Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Balita hanyut di sungai Klaten akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 4 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Saksi mata yang pertama kali menemukan korban mengaku sempat mengira tubuh balita tersebut adalah boneka yang terbawa arus irigasi.
Peristiwa tragis ini terjadi di aliran sungai irigasi pertanian Dusun Tegalpare, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (2/3/2026).
Baca juga: Detik-detik Warga Temukan Balita Tewas Hanyut di Klaten, Berawal Bersihkan Sampah di Saluran Irigasi
Saksi penemu korban, Suwondo (45), mengaku awalnya mengetahui adanya kejadian anak hanyut dari status media sosial temannya.
"Saya dari rumah, lihat teman bikin status ada orang hanyut umur (sekitar) 3 tahun," ujar Suwondo kepada TribunSolo.com, Senin (2/3/2026).
Setelah melihat informasi tersebut, ia langsung keluar rumah dan menemui temannya yang saat itu bersama para relawan.
Tak lama berselang, Suwondo memutuskan menyisir aliran sungai irigasi ke arah timur seorang diri.
Di persimpangan saluran irigasi, ia menemukan tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Ia kemudian membersihkannya menggunakan bambu.
"Saya bersihin itu (saluran) ada sampah banyak, pakai bambu segini," ucapnya sembari tangan mengukur panjang bambu.
Saat itulah, ia melihat sosok mencurigakan yang awalnya dikira boneka.
"Saya turut sendirian. Sudah itu, kok (lihat) ada kayak ya bayi boneka itu," ucapnya.
Korban terlihat mengenakan kaus kuning dengan posisi telungkup.
"Pakai baju kuning, tapi kepalanya nggak kelihatan. Kelihatan pantatnya aja," jelasnya.
Setelah menyadari bahwa sosok tersebut diduga korban anak hanyut, Suwondo segera mencari bantuan relawan dan warga sekitar.
"Lalu saya cari bantuan, bantuan relawan. Karena saya tidak berani," kata Suwondo.
Ia menegaskan, tubuh korban tidak dalam kondisi tersangkut, melainkan hanyut perlahan mengikuti arus air.
"Ndak tersangkut itu, hanyut pelan-pelan gitu," ucapnya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibopong menuju Kantor Desa Bentangan.
Lokasi penemuan berjarak sekitar 4 kilometer dari titik awal kejadian.
Baca juga: Balita Tewas Hanyut di Sungai Bentangan Klaten : Tergelincir, Ditemukan 4 Kilometer dari Titik Awal
Korban diketahui berinisial ADS (2,5), balita laki-laki warga Dukuh Jetis, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Kapolsek Wonosari, AKP Aleg Ipanudin, menjelaskan kejadian bermula setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.
Arus sungai di dekat rumah korban saat itu cukup deras.
Pencarian dilakukan oleh berbagai unsur, mulai dari Basarnas Solo, BPBD Klaten, Damkar Satpol PP Klaten, PMI Klaten, hingga relawan Kecamatan Wonosari.
Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai hingga mengarah ke Bengawan Solo.
"Setelah dilakukan penyisiran, korban ditemukan sekitar 4 kilometer dari titik awal TKP," kata Aleg.
Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bergerak.
"(hasil pemeriksaan medis) ada cairan yang masuk paru-paru, kemungkinan karena tenggelam menghirup air. Jadi, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya.
Setelah pemeriksaan medis oleh Puskesmas Wonosari, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Dari pihak keluarga menerima (kejadian sebagai musibah), dan malam hari ini juga untuk korban langsung di makamkan," pungkasnya.
(*)