Fakta baru terungkap dalam kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau.
Pelaku, Raihan Mufazzar (22), diduga memiliki hubungan terlarang dengan korban, Faradilla Ayu Pramesti (23).
Sebelumnya, peristiwa ini sempat dinarasikan sebagai aksi nekat akibat cinta yang ditolak.
Raihan disebut menaruh perasaan mendalam yang tak terbalas.
Ia dikabarkan jatuh hati pada sikap baik Fara selama keduanya berinteraksi.
Kisah mereka bermula saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di lokasi yang sama.
Dalam kebersamaan itu, Raihan yang dikenal pendiam mulai menaruh harapan lebih.
Perhatian sederhana dari Fara rupanya ditafsirkan sebagai tanda kasih.
Perasaan itu tumbuh sepihak tanpa pernah benar-benar terucap sebagai hubungan resmi.
Berbeda dengan Raihan, Fara tidak memiliki rasa yang sama terhadap rekan KKN-nya tersebut.
Ia memilih menjaga jarak dan menolak kedekatan yang semakin intens.
Penolakan itulah yang kemudian disebut-sebut menjadi pemicu gejolak emosi dalam diri Raihan.
Pada Kamis (26/2/2026) sekira pukul 07.30 Wib, Raihan nekat mendatangi ruang sidang kampus UIN Suska Riau lalu membacok Fara, wanita yang disukainya.
Ternyata faktanya, cinta Raihan tidak sepenuhnya bertepuk sebelah tangan.
Rupanya Raihan dan Fara memang memiliki hubungan khusus.
Di belakangan kekasihnya, Fara diduga diam-diam berselingkuh dengan Raihan.
Hal itu terungkap melalui video-video yang diunggah di akun TikTok milik Raihan.
Pada postingan itu, bahkan ada video panas mereka berdua sedang berciuman.
Sebuah video memperlihatkan Fara dan Raihan sedang berada di sebuah ruangan.
Keduanya tampak sedang asyik bermain game Play Station.
Fara dan Raihan duduk di bean bag sambil bersandar di ruangan dengan penerangan remang-remang.
Mereka asyik mengobrol dan Raihan beberapa kali tampak mencium Fara.
Bukan hanya ciuman di pipi, keduanya pun terlihat berciuman mesra.
Di video itu tampak Fara tidak terganggu dan tak terlihat terpaksa.
Ia pun tersenyum dan merasa nyaman.
Pada video lainnya, ada momen keduanya berpose bersama mengenakan baju batik.
Fara dan Raihan pun tampak berpegangan tangan.
Farra diketahui merupakan mahasiswi asal Kecamatan Bintan Timur, Kepualauan Riau.
Sedangkan Raihan mahasiswa semester VIII jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum.
Dia berasal dari Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Raihan membacok Farra menggunakan kampak.
Kata Kapolsek Bina Widya Kompol Nusirwan, Raihan sudah membawa dua senjata tajam dari rumahnya.
"Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak," katanya.
Menurutnya, Rehan sudah memiliki niat untuk membunuh Farra.
"Dia ini diduga ingin membunuh korban," katanya.
Saat kejadian korban sedang duduk bersiap untuk ujian akhir.
Lalu pelaku datang menyampaikan rasa sakit hatinya.
Tanpa banyak bicara lagi, Rehan langsung membacok tangan kiri dan kepala korban.
Sambil bersimbah darah, Farra berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar ruangan.
Ia mengatakan Rehan merasa tidak terima pada Farra soal hubungan asmara keduanya.
"Korban mau memutuskan hubungan karena korban sudah punya pacar lain," katanya.