TRIBUNSUMSEL.COM - Tiga pegawai SPBU menjadi korban korban penganiayaan yang dilakukan diduga oknum polisi di Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu, (22/2/2026), sekitar pukul 22.24 WIB.

Ketiga pegawai SPBU yang menjadi korban yakni, Lukman Hakim (19) dipukul di bagian rahang kanan, korban Khairul Anam ditampar, sementara korban Abud Mahbudin (28) dipukul sebanyak tiga kali hingga satu gigi depannya patah.

Adapun motif penganiayaan itu ialah pelaku marah lantaran tidak diizinkan mengisi bahan bakar bersubsidi oleh karyawan SPBU.

Mukhlisin (38), staf SPBU, menyebut peristiwa kekerasan itu berawal ketika pelaku yang merupakan penumpang mobil mewah akan mengisi bahan bakar bersubsidi menggunakan barcode atau kode batang untuk kendaraan berbeda.

"Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan gambar di mesin EDC tersebut. peraturannya nopol (nomor polisi) sama mobil harus sesuai," ujar Mukhlisin, Senin, (23/2/2026), dikutip dari Tribun Jakarta.

Staf SPBU, Mukhlisin (38) saat memberi keterangan terkait kasus penganiayaan
MUKHLISIN STAF SPBU - Staf SPBU, Mukhlisin (38) saat memberi keterangan terkait kasus penganiayaan dialami tiga rekannya, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA

Menurut Mukhlisin, petugas SPBU sudah menjelaskan prosedur yang berlaku. Petugas juga mengarahkan pelaku agar beralih mengisi mobil yang dikemudikan dengan bahan bakar nonsubsidi.

Namun, pelaku menolaknya dan malah mengucapkan makian kepada karyawan.

Di samping itu, dia menganiaya karyawan dengan cara memukul karyawan dan menarik seragamnya hingga robek.

Baca juga: Profil Sudarto, Dirut LPDP yang Proses Sanksi Suami Dwi Sasetyaningtyas Imbas Tak Mau Anak jadi WNI

Ketiga korban penganiayaan bernama Lukmanul Hakim (operator yang bertugas), Khairul Anam (staf SPBU), dan Mahbudin (petugas operator berusaha melerai keributan).

"Khairul Anam itu (terkena) tamparan di pipi. Terus yang Lukman itu (dipukul) di rahang sebelah kanan. Terus yang Mahbud (dipukul) di bawah mata sama di pipi, jadi giginya itu oblak," kata Mukhlisin.

Mukhlisin menduga pelaku adalah seorang polisi karena sempat mengklaim bahwa kendaraan yang dibawanya milik jenderal. Pelaku juga menyebut jabatan kapolda.

Adapun saat peristiwa terjadi, pelaku tidak mengenakan pakaian polisi. Lalu, pelat nomor kendaraan digunakan bukan operasional dinas sebagaimana digunakan aparat ketika bertugas.

Selain itu, ketika kejadian berlangsung, terdapat sopir, penumpang atau pelaku, dan seorang wanita. Sopir dan wanita berada di tempat kejadian perkara (TKP), tetapi tidak turut menganiaya.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut 'ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya "Kapolda" gitu. Ada narasi, ada kata-kata Kapolda ketika dia membentak-bentak," tutur Mukhlisin.

Atas kejadian dialami ketiga korban sudah membuat laporan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pulogadung, kasusnya dalam penyelidikan jajaran Unit Reskrim.

Sementara terkait dugaan bahwa pelaku merupakan anggota Polri, Kapolsek Pulogadung Kompol Suroto mengatakan pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan untuk memastikan kasus.

"Masih progres penyelidikan," kata Suroto.

Propam Polda Metro Jaya Selidiki 

Sementara, Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan penganiayaan terhadap tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, oleh seorang pria yang mengaku sebagai aparat. 

"Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026). 

Ia menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut tidak ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya, meskipun tim Propam sempat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

"Bukan ditangani Propam, tetapi jika terbukti itu oknum anggota Polri akan ditindaklanjuti Propam," jelasnya.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Baca Lebih Lanjut
Penganiayaan di SPBU Jaktim, pelaku catut mobil milik jenderal
Antaranews
Gigi operator SPBU di Jaktim patah dihajar pelaku yang diduga aparat
Antaranews
Diduga Oknum Polisi Aniaya 3 Pegawai SPBU di Jaktim, Sebut Jenderal Hingga Kapolda
Rr Dewi Kartika H
Oknum Aparat Diduga Aniaya Tiga Pegawai SPBU di Pulogadung Jakarta Timur
Hasanudin Aco
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Tiga Pegawai SPBU di Cipinang Jaktim
Dian Anditya Mutiara
Tiga pegawai SPBU di Jakarta Timur diduga jadi korban aniaya aparat
Antaranews
Korban penganiayaan SPBU Jaktim sempat libur, takut pelaku kembali
Antaranews
Propam Polda Metro Jaya datangi SPBU Cipinang terkait penganiayaan
Antaranews
Kriminal kemarin, pegawai SPBU dianiaya hingga vonis Dirut PT. CAD
Antaranews
Korban curiga pelaku dalam pengaruh miras saat mengamuk di SPBU Jaktim
Antaranews