TRIBUNNEWS.COM - Ide bisnis bisa datang dari mana saja, salah satunya dari titik keramaian seperti di kampus.
Peluang semacam ini kemudian ditangkap dengan baik oleh Restu Bintang (23), alumnus program studi (prodi) D4 Demografi dan Pencatatan Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.
Kepada Tribunnews.com, Restu menceritakan inspirasinya menjalankan bisnis antar jemput yang kemudian disingkat Anjem UNS.
Owner Anjem UNS itu, mulai menjalankan bisnisnya pada Maret 2024 lalu, setelah mendapatkan inspirasi dari kawan-kawannya saat sedang berkunjung ke Semarang.
"Saya main ke Semarang, terus ngobrol-ngobrol dengan teman-teman di Semarang. Terus kok katanya di sana sudah agak rame bisnis Anjem ini, sedangkan dari aku sendiri lihat di UNS, di Solo kok belum ada ya jasa semacam ini," ujar Restu, Senin (23/2/2026).
Ia merasa heran lantaran lingkungan UNS juga memiliki kepadatan penduduk yang tak kalah banyak dengan kampus-kampus di daerah lain.
Kampus induk UNS yang terletak di pinggiran Kota Solo bagian timur laut, tepatnya di tepi Sungai Bengawan Solo itu setidaknya memiliki lebih dari 30.000 ribu mahasiswa.
Dari situ, Restu yang saat itu masih berkuliah mulai membuka jasa Anjem. Ia menjalankan sendiri bisnisnya itu hingga akhir tahun 2024.
Setelah dirinya mulai keteteran karena pelanggan makin banyak, Restu akhirnya memutuskan untuk merekrut driver dari luar.
"Akhirnya seiring waktu berjalan, seiring tambahnya customer juga, akhirnya bisa sebanyak ini sekarang," ungkapnya.
Setelah hampir dua tahun berjalan, bisnis Anjem UNS berkembang sedemikian rupa hingga memiliki 52 driver dan mempunyai lebih dari 9.000 pelanggan.
Baca juga: Bos Maxim Lepas Jas, Turun Jadi Ojol untuk Cek Kondisi Lapangan
Secara struktur bisnis, Restu, yang saat ini bermukim di Jakarta, menjelaskan bahwa dirinya bukan hanya bekerja bersama driver.
Pria kelahiran tahun 2003 itu, juga dibantu oleh staf administrasi dan sosial media (sosmed).
"Di bawah saya ada satu admin yang memang saya pasrahkan untuk mengurus operasionalnya di Solo karena saya sendiri sekarang domisilinya sudah enggak di Solo."
"Jadi saya meng-handle satu admin untuk mengurus operasional di Solo. Terus ada tim sosmed dan mitra driver," tuturnya.
Sebagai informasi, Anjem bukan hanya menyediakan jasa antar jemput saja.
Bisnis ini juga menawarkan jasa lain seperti survei kos, urus berkas kampus, hingga jasa titip (jastip) makanan/obat/barang.
Pelanggan bisa membuka https://anjemuns.vercel.app/ untuk mengecek daftar harga layanan dan cara melakukan pemesanan.
Misalnya, antar jemput di area kampus, yaitu sebesar Rp5 ribu-Rp6 ribu.
Sementara itu, syarat untuk menjadi driver Anjem UNS juga tidak sulit.
Ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yakni mahasiswa UNS, memiliki kendaraan bersurat lengkap, serta komitmen dan banyak waktu luang.
Pengalaman Salah Satu Driver Anjem
Yoga Afda Rizki (23), yang belum lama ini menuntaskan studinya di prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), UNS, menceritakan pengalamannya sebagai driver Anjem UNS.
Laki-laki yang akrab disapa Yoga ini mengatakan, ia pertama kali menjadi driver Anjem pada Mei 2025 setelah mendapatkan informasi dari salah satu temannya.
Ia memutuskan menjadi driver Anjem karena saat itu kuliahnya sudah memasuki semester akhir dan membutuhkan uang untuk menambah uang jajan.
"Aku join (gabung) itu gara-gara, satu, enggak ada kerjaan. Dua, itu semester delapan yang mana sudah deadline skripsi, enggak ada apa-apa, jadi butuh pendapatan lebih untuk jajan dan main," ungkapnya, Kamis (26/2/2026).
(Tribunnews.com/Deni)