TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah sorotan publik atas kematian tragis seorang bocah berusia 12 tahun di Sukabumi, suara bantahan akhirnya muncul dari pihak yang paling disorot.
Perempuan berinisial TR, yang merupakan ibu tiri dari almarhum NS (12), angkat bicara menepis tudingan kejam yang selama ini diarahkan kepadanya.
Melalui keterangan suara yang disampaikan kepada Kompas.com, TR menyatakan dirinya tidak pernah melakukan tindakan penyiraman air panas maupun memaksa korban meminum air panas, seperti yang ramai dituduhkan warganet.
Baca juga: Gelagat Ibu Tiri Diungkap Suami, Sering Hantam Nizam Saat Bertengkar dengan Kakak Tiri Hingga Lebam
Dengan nada lirih dan penuh kepasrahan, TR mengungkapkan harapannya agar kebenaran kelak terungkap. Ia menyebut bahwa tuduhan yang beredar telah menggambarkannya sebagai sosok yang kejam, sesuatu yang menurutnya jauh dari kenyataan.
"Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan oleh para netizen. Netizen itu memang yang mahabenar segalanya, tetapi kan tidak seperti itu sebenarnya, bukan kaya begitu," kata NS dalam keterangan voice-nya saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Sabtu (21/2/2026) malam.
Menanggapi temuan luka melepuh di tubuh korban, TR memberikan penjelasan versinya. Ia mengklaim bahwa kondisi tersebut bukan akibat kekerasan, melainkan dipicu oleh faktor lain yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan panas yang dialami korban.
"Terkait penyiraman yang kaya gitu, itu tidak benar dan tidak ada, jujur itu kalaupun ada kulit yang melepuh (pada NS), itu faktor dari panas dalam gitu, terus akibat (ada dugaan penyakit yang diderita NS), jadi tidak ada yang namanya penyiraman air panas, ataupun minum air panas tidak pernah ada, saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," lanjut TR.
TR juga mengungkap bahwa dirinya telah merawat NS sejak korban masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.
Pernyataan ini disampaikannya untuk menegaskan bahwa hubungan mereka, menurut versinya, tidak seperti yang kini digambarkan publik.
Kini, di tengah badai tuduhan dan proses hukum yang berjalan, TR mengaku hanya bisa berserah diri.
Baca juga: Kesaksian Pilu Bocah Sukabumi Sebelum Tiada, Pembelaan Ibu Tiri Telah Merawat NS Sejak Kelas 3 SD
Di akhir pernyataannya, TR kembali menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Ia memilih menyerahkan segalanya pada proses waktu dan penegakan hukum.
"Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya," ujar TR.
Hasil otopsi awal menunjukkan adanya luka bakar di sekujur tubuh korban, termasuk lengan, kaki, paha, tangan, punggung, serta area bibir dan hidung.
Baca juga: Ayah Bocah yang Diduga Disiksa Ibu Tiri Ungkap Fakta Soal Ibu Kandung, Masih Hidup, Sudah Nikah Lagi
Meski demikian, dokter forensik belum dapat memastikan apakah luka-luka tersebut sepenuhnya disebabkan oleh penganiayaan.
Dugaan sementara menyebut adanya paparan panas, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Saat ini, tim dokter forensik masih menantikan hasil uji laboratorium terhadap sampel paru-paru dan jantung korban. Pemeriksaan tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar 5 hingga 7 hari.
Di tengah derasnya opini publik dan kemarahan warganet, kasus kematian NS masih menyisakan tanda tanya besar. Bantahan dari sang ibu tiri berhadapan langsung dengan temuan medis yang terus didalami.
Satu hal yang kini menjadi penentu: hasil laboratorium dan proses hukum yang akan menjawab, apakah tragedi ini murni akibat kondisi medis, atau menyimpan kisah kekerasan yang lebih gelap.
***
(TribunTrends/Kompas)