TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kemunculan pemuda lingling di Dusun Kebondalem, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (26/2/2026) sore bikin warga setempat geger.

Apalagi, saat ditanyai, dia mengaku kehilangan motor di lereng hutan yang sulit dijangkau kendaraan.

Warga kemudian mengaitkan kejadian ini dengan cerita mistis Lampor.

Kisah ini viral setelah diunggah di akun Tiktok @rumaysha.

Dalam video berdurasi 56 detik yang diunggah, terlihat sepeda motor Scoopy berwarna putih dipadu pink tergeletak di tengah hutan. 

Sejumlah warga yang berada di lokasi tampak kebingungan menyaksikan keberadaan kendaraan itu lantaran tak terlihat jejak ban di sekitar lokasi.

Baca juga: Viral Awan Piringan di Atas Gunung Slamet Pemalang: Bukan Tanda Bencana, BMKG Minta Pendaki Waspada

Pada bagian keterangan tertulis "Kronologi orang dibawa lampor dari Purbalingga sampai Wonosobo".

Pemuda yang dimaksud adalah Tedy, warga Karangaren, Kabupaten Purbalingga.

Informasi yang didapat, kejadian bermula saat seorang ibu yang tengah beraktivitas di ladang tiba-tiba didatangi pemuda tak dikenal pada Kamis sore. 

Merasa takut dan khawatir terjadi tindak kejahatan, perempuan itu segera meminta pertolongan.

Warga yang datang kemudian mengamankan Tedy dan membawanya ke permukiman. 

Tedy baru dimintai keterangan seusai salat tarawih.

Dia dibawa ke Pos Ronda RT 3 Kebondalem.

Ahmad Ihsanudin, warga setempat yang juga berada di lokasi, menuturkan, kondisi Tedy saat pertama kali diamankan terlihat tidak seperti orang pada umumnya.

"Teddy menggigil, sepertinya habis kehujanan."

"Pakaiannya basah dan kotor."

"Dia kelihatan bingung, seperti ketakutan atau tertekan," ujar Ahmad Ihsanudin, Jumat (27/2/2026).

Ia menyebutkan, malam itu, warga memintai keterangan tentang asausul Tedy.

“Harusnya jadwal ronda biasa tapi di pos sudah ramai karena ada pemuda asing."

"Akhirnya, piket ronda malah fokus ke Teddy karena dia kelihatan kesasar," katanya.

Baca juga: Aturan Baru Penerbangan Balon Udara Tradisi Idulfitri di Wonosobo: Harus Ditambatkan, Tanpa Mercon

Setelah diberi makan dan minum, kondisi Tedy berangsur membaik dan mulai dapat diajak berbincang dengan lebih tenang. 

Dari percakapan itu, identitas lengkapnya akhirnya diketahui, termasuk nama orangtua dan alamat rumahnya di Purbalingga.

Meski demikian, ada sejumlah keterangan yang masih membingungkan warga. 

Tedy berulang kali meminta warga membantu mencari sepeda motornya yang disebutnya hilang. 

Menurut Tedy, motornya kehabisan bensin serta mengutarakan hal-hal yang sulit dipahami warga.

Tedy bahkan dua kali menunjukkan lokasi yang sama di lereng pinggir jalan arah perumahan Kebondalem sebagai titik keberadaan motornya. 

Namun, pencarian yang dilakukan malam itu belum membuahkan hasil.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Jumat (27/2/2026) dini hari, orang tua Tedy tiba di Kebondalem setelah dihubungi perangkat dusun. 

Saat bertemu keluarganya, Tedy terlihat menunduk sambil menggenggam erat kunci motor dan berkata lirih, "motore ilang".

Baca juga: Sejarah Masjid Cheng Ho Purbalingga, Bukti Nyata Impian Mualaf

Keterangan dari pihak keluarga justru membuat warga makin bingung. 

Menurut keluarga, Tedy berangkat dari rumah di Purbalingga sekitar pukul 16.30 WIB. 

Ia pergi dengan alasan mencari takjil untuk berbuka puasa.

Sementara, Tedy muncul di Mojotengah juga sekitar sore hari.

Padahal, jika ditempuh menggunakan sepeda motor, perjalanan dari Purbalingga ke Wonosobo umumnya memakan waktu sekitar hampir tiga jam.

Tedy kemudian diserahkan kepada piha keluarga.

Keesokan paginya, warga kembali melakukan pencarian sepeda motor di titik yang sebelumnya ditunjukkan Tedy. 

Di luar dugaan, sepeda motor milik Tedy benar-benar ditemukan di lereng yang cukup curam, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.

Motor tersebut berada area hutan dan warga tidak menemukan bekas roda maupun jejak kendaraan menuju lokasi tersebut.

Warga pun mengaitkan peristiwa ini dengan mistis lantaran terjadi bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. 

Sebagian warga mengaitkannya dengan kisah Lampor, fenomena mistis dalam kepercayaan masyarakat Jawa dimana roh halus menculik manusia.

Meski berbagai dugaan bermunculan, hingga kini belum ada keterangan resmi yang dapat menjelaskan rangkaian kejadian tersebut secara logis. (*)

Baca Lebih Lanjut
Viral Dikaitkan Lampor, Pemuda Purbalingga Tiba-tiba di Wonosobo, Motornya di Lereng
Deni setiawan
Kejar Zero Pothole, PBTR Kebut Perbaikan Tol Pemalang-Batang
Deni setiawan
Kisah Mitos di Umbul Gedaren Klaten, Ada Pohon Angker Hingga Batu Khusus Tak Boleh Dipindah
Rifatun Nadhiroh
Cek Kalender 2025: Penanggalan Jawa Minggu Kliwon 22 Februari 2026, Lengkap Neptu, Pasaran, Weton
Frida Anjani
Menelusuri Tradisi Nyubok di Pedamaran OKI Sumsel, Cara Unik Pemuda Mencari Jodoh dengan Korek Api
Welly Hadinata
Cerita Wanita Surabaya Idap Kista Sebesar 33 Cm, Awalnya Dikira Perut Kembung
Detik
Nenek Bayi yang Dibuang di Kampar Tiba-Tiba Muncul, Ungkap Hubungan Terlarang
Muhammad Ridho
Cegah Bentrok Susulan, Polisi Amankan Sejumlah Pemuda Buntu Datu dan Batu Walenrang Palopo Sulsel
Sakinah Sudin
Beredar Postingan Terakhir Mahasiswa di Riau Sebelum Bacok Mahasiswi, Pelaku Disebut Mirip Psikopat
Khairunnisa
5 Tempat Wisata Sore di Solo Jawa Tengah untuk Ngabuburit : Bersantai Sambil Menunggu Buka Puasa
Hanang Yuwono