TRIBUNTRENDS.COM - Influencer berinisial PB alias PS yang sebelumnya dituduh menipu Anggi Pamungkas (26), pengusaha mi ayam dan bakso di Kabupaten Bekasi, akhirnya mengunggah video promosi grand opening yang sempat menjadi polemik di media sosial.
Video endorse tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram dan TikTok pribadinya pada Sabtu (28/2/2026).
Namun, Anggi menilai pengunggahan itu tidak sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah dibuat sebelumnya.
Ia menyebut masa promosi dalam perjanjian telah terlewat sehingga unggahan tersebut dianggap tidak relevan lagi.
“Kalau saya sekarang penginnya refund saja. Soalnya ini menyangkut masa promo dan enggak sesuai sama masa perjanjiannya," ujar Anggi saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
“Terus enggak ada konfirmasi, ‘Bang, ini videonya saya up saja ya biar masalahnya selesai’. Itu enggak ada,” ujarnya.
Anggi juga menyayangkan tidak adanya permintaan maaf dari PB hingga saat ini. Bahkan, ia mengaku sempat menerima perlakuan tidak menyenangkan melalui media sosial.
“Dia juga enggak ada iktikad baik minta maaf. Dia sudah ngata-ngatain saya di Instagram, di InstaStory. Enggak ada permintaan maaf,” kata dia.
Baca juga: 5 Wisata Kuliner Siang Hari di Klaten, Ada Mie Ayam Ceker hingga Sate Kambing Muda, Mulai Rp 5 Ribu
Anggi mengungkapkan akun Instagram dan TikTok miliknya telah diblokir oleh PB setelah persoalan tersebut viral.
“Instagram sama TikTok saya itu diblokir sama dia. Saya itu enggak bisa lihat, kecuali saya pakai akun yang baru bikin,” ujarnya.
Meski demikian, Anggi menegaskan, yang ia harapkan saat ini adalah klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
"Sebenarnya masalah itu bisa selesai asal dia itu mau klarifikasi dan minta maaf setelah kemarin menjelekkan dagangan saya terus tiba-tiba promoin dagangan saya," ujarnya.
Ia bahkan mengaku tidak akan memperpanjang persoalan meskipun dana kerja sama sebesar Rp 1 juta tidak dapat dikembalikan.
"Kalau sekarang, kayaknya yang penting dia klarifikasi buat minta maaf, sudah masalah clear. Karena dari kemarin juga susah untuk minta uang refund-nya," katanya.
Baca juga: Bayar Endorse Rp1 Juta, Penjual Mie Ayam Mengaku Diusir Influencer Saat Tagih Video
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasat Reskrim) Polres Metro Bekasi, AKP Perida Sisera Apriani, mengatakan pihaknya telah mengundang PB pada Sabtu (28/2/2026) untuk mengklarifikasi persoalan yang viral di media sosial tersebut.
"Kami undang PB ini datang ke Kantor Resmob. Katanya dia mau dia pertemukan sama para korban. Dia bilang kemarin sakit, makanya dia belum bisa respon. Kemudian dia janji akan membayarkan kepada para korban," ujar Perida.
Namun hingga Senin (2/3/2026), mediasi yang direncanakan belum terlaksana. Polisi juga belum dapat mengambil langkah hukum karena belum ada laporan resmi yang diajukan oleh korban.
"Kami Polres Metro Bekasi tidak bisa maksa karena memang tidak ada dasar laporan," kata Perida.
Ia menegaskan, kepolisian mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan apabila para pihak sepakat berdamai.
"Penegakan hukum itu yang terakhir, kalau sekiranya ada jalan kekeluargaan antara influencer dengan para korbannya ya monggo diselesaikan dengan baik-baik," ujarnya.
Meski demikian, Perida memastikan pihaknya siap membantu apabila korban memutuskan menempuh jalur hukum.
"Polres siap membantu baik secara musyawarah maupun penegakkan hukum," ujar Perida.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Kuliner di Klaten, Mie Ayam Ceker, Sate Kambing hingga Soto Harga Mulai Rp 5 Ribu
Kasus ini bermula dari kerja sama promosi grand opening usaha mi ayam dan bakso milik Anggi. Ia mengaku pertama kali menghubungi PB pada 23 Januari 2026 dan mengundangnya untuk menghadiri pembukaan usaha pada 29 Januari 2026.
Dalam komunikasi awal, PB disebut menawarkan tarif promosi sebesar Rp 15 juta. Anggi mengaku terkejut dan sempat mengurungkan niat bekerja sama.
Menurut Anggi, tarif tersebut kemudian turun menjadi Rp 5 juta, lalu Rp 3 juta. Namun, ia menyampaikan bahwa anggaran yang dimilikinya hanya Rp 1 juta.
“Awalnya semua berjalan dengan baik. Dari kami nanya rate card, terus kita deal, terus kita bayar, terus dia visit juga sebenarnya semua berjalan normal,” ujar Anggi saat ditemui Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).
Namun, konten promosi yang dijanjikan tidak diunggah sesuai kesepakatan. Pada malam setelah kunjungan, Anggi justru melihat influencer tersebut mengunggah konten lain di media sosialnya.
Persoalan ini kemudian mencuat setelah Anggi membagikan pengalamannya melalui akun Threads pribadinya. Unggahan tersebut viral dan ramai diperbincangkan warganet hingga menjadi perhatian publik.
(TribunTrends.com/Kompas.com)