TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berawal dari hobi bunga lalu mulai koleksi, Siti Indriyani punya tabungan hingga bisa membeli mobil dan tanah. Dari tanaman bunga biasa, perempuan berusia 28 tahun mulai fokus pada bonsai jenis tanaman Bougenville. Inilah cerita dari salah satu sentra tanaman bonsai Bougenville di Tenayan Raya.
Di jalan Seroja atau patokan SMK Negeri 6 Pekanbaru, Nesa Florist berada. Itu adalah nama dari usaha penjualan bunga milik Indri. Di lokasi tersebut terdapat berbagai jenis bunga Bougenville mulai dari bijit, remaja sampai yang siap pajang.
Saat Tribunpekanbaru.com tiba di lokasi, tampak deretan bebungaan dengan berbagai warga tersusun rapi di beberapa titik.
Bunga-bunga tersebut ada yang dalam masa pembibitan yang diposisi di tempat terpisah. Kemudian bunga yang sudah remaja yang juga disusun pada rak kayu dengan diberi atap.
Sedangkan. Bebungaan yang sudah siap pajang ada yang disusun di rak dengan ditirpi atap serta ada yang disusun tanpa atap.
Pada bagian kiri halaman sebelum pintu masuk rumah, terdapat deretan tanaman bonsai dengan warna yang indah dan bervariasi.
Semuanya masuk dalam jenis Bougenville. Warga yang mencolok, mulai dari merah jambu, unggu, putih, Oren semua menyegarkan mata.
Terlebih deretan bunga Bougenville tersebut sudah dalam bentuk tanaman bonsai.
Baca juga: Terungkap di Persidangan, Dugaan Penganiyaan yang dilakukan Selebgram Pekanbaru dan Suami
Baca juga: Terancam 17 Tahun Penjara, Mahasiswa Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau Akan Diperiksa Kejiwaan
Indri pemilik usaha bunga menceritakan, awalnya ia suka dengan tanaman bunga. Tahun 2020 saat Covid melanda, Indri lebih banyak menghabiskan waktu merawat bunga.
"Ya, saat covid mulai merawat bunga. Kalau sukanya memang sejak kecil. Tapi mulai merawat dan pelan-pelan membibit ya waktu covid itu," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com
Dari hobi tersebut, Indri kemudian menyadari jika bunga yang ia miliki sudah banyak. Dan kemudian ia melihat adanya potensi pasar.
Menurutnya, awalnya ia sudah satu jenis bunga Bougenville. Namun, karena sudah banyak keluaran jenis baru, ia juga merawatnya. Makanya jumlah dan jenis bunga Bougenville miliknya semakin banyak.
" Akhirnya saya mulai jual dan pasarkan bunga-bunga yang ditanam," ujar Indri.
Dikatakan Indri, ia memilih jenis bunga Bougenville karena ketahanan bunga tersebut. Dengan demikian, merawatnya juga jadi mudah.
Tanamannya tahan lama. Jadi kita pun tidak sulit merawatnya. Meskipun tetap butuh kesabaran dan telaten," ungkap Indri.
Tidak hanya tanaman bunga biasa, Indri juga mulai mengeksplorasi bunga miliknya. Tanaman bonsai jadi memikatnya. Kemudian semua jenis Bougenville ia bibit dan jadikan bonsai.
Hasilnya benar-benar bisa dilihat Indri saya ini. Karena memang tidak mudah untuk mendapatkan bonsai dengan Bougenville yang indah.
"Jadi butuh sabar dan terus kerjakan. Sebab, untuk bisa melihat bonsai butuh waktu 1 tahun sampaib1,5 tahun. Tergantung perawatan yang dilakukan, " beber Indri.
Saat ini ada sekitar 25 sampai 30 jenis bunga Bougenville yang sudah dibibit oleh Indri.
Dan ada beberapa varian yang paling banyak diburu oleh penyuka atau kolektor bonsai bunga Bougenville.
Menurut Indri, jenis bonsai Bougenville yang banyak diminati biasanya yang punya bonggol impor. "Biasanya dari Singapura. Nah, untuk bunga Bougenvillenya nanti ditambah bunga lokal," ujarnya.
Untuk variasi harga menurut Indri, satu bunga bonsai dijual mulai Rp 1 juta dan hingga 2,5 juta. Harta tergantung cantiknya bonggol dan jenis bunga yang indah.
"Saat ini saya sedang membibit bonsai Bougenville untuk 12 warna. Semoga bisa tumbuh dan sehat. Tentu saja butuh kesabaran dan telaten," ungkapnya.
Indri mengungkapkan, saat ini ia punya seller hampir di seluruh kabupaten Kota di Riau. Sellernya juga ada yang menyediakan bonsai Bougenville.
Soal keberadaan sellernya, Indri mengaku bahwa banyak yang tahu dari media sosial."Ya, saya main media sosial. Jadi banyak juga yang tahu. Makanya banyak dari berbagai daerah di Riau, " ujar Indri.
Diantara sellernya itu ada di Kuantan Sengingi, Inhil, Pekanbaru, Kampar, Rohul dan wilayah Riau lain. "Alhamdulillah sudah mulai banyak yang tahu. Dan untuk seller di luar kota dan dalam porsi banyak akan diantarkan bunganya," terang Indri.
Menurut Indri, kunci utama ia terus bisa menggeluti usaha tanaman ini karena kesabaran dan rasa cintanya. Dengan kecintaan itu dikatakan Indri maka tidak akan ada rasa bosan.
Meskipun akan bertemu setiap hari dengan bebungaan, bagi Indri itu justru membuatnya makin semangat. Ia pun semakin cinta dengan tanaman /bunga yang ia tanam itu.
"Kuncinya sabar dan telaten. Dan memang harus cinta. Kalau kita sudah suka, malah makin hari makin senang saja. Apalagi melihat tanaman dengan berbagai warna," ungkap Indri.
Berkat kesabaran dan telatennya itu, ibu dua anak ini mampu membangun masa depannya. Ia punya tabungan hingga bisa beli mobil.
Tak hanya itu ia juga sudah punya aset tanah untuk membangun rumah. Semua aset itu ia dapatkan dari hasil menjual bunga.
"Alhamdulillah, semua (mobil dan tanah) didapatkan dari hasil bunga. Banyak bersyukur dan terus telaten pada hobi atau kesenangan," pungkasnya. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)