TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pakaian 'gamis bini orang' tengah menjadi tren di Jakarta dan mulai hadir di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Baju gamis ini diprediksi bakal menjadi tren untuk pakaian Lebaran 2026.
Ruhimat (65), pedagang pakaian di Pasar Wage Purwokerto mengatakan, pencari 'gamis bini orang' mulai ada meski belum banyak.
"Gamis bini orang, ada. Tapi di Purwokerto ini biasanya telat, ngetrennya baru setelah Lebaran," katanya saat ditemui, Jumat (27/2/2026).
Ruhimat mengatakan, menjelang Lebaran, dirinya menyetok beragam gamis dan mukena.
Meski begitu, ada juga kemeja dan celana jeans.
Harga pakaian Lebaran berbahan brokat dibanderl mulai Rp125 ribu, kemeja mulai Rp60 ribu, celana jeans mulai Rp125 ribu, dan gamis mulai Rp200 ribu.
"Harapannya, di Lebaran ini barang jualan laris kayak dulu-dulu," harapnya.
Penjaga toko baju lain, Rian (25) mengatakan, sudah ada beberapa orang yang tanya tentang gamis bini orang.
Tetapi, di tokonya, stok gamis bini orang ini belum begitu banyak.
"Beberapa masyarakat ada yang tanya. Tapi belum begitu banyak," katanya.
Sementara itu, memasuki pekan kedua Ramadan, penjualan baju Lebaran di Pasar Wage Purwokerto, belum begitu terasa.
Masyarakat yang mencari baju muslim atau baju baru masih landai.
Ruhimat mengatakan, masyarakat yang mencari baju Lebaran belum banyak.
Padahal, biasanya, belanja baju Lebaran sudah terasa sejak awal Ramadan.
"Tahun ini beda dengan saat pandemi Covid-19. Saat Corona, penjualannya luar biasa, sehari bisa Rp20 juta- Rp25 juta," katanya.
Saat ini, keuntungan yang didapat masih seperti hari-hari biasa, di angka Rp1 juta.
Ruhimat menilai, sepinya penjualan baju di awal Ramadan juga dikarenakan ekonomi yang sedang lemah.
Belum lagi, persaingan dengan penjualan online.
"Dampak ekonomi sedang lesu, jadi sepi," ungkapnya. (*)