TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta memastikan kuota penonton untuk laga kandang perdana malam hari di BRI Super League 2025/2026 dibatasi sebanyak 6.000 orang. 

Jumlah itu berkurang 3.000 penonton dibanding laga kandang terakhir yang dibuka sekitar 9.000 kuota.

Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji, mengatakan pembatasan kuota tersebut merupakan hasil koordinasi dan rekomendasi dari pihak Kepolisian.

“Untuk pelaksanaan pertandingan besok, kami diberikan kepercayaan dengan dukungan penonton di kisaran 6.000 dari pihak Kepolisian,” ujar Wendy, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, proses perizinan telah rampung dan Panpel sudah mengantongi rekomendasi dari Polda DIY. 

Pihaknya pun berterima kasih karena suporter tetap diperbolehkan hadir langsung di Stadion Sultan Agung (SSA).

Wendy mengungkapkan, hingga Sabtu siang, penjualan tiket prajual sudah mencapai sekitar 40–45 persen.

Panpel berharap tiket bisa terjual habis dan pertandingan berjalan lancar tanpa catatan pelanggaran.

“Yang terpenting bagi kami adalah pelaksanaan bisa berjalan aman, lancar, dan kondusif. Mudah-mudahan bisa sold out,” katanya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Puasa Kemenangan di Empat Laga Terakhir, Ze Valente Ikut Buka Suara

Pengalaman Pertama

Pertandingan melawan Bali United akan menjadi pengalaman pertama PSIM Yogyakarta menggelar laga kandang malam hari musim ini. 

Kick-off dijadwalkan pukul 20.30 WIB dengan open gate mulai pukul 19.00 WIB.

Menurut Wendy, pembatasan kuota 6.000 penonton juga mempertimbangkan evaluasi risiko laga malam.

Terlebih pada pertandingan sebelumnya sempat terjadi insiden di luar stadion yang berujung sanksi denda dari Komite Disiplin.

“Ini pertandingan pertama malam hari, jadi kita belum tahu case-nya seperti apa. Kepolisian tentu punya pertimbangan, apalagi sebelumnya ada beberapa kejadian di luar stadion yang bersinggungan dengan warga,” jelasnya.

Ke depan, jumlah penonton berpeluang dievaluasi kembali apabila pelaksanaan laga malam berjalan aman dan fasilitas stadion dinilai memadai.

Pembenahan dan Pengamanan

Panpel memastikan sejumlah pembenahan sudah dilakukan di Stadion Sultan Agung.

Penerangan stadion telah ditingkatkan sesuai standar operator liga, serta terdapat tambahan sekitar 20 titik lampu di area parkir demi menunjang keamanan dan kenyamanan penonton.

Apel pengamanan dijadwalkan pukul 17.00 WIB, dilanjutkan buka puasa bersama antara Panpel dan aparat Kepolisian.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan berbagai stakeholder dan wadah suporter.

Wendy turut mengimbau suporter menjaga ketertiban, terutama karena pertandingan berlangsung di bulan Ramadan bertepatan dengan waktu salat Isya dan Tarawih warga sekitar.

“Kami berharap kedatangan dan kepulangan suporter tidak mengganggu warga sekitar. Mari kita jaga kamtibmas di Bantul dan DIY,” tegasnya.

PSIM Yogyakarta dijadwalkan menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam.

Laga ini menjadi ujian awal pelaksanaan pertandingan malam bagi Laskar Mataram dengan kuota terbatas 6.000 penonton. (*)

Baca Lebih Lanjut
PSIM Yogyakarta Kena Denda Rp40 Juta Akibat Insiden Petasan di Luar Hotel
Muhammad Fatoni
PSIM Yogyakarta Puasa Kemenangan di Empat Laga Terakhir, Ze Valente Ikut Buka Suara
Muhammad Fatoni
Laga Perdana Sriwijaya FC vs FC Bekasi City Tanpa Penonton, Loyalitas Suporter Jadi Senjata Rahasia
Abdul Hafiz Sripo
Franco Ramos Kian Konsisten, Jadi Pemimpin Baru di Lini Belakang PSIM Yogyakarta
Yoseph Hary W
Jalani Debut, Bek Asing Anyar PSIM Yogyakarta Akui Sudah Lama Pantau Kompetisi Indonesia
Muhammad Fatoni
Sosok Rp 6,52 Miliar PSIM Yogyakarta yang Didesak Out Brajamusti setelah Imbang Vs Persik Kediri
Lailatun Niqmah
Laga Proliga 2026 Bojonegoro Terhenti Akibat Atap GOR Bocor, Penonton Kecewa
Cak Sur
Poin Penuh Harga Mati, Milo Janji Persis Solo Bermain Menyerang Saat Jamu PSBS Biak
Putradi Pamungkas
Sosok Rp 6,95 Miliar Pemain Asing PSIM Yogyakarta Gagal Debut di Super League 2025/2026
Lailatun Niqmah
PSIM Yogyakarta Tunda Pembelian Bus Pemain, Liana Tasno Beberkan Alasannya
Muhammad Fatoni