TRIBUNWOW.COM - Berikut profil sosok Febri Hariyadi yang baru debut sekali sudah akhiri musim lebih cepat dengan Persis Solo.
Dilansir TribunWow.com, Persis Solo melalui dokter timnya, Iwan Wahyu, memaparkan kondisi terbaru cedera yang dialami Febri Hariyadi.
Iwan Wahyu kemudian menjelaskan bahwa winger pinjaman dari Persib Bandung tersebut kembali mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Baca juga: Sosok Pahlawan Kemenangan Persis Solo Atas Persik Kediri, Penyelamat Muka Milomir Seslija
Bahkan, cedera itu terjadi di bagian yang sama seperti yang dialaminya pada tahun 2024.
Ia menuturkan bahwa insiden tersebut terjadi dalam sesi latihan tiga hari sebelumnya.
Saat melakukan shooting, Febri salah bertumpu pada lutut kiri sehingga kembali mengalami cedera.
Dua hari setelah kejadian, tim medis langsung melakukan pemeriksaan MRI yang mengonfirmasi adanya cedera ACL berulang di lokasi yang sama.
Tak hanya ACL, hasil MRI juga menunjukkan adanya cedera pada bagian meniskus.
Dengan dua cedera tersebut, Febri dipastikan harus segera menjalani operasi setelah berkonsultasi dengan dokter ortopedi.
Menurut Iwan, apabila operasi dilakukan, pemain berusia 30 tahun itu diperkirakan harus menepi selama enam hingga delapan bulan untuk proses pemulihan.
Baca juga: Sesi Latihan Persib Bandung di GBT Jelang Lawan Persebaya Diserbu Bobotoh, Sosok Rp7,82 M Dinotice
Kabar ini tentu menjadi pukulan bagi Persis Solo yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.
Jika masa pemulihannya memakan waktu hingga delapan bulan, maka musim 2025-2026 berpotensi berakhir lebih cepat bagi mantan winger Timnas Indonesia era Luis Milla tersebut.
Febri Hariyadi lahir pada 19 Februari 1996 di Bandung dan memiliki kewarganegaan Indonesia.
Berpostur tinggi 1,68 m, Febri Hariyadi bermain sebagai penyerang posisi sayap kanan dengan menggunakan kedua kakinya sebagai dominannya.
Febri Hariyadi memulai perjalanan sepak bolanya bersama SSB Pro Uni Bandung pada 2005.
Dirinya mengasah kemampuan di akademik tersebut hingga 2010 sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Persib Youth pada 1 Januari 2010.
Selama enam tahun memperkuat tim muda Persib Bandung, perkembangan performanya terbilang pesat hingga membuatnya mendapat promosi ke tim senior Perisb Bandung.
Febri Hariyadi resmi menjadi bagian dari skuad utama pada 1 Januari 2016.
Bersama tim berjuluk Pangeran Biru, Febri mencatatkan 165 pertandingan dengan sumbangan 20 gol, 20 asist dan 10.723 menit bermain.
Meski demikian, Febri sudah cukup lama absen membela Persib Bandung sepanjang kompetisi Liga 1 2024/2025.
Dirinya diketahui mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang memaksanya menepi dalam waktu lama untuk menjalani proses pemulihan.
Setelah masa pemulihan Febri Hariyadi resmi bergabung bersama Persis Solo dengan status pinjaman dari Persib Bandung, pada 1 Februari 2026.
Di Persis Solo, pemain dengan harga pasar Rp 1,74 miliar ini hanya mampu menorehkan 1 laga dengan 32 menit bermain.
Febri Hariyadi, harus menerima kenyataan pahit setelah menjalani debutnya bersama Laskar Sambernyawa di ajang BRI Super League 2025/2026.
Dirinya mengalami cedera serius saat menjalani sesi latihan, sehingga dipastikan tak bisa tampil lagi hingga kompetisi musim ini berakhir.
Padahal, Febri baru saja melakoni pertandingan perdananya bersama Persis Solo ketika menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026.
Laga tersebut berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (20/2/2026).
Dikutip dari Transfermarkt, berikut profil Hariyadi:
Nama lengkap: Febri Hariyadi
Tanggal lahir / Umur: 19 Februari 1996 (30)
Tempat kelahiran: Bandung
Tinggi: 1,68 m
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Penyerang - Sayap Kanan
Kaki dominan: Keduanya
Klub saat ini: PERSIS Solo
Bergabung: 1 Februari 2026
Kontrak berakhir: 31 Mei 2026
Dipinjam dari: PERSIB Bandung
Kontrak disana: -
Berakhir: -
Harga pasar: Rp 1,74 miliar
PERSIB Bandung: 165 pertandingan, 20 gol, 20 asist, 18 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 10.723 menit bermain.
PERSIS Solo: 1 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 0 kartu kuning, 32 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Pradipta Maya Agustania/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)