TRIBUN-TIMUR.COM - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Perolehan tersebut meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year), setelah memperhitungkan dampak penerapan PSAK 338.

Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, menyebut kenaikan laba didorong penurunan biaya kredit yang berkelanjutan, pertumbuhan penyaluran kredit, serta peningkatan dana pihak ketiga dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

“Sepanjang 2025, Danamon mengimplementasikan prioritas strategis dengan baik sehingga menghasilkan pertumbuhan intermediasi dan profitabilitas dengan kualitas aset terjaga,” ujarnya via Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja FY 2025, Kamis, (19/2/2026) via Microsoft Teams.

Per 31 Desember 2025, total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp212,7 triliun, tumbuh 9 persen year-on-year.

Pertumbuhan ditopang:

Kredit Enterprise Banking and Financial Institution tumbuh 14 persen.

Consumer Banking tumbuh 10 persen.

SME Banking tumbuh 7 persen.

Adira Finance tumbuh 2 persen.

Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16 persen menjadi Rp176,9 triliun.

Simpanan giro dan tabungan (CASA) naik 18 persen menjadi Rp75,2 triliun.

Pendapatan operasional konsolidasian tercatat Rp21,6 triliun atau naik 5 persen.

Pendapatan non-bunga tumbuh 9 persen menjadi Rp3,7 triliun, dengan pendapatan tresuri melonjak 64 persen.

PPOP mencapai Rp9,6 triliun atau tumbuh 4 persen.

Biaya kredit turun 10 persen, sehingga laba bersih naik menjadi Rp4,0 triliun.

Net Interest Margin (NIM) tercatat 7,7 persen.

Dari sisi kualitas aset:

LAR coverage ratio naik menjadi 54,9 persen

Rasio LAR membaik ke 8,3 persen

NPL coverage ratio 280,7 persen

NPL bruto turun menjadi 1,7 persen

Likuiditas dan permodalan juga kuat:

LCR 158,9 persen

NSFR 117,9 persen

KPMM 25,4 persen

Ekosistem dan Digital Banking

Di ekosistem otomotif, pembiayaan kolaborasi dengan Adira Finance melalui KPM Prima tumbuh 41 persen menjadi Rp2,1 triliun.

Pada ekosistem haji dan umrah, jumlah mitra biro perjalanan naik 31 persen dan jumlah rekening tumbuh 43 persen.

Di sektor pendidikan, Danamon bermitra dengan lebih dari 120 institusi. 

Jumlah rekening tumbuh 27 persen dan penghimpunan dana naik 26 persen.

Transaksi D-Bank PRO naik 35 persen dengan nilai transaksi tumbuh 29 persen.

Danamon Cash Connect mencatat pertumbuhan transaksi 11 persen dan nilai transaksi naik 16 persen.

Sepanjang 2025, Danamon mentransformasi 27 kantor cabang sehingga total 120 cabang telah bertransformasi sejak 2022.

Pada Juli 2025, Danamon mendapat persetujuan OJK sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) dari Konglomerasi Keuangan MUFG di Indonesia.

Per 31 Desember 2025, anggota KK MUFG di Indonesia terdiri dari:

-Danamon

-Adira Finance

-PT Home Credit Indonesia

Danamon juga menyediakan Garuda Fund senilai US$100 juta untuk pendanaan startup, serta menjadi limited partner Japan Thematic Fund dengan komitmen hingga US$100 juta.. (*)

Baca Lebih Lanjut
Bank Danamon masih kaji untuk ekspansi bisnis Paylater
Antaranews
BCA Digital Paparkan Kinerja 2025, Laba Bersih Tumbuh Hingga 98%
Ida Bagus Artha Kusuma
Laba bersih Pegadaian melonjak 42,6 persen jadi Rp8,34 triliun di 2025
Antaranews
Investasi Emas di Kalimantan Meningkat, Pegadaian Catat Laba Bersih Rp 8,34 Triliun di 2025
Amelia Mutia Rachmah
Pegadaian Catatkan Laba Rp 8,34 Triliun, Kelolaan Bank Emas Capai 33,7 Ton
Nina Soraya
Bank Mandiri bidik kredit 7-9 persen, belum ada niat revisi ke atas
Antaranews
Laba Melonjak 68 Persen, Koperasi Amanah Riau Kepri Perkuat Kinerja dan Layanan
Sesri
IIMS Jakarta 2026: Wujudkan Kendaraan Impianmu dengan Program Spesial dari Danamon dan Adira Finance
Sponsored Content
OCBC Syariah catat lonjakan volume gramasi emas yang dikelola di 2025
Antaranews
Kinerja Jasa Keuangan di Banten Awal 2026 Tumbuh Melambat, Perbankan jadi Penopang 
Abdul Rosid