TRIBUNKALTIM.CO - Menjelang Lebaran 2026, peredaran uang tunai di masyarakat khususnya di meningkat signifikan. 

Aktivitas belanja kebutuhan hari raya, pembagian THR, hingga transaksi di pasar dan pusat perbelanjaan membuat perputaran rupiah kian masif.

Di momen inilah, potensi beredarnya uang palsu atau upal juga perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama pada transaksi dengan nominal besar atau di lokasi yang ramai.

Kerugian akibat uang palsu bukan hanya berdampak finansial, tetapi juga berpotensi menyeret korban dalam persoalan hukum jika tidak segera dilaporkan.

Baca juga: Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran, Polres Kukar Minta Warga Terapkan 3D

Metode 3D dari Bank Indonesia

Untuk mencegah diri menjadi korban, penting memahami cara membedakan uang asli dan palsu.

Bank Indonesia menganjurkan metode 3D.

Dilihat, Diraba, Diterawang sebagai panduan utama mengenali keaslian uang rupiah.

Baca juga: BI Balikpapan Temukan 373 Bilyet Uang Palsu, Terus Gencarkan Kampanye Cinta Rupiah

Berikut cara sederhananya:

1. Dilihat dari Warna dan Desain

  • Uang asli memiliki warna cerah, tajam, dan kontras tinggi.
  • Detail gambar pahlawan, lambang negara, ornamen, serta logo Bank Indonesia tampak jelas dan presisi.
  • Sebaliknya, uang palsu biasanya terlihat buram, warna cenderung pudar, dan detail desain tidak tajam.

2. Diraba dari Tekstur Kertas

  • Kertas uang asli terasa lebih tebal dan sedikit kasar.
  • Pada bagian tertentu—seperti gambar utama dan lambang Garuda—terdapat tekstur timbul (intaglio) yang bisa dirasakan saat diraba.
  • Uang palsu umumnya terasa lebih tipis, licin, dan tidak memiliki efek timbul yang jelas.

3. Diterawang ke Arah Cahaya

  • Saat diterawang, uang asli menampilkan tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan serta logo BI.
  • Beberapa pecahan juga memiliki benang pengaman yang terlihat jelas saat diterawang.
  • Jika tidak tampak atau hanya cetakan biasa, patut dicurigai.

4. Periksa Benang Pengaman

  • Benang pengaman pada uang asli tertanam di dalam kertas dan dapat berubah warna saat dilihat dari sudut berbeda.
  • Pada uang palsu, fitur ini sering kali tidak ada atau dibuat menyerupai cetakan garis biasa.

5. Kenali Ciri Khusus Setiap Pecahan

  • Pecahan seperti Rp100.000 dan Rp50.000 memiliki tinta berubah warna (color shifting ink).
  • Perhatikan pula ukuran, elemen tersembunyi, serta detail mikro pada setiap pecahan.
  • Perbedaan kecil sering menjadi indikator utama uang palsu.

Baca juga: Uang Palsu Resahkan Warga Samarinda, Penjual Ikan Sampai Bakar Upal karena Kesal

Jika Terlanjur Menerima Uang Palsu

Apabila menemukan atau menerima uang yang dicurigai palsu, masyarakat tidak boleh membelanjakannya kembali.

Segera bawa ke kantor bank terdekat atau ke Bank Indonesia untuk klarifikasi.

Selain itu, laporkan juga ke kantor kepolisian agar dapat diproses secara hukum.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap ciri-ciri uang asli, diharapkan peredaran uang palsu menjelang Lebaran 2026 dapat ditekan dan risiko kerugian finansial dapat diminimalkan.

Baca juga: Daftar Lokasi Tukar Uang Baru 2026 di Kaltim, Jadwal Pendaftaran dan Cara Pesan via PINTAR BI

Tukar di Tempat Resmi

“Kami mengimbau masyarakat benar-benar waspada terhadap peredaran uang palsu. Periksa setiap lembar uang yang diterima, jangan sampai lengah,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Selain itu, Polres Kukar juga mengingatkan warga agar tidak menukar uang di jasa penukaran tidak resmi yang biasanya bermunculan di pinggir jalan menjelang Lebaran 2026. 

Penukaran disarankan dilakukan di bank atau lembaga resmi guna menjamin keaslian uang.

Baca juga: Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 via Pintar BI untuk Luar Jawa, Dibuka Hari Ini Pukul 08.00 WIB

Selama Ramadan hingga Idulfitri, kepolisian memastikan akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. 

Partisipasi masyarakat dalam memeriksa keaslian uang serta melaporkan temuan mencurigakan diharapkan dapat menekan potensi peredaran uang palsu di wilayah Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Jangan tergiur kemudahan atau selisih kecil. Pastikan menukar uang di tempat resmi agar lebih aman,” tandasnya. (*)

Baca Lebih Lanjut
Uang Gabungan Asli dan Palsu Viral Tersebar di Masyarakat, Bank Indonesia Buka Suara
Ignatia Andra
Polda Belum Temukan Kasus Peredaran Uang Palsu, BI Sediakan 5 Tempat Penukaran Resmi di Kalteng
Sri Mariati
Tempat Tukar Uang Baru di Jogja untuk Lebaran 2026, Ini Lokasi dan Caranya
Muhammad Fatoni
BI Lampung Buka Layanan Penukaran Uang Baru SERAMBI 2026, Siapkan Rp 4,8 Triliun
Soni yuntavia
Uang Diduga Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Tommo 2 Mamuju, Gagal Terdeteksi Mesin Hitung
Abd Rahman
BI Lampung Buka Layanan Tukar Pecahan Uang Baru, Simak Syarat dan Ketentuannya
Robertus Didik Budiawan Cahyono
Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Terimin 2 di Palembang, Mulai Maret
Novaldi Hibaturrahman
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA, BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BSI 
Endra Kurniawan
Bank Indonesia Buka Penukaran Uang Baru Lewat Program SERAMBI, Ini Cara Simpelnya
Maudy Asri Gita Utami
Nenek Ini Bayar Makanan Pakai Uang Palsu, Respons Penjual Bikin Haru
Detik