TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang remaja di Lapangan Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, yang sempat viral di media sosial TikTok akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.


Polresta Banyumas memfasilitasi mediasi antara pihak korban dan terduga pelaku. 


Dari hasil pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum.


Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah video dugaan pemukulan tersebut beredar di media sosial.


Jajaran Polsek Pekuncen bersama unit terkait segera melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi korban serta pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.


"Setelah video tersebut beredar, kami segera melakukan klarifikasi sekaligus memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik," ujar Petrus kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (22/2/2026).


Dari hasil pendalaman yang dilakukan kepolisian, insiden tersebut melibatkan seorang pelajar berinisial KKA yang diduga mengalami pemukulan di bagian belakang kepala saat berada di lokasi bersama rekannya.

Baca juga: Mokel Siang Hari Saat Puasa Jadi Pemicu Remaja di Banyumas Dianiaya Akamsi


Untuk mencegah konflik berkepanjangan, polisi kemudian memfasilitasi proses mediasi dengan menghadirkan orang tua dari kedua pihak serta perangkat desa setempat.


"Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan," jelasnya.


Dalam mediasi tersebut, korban juga menyatakan tidak akan melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum.


Kesepakatan damai itu kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bersama sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak agar persoalan tersebut tidak kembali muncul di kemudian hari.


Kapolresta Banyumas juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di ruang digital.


Selain itu, masyarakat diharapkan mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif. 


Peristiwa itu dipicu karena dua remaja kedapatan makan saat siang hari di bulan Ramadan (mokel). 


Saat sedang makan di lapangan desa, mereka dihampiri sekelompok remaja setempat dan salah satu korban dipukul di bagian belakang kepala.


Polisi membenarkan kejadian tersebut dan telah melakukan penyelidikan terhadap para pelaku. 


Kasus ini akhirnya diselesaikan melalui restorative justice karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus pelajar dan berusia muda. (jti) 

 

Baca Lebih Lanjut
Viral Remaja di Banyumas Dipukul Gara-gara Mokel Puasa di Lapangan
Daniel Ari Purnomo
Dua Guru Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Dugaan Pemukulan Siswa SLB di Belitung Timur
Ardhina Trisila Sakti
LIVE UPDATE: Gelar Perkara Ibu Bunuh Anaknya yang Autis, Viral Kisah Cinta Beda 23 Tahun di Magetan
Tribun-video
Satreskrim Polres Belitung Timur Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Pemukulan Siswa SLB
Ardhina Trisila Sakti
Prakiraan Cuaca Banyumas, Jumat 20 Februari 2026: Sebagian Besar Hujan Sedang
Yurika NendriNovianingsih
Viral Dikira Begal, Remaja di Bondowoso Ternyata Terjatuh di Jalan Gelap dan Berlubang
Tim TribunTrends
Prakiraan Cuaca Banyumas, Senin 16 Februari 2026: Hujan Ringan dan Sedang
Facundo Chrysnha Pradipha
Prakiraan Cuaca Banyumas, Minggu 22 Februari 2026: Sebagian Besar Hujan Sedang
Facundo Chrysnha Pradipha
Polisi Tangkap 5 Remaja Tawuran Bersajam di Lubuklinggau, Orangtua Diminta Buat Surat Perjanjian
Shinta Dwi Anggraini
Pencuri HP di Desa Letawa Pasangkayu Kembalikan Ponsel Kurang dari 24 Jam Setelah Viral
Nurhadi Hasbi