Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kasus kematian santri di pondok pesantren Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, bermula dari saling ejek antara korban dan pelaku perihal nama orang tua dan dijodoh-jodohkan dengan teman perempuan.

Insiden terjadi pada Sabtu (14/2/2026) di ruang kelas pondok pesantren.

Menurut polisi, pertengkaran bermula dari saling ejek antara korban dan pelaku.

"Masalahnya terlibat saling ejek nama orang tua dan dijodoh-jodohkan dengan teman perempuan," jelas Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, Rabu (18/2/2026).

Dari insiden tersebut, menjadi pedoman polisi untuk menetapkan seorang anak berusia 11 tahun sebagai pelaku atas meninggalnya DRP (11), teman sekelasnya.

"Dari serangkaian penyidikan penyelidikan, saat ini kita sudah menetapkan anak sebagai pelaku, satu orang," kata Iptu Agung.

PROSES EKSHUMASI - Ekshumasi makam santri salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, DRP (9) yang meninggal dunia dengan kondisi janggal, Selasa (17/2/2026). Pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP.
PROSES EKSHUMASI - Ekshumasi makam santri salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, DRP (9) yang meninggal dunia dengan kondisi janggal, Selasa (17/2/2026). Pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Perkelahian semakin memanas hingga terjadi aksi fisik.

Korban sempat dijegal hingga terjatuh, dan kepalanya membentur lantai.

Tindakan Kekerasan Lanjutan

Saat korban terduduk, pelaku berinisial R (11) menindih tubuh korban, memegang leher, dan mendorongnya.

Tindakan ini berlangsung meski ada tiga siswa lain yang menyaksikan.

Beberapa di antaranya sempat mencoba melerai pertengkaran.

"Kekerasan itu mengakibatkan luka yang cukup fatal," kata Kasatreskrim.

Polisi menegaskan, tindakan tersebut diduga kuat menjadi penyebab meninggalnya korban.

Baca juga: Kasus Meninggalnya Siswa di Bulukerto Wonogiri, Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Bui

Kondisi Korban dan Pertolongan Medis

Setelah kejadian, DRP mengeluh pusing dan muntah sebanyak tiga kali.

Pihak sekolah segera membawa korban ke klinik.

Namun, saat dibawa ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.

"Meninggal dalam perjalanan, sampai rumah sakit sudah meninggal dunia," terang Iptu Agung Sedewo.

Baca juga: Anak Meninggal di Lingkungan Ponpes Bulukerto Wonogiri Bukan Santri, Tapi Siswa SD di Yayasan Serupa

Kemudian, pada Minggu Pagi, 15 Februari 2026, ayah korban tiba dari luar daerah dan mendapatkan informasi mengenai kondisi jenazah anaknya sebelum dimakamkan.

Keluarga mendapat laporan bahwa jenazah sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, serta ditemukan bercak darah pada peti jenazah.

Karena mencium adanya kejanggalan, pihak keluarga melapor ke pihak kepolisian agar penyebab kematian diusut tuntas.

Polres Wonogiri bersama Polsek Bulukerto melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) di Makam Prayan, Dusun Ngelo, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, untuk keperluan otopsi, Selasa, 17 Februari 2026.

(*)

 

Baca Lebih Lanjut
Kasus Kematian Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri, Anak 11 Tahun Jadi Pelaku, Berawal dari Saling Ejek
Listusista Anggeng Rasmi
Kasus Meninggalnya Siswa di Bulukerto Wonogiri, Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Bui
Vincentius Jyestha Candraditya
BREAKING NEWS : Polisi Tetapkan Anak 11 Tahun Jadi Pelaku Kematian Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri
Putradi Pamungkas
Masuk Angin atau Kekerasan? Polisi Ungkap Penyebab Siswa Meninggal di Ponpes Bulukerto Wonogiri
Putradi Pamungkas
Santri Meninggal di Bulukerto Wonogiri, Polisi Sebut Ada Indikasi Kekerasan Fisik ke Korban
Vincentius Jyestha Candraditya
Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri Meninggal, Keluarga Ungkap Korban Pernah Curhat Ditendang Teman
Putradi Pamungkas
Kasus Kematian Santri di Bulukerto Wonogiri, Polisi Sebut Mulut Korban Berbusa dan Keluarkan Darah
Vincentius Jyestha Candraditya
Fakta Baru Kematian Santri di Bulukerto Wonogiri: 10 Saksi Diperiksa, Barang Bukti Diamankan
Vincentius Jyestha Candraditya
Jodoh Belum Terlihat, Begini Reaksi Santai Fuji An saat Disinggung soal Pasangan
Ines Noviadzani
Duduk Perkara Pasutri Diusir Dari Rumahnya Meski Punya SHM, Ngaku Lapor Polisi Malah Diminta Damai
Putra Dewangga Candra Seta