SURYA.co.id, Surabaya - Pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Namun sorotan besar muncul dari insiden benturan kepala yang dialami bek kanan Persebaya, Arief Catur Pamungkas, yang harus ditandu keluar lapangan.
Benturan keras itu terjadi pada menit ke-64 ketika Arief Catur berduel udara dengan Federico Barba. Kepala keduanya berbenturan, membuat Arief harus ditandu keluar lapangan.
Kondisi ini memaksa Bernardo Tavares melakukan pergantian darurat dengan memasukkan Koko Ari Araya.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam laga yang penuh drama. Bahkan berlanjut dengan diskusi, regulasi Super League pasal 42 bahkan mengizinkan pergantian tambahan jika ada pemain yang mengalami cedera kepala.
Hingga kini, manajemen Persebaya belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi Arief. Situasi ini membuat publik menunggu kabar terbaru, mengingat perannya sebagai salah satu bek penting Bajol Ijo.
Aktivitas terakhir Arief di Instagram menunjukkan ia merepost unggahan suporter yang mendoakan kesembuhannya.
Salah satu pesan dukungan berbunyi dalam bahasa Jawa, menegaskan harapan agar ia segera pulih.
Komentar Bonek di media sosial juga memperlihatkan kepedulian besar. Mereka menanyakan kondisi Arief dan berharap ia segera kembali ke lapangan.
Arief Catur Pamungkas lahir di Mojokerto pada 25 Juli 1999 dan kini berusia 26 tahun. Ia bergabung dengan Persebaya Surabaya pada April 2022 dan memperpanjang kontrak pada Mei 2023.
Baca juga: Banjir Komentar Bonek Penuh Emosi, Tahan Persib Di GBT Mental Persebaya Surabaya Dipuji
Posisi utamanya adalah bek kanan, namun ia juga bisa bermain sebagai bek kiri dan bek tengah. Dengan tinggi 1,74 meter dan kaki dominan kanan, Arief dikenal sebagai pemain serba bisa di lini belakang.
Musim ini, Arief mencatat 24 pertandingan dengan kontribusi 1 gol dan 4 assist. Ia juga mengoleksi 4 kartu kuning, tanpa kartu merah.
Statistik menunjukkan Arief bermain sebagai starter di 92 persen laga dan mencatat 91 persen menit bermain. Partisipasi golnya mencapai 14 persen, menandakan kontribusi signifikan dalam serangan.
Nilai pasar Arief saat ini mencapai Rp3,48 miliar, angka tertinggi dalam kariernya yang dicatat pada Desember 2025.
Perannya sebagai bek kanan membuatnya menjadi salah satu pemain kunci dalam skema Bernardo Tavares. Absennya Arief akibat cedera kepala bisa menjadi kerugian besar bagi Bajol Ijo.
Baca juga: Lawan Persebaya, Persib Lakukan 6 Pergantian Pemain Regulasi Cedera Kepala Jadi Sorotan
Dalam laga melawan Persib, Persebaya harus puas dengan hasil imbang 2-2. Gol Bruno Moreira dan Francisco Rivera menyelamatkan tim, sementara Persib mencetak gol melalui Luciano dan Andrew Jung.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Persib dengan 63 persen penguasaan bola dan 15 tembakan. Namun Persebaya lebih efisien dengan 7 tembakan dan 3 tepat sasaran.
Tambahan satu poin menempatkan Persebaya di posisi kelima klasemen dengan 39 poin, unggul satu poin dari Persita dan Bhayangkara. Persib tetap di puncak dengan 54 poin.
Komentar pelatih menunjukkan perbedaan sikap. Bernardo Tavares penuh pujian terhadap pemainnya, sementara Bojan Hodak kecewa dengan kepemimpinan wasit.
Atmosfer stadion menjadi bagian penting dari laga. Dukungan 30 ribu Bonek memberi energi tambahan bagi Bajol Ijo.
Meski hasil seri, Persebaya tetap mendapat apresiasi. Dukungan suporter membuat tim tetap percaya diri.