TRIBUNMANADO.CO.ID – Selasa, 3 Maret 2026 menjadi tanggal pelaksanaan perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau 2577 Kongzili di Kota Manado.
Setelah dipastikan mendapat restu melalui prosesi sakral di Kelenteng Ban Hing Kiong, Jumat (20/2/2026) lalu.
Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong, Jemmy Binsar, menegaskan bahwa Cap Go Meh direstui untuk digelar di jalan raya.
“Pelaksanaannya pada tanggal 3 Maret 2026,” ujarnya.
Kepastian itu diperoleh dalam prosesi mohon petunjuk melalui ritual Poa Pwe di Kelenteng Ban Hing Kiong.
Dalam prosesi tersebut, kayu Poa Pwe hanya dilempar satu kali dan menunjukkan posisi satu terbuka serta satu tertutup tanda direstui.
Menurut Binsar, pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir perayaan dapat berlangsung tiga kali berturut-turut di jalan raya.
“Tahun depan kita berharap dapat keluar lagi,” katanya.
Ketua PTITD Komda Sulut, Fery Sondakh, menambahkan bahwa digelarnya Cap Go Meh di jalan raya dipercaya membawa keselarasan.
“Istilahnya pembabaran dunia baru. Keselarasan akan tercipta antara manusia dan alam, manusia dengan manusia, dan lainnya,” ujarnya.
Prosesi berlangsung penuh ketegangan. Setelah sembahyang, umat menyanyikan lagu permohonan sambil berlutut dengan kedua lengan disatukan di dada.
Sejumlah umat tampak meneteskan air mata, larut dalam rasa tegang dan harap.
Puncak suasana terjadi saat petugas bersiap melempar kayu Poa Pwe. Kayu dilempar, disusul teriakan “Sio Poe” dari umat yang memadati kelenteng.
Tangis haru pun pecah ketika hasil lemparan menyatakan Goan Siau direstui untuk dilaksanakan di jalan raya.
Umat saling berpelukan dan mengucapkan selamat. Musik bambu mengalunkan lagu riang, menambah sukacita yang menyelimuti kawasan tersebut. Umat pun tak lupa menyampaikan syukur dengan melakukan penyembahan.
Diketahui, Cap Go Meh atau Goan Siau merupakan prosesi umat Tridharma yang digelar 15 hari setelah Tahun Baru Imlek.