TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON - Keluarga pria asal Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hilang di laut berharap korban kembali.
Pria berinisial LD (37) asal Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton itu melakukan aksi nekatnya dari atas Kapal Motor penumpang atau KM Bukit Siguntang, saat perjalanan pulang menuju Kota Baubau dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Aksi nekat itu tepatnya terjadi pada Senin (23/2/2026) lalu, di perjalan menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebelum tiba di Baubau.
Keluarga korban, Ani mengatakan baru mengetahui LD hilang di laut setelah dihubungi rekan korban.
“Dari teman satu kapal yang mau menuju ke Bau-Bau. Karena lompatnya dari malam jam 1, terus sampai pagi, sandar di Pelabuhan Pare-Pare, tidak muncul juga, tidak kelihatan juga, jadi mereka cari dalam kapal tapi tidak menemukan juga. Malam baru melapor ke anjungan bahwa temannya sudah hilang,” ujar Ani saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
LD baru seminggu berada di Samarinda, memutuskan pulang usai pertengkaran bersama istri perihal ekonomi.
Istri korban saat itu berusaha menahannya, namun LD tetap membeli tiket untuk pulang.
Baca juga: 6 ABK Setia Kawan Ditemukan Selamat Usai Sempat Hilang di Perairan Bambaea Bombana Sulawesi Tenggara
Ia menempuh perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan, sesampainya di sana ia melanjutkan perjalanan naik KM Bukit Siguntang menuju Sulawesi Selatan.
Nahas belum sampai ke tempat tujuan, korban LD nekat meninggalkan kapal di sekitar Selat Makassar, yang diperkirakan 5 jam lagi sandar di Pelabuhan Pare-Pare.
Peristiwa itu baru disadari setelah kapal tersebut sandar di Pelabuhan Makassar.
“Sudah jauh, Kak. Makanya lambat penanganannya,” ujarnya.
Keluarga juga mengaku mendapat informasi valid setelah mendapatkan rekaman CCTV.
LD dan Istrinya diungkapkan sering merantau ke Samarinda dalam jangka waktu singkat, yakni 6 bulan hingga setahun.
Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan tersebut masih menetap di Buton, jika pulang merantau.
Baca juga: Warga Kolaka Digegerkan Penemuan Kerangka Manusia di Hutan, Ternyata Orang yang Hilang Setahun Lalu
Kini Tim SAR masih melakukan pencarian pria hilang di laut tersebut.
“Tim Basarnas masih proses pencarian hari ini, Kak. Kalau pencarian kemarin, belum ada hasil sama sekali,” jelasnya.
Harapan keluarga, LD kembali meskipun dalam kondisi meninggal dunia.
“Harapannya kami itu mau hidup dan meninggal, mungkin kita masih tetap ditemukan, seperti itu. Karena doa keluarga, walaupun dia tidak hidup pun, tetap harus dikuburkan secara layak,” ucapnya.
Kabupaten Buton masih satu daratan dengan Kota Baubau.
Kabupaten dengan ibu kota di Pasarwajo itu dapat ditempuh dengan mobil atau motor sekira 38 sampai 40 kilometer dari Pelabuhan Murhum Kota Baubau.
LD merupakan warga Desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ia dilaporkan melakukan aksi nekat ke laut saat kapal sedang berlayar menuju Makassar, Senin (23/2/2026) dini hari.
Berdasarkan data yang dihimpun, LD menempuh perjalanan dengan rute awal dari Samarinda menuju Parepare.
Dilanjutkan ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan rencana akhir deviasi di Pelabuhan Baubau, Provinsi Sultra.
Namun, peristiwa nahas terjadi saat kapal berada di Selat Makassar antara Balikpapan dan Parepare.
Kepala Cabang Pelni Baubau, Djasman, mengonfirmasi bahwa aksi nekat tersebut dilakukan korban sekitar pukul 01.00 Wita.
Meskipun insiden terjadi dini hari, hilangnya LD baru disadari sekitar pukul 07.00 Wita setelah rekan korban melaporkan keberadaannya yang misterius.
Kru kapal segera mengambil tindakan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas.
Rekaman menunjukkan dengan jelas detik-detik korban melakukan aksi nekat dari atas dek kapal ke laut.
Upaya penyelamatan (man overboard procedure) terkendala oleh durasi waktu laporan yang sangat terlambat.
"Sebetulnya bisa diselamatkan kalau laporannya cepat masuk," ujar Djasman, Rabu (25/2/2025).
Kata dia, saat laporan diterima dan diverifikasi melalui CCTV, KM Bukit Siguntang diketahui sudah bertolak dari Parepare menuju Makassar.(*)
(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)