.
Sehari-hari, ia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.
“Iya, dia jarang bersosialisasi dengan masyarakat. Yang saya tahu, dia lebih suka di rumah saja,” ungkap Wahyuni saat ditemui TribunLombok.com, Selasa (17/2/2026).
Mengenai isu yang menyebutkan Norida bekerja sebagai tukang sapu selama belasan tahun, Wahyuni mengaku tidak mengetahui detail tersebut secara pasti.
Namun, ia mengetahui Norida pernah bekerja di Lesehan Bale Bambu yang berlokasi di Desa Bonjeruk, pasca-perceraiannya dengan sang suami.
“Setahu saya dia pernah kerja di Pasar Bambu (Lesehan Bale Bambu). Itu mungkin setelah dia bercerai,” tambahnya.
Wahyuni sendiri mengaku baru mengetahui kabar penelantaran ini setelah ramai diperbincangkan di media sosial.