BANGKAPOS.COM--Kisah hidup Aab Abdullah mendadak menjadi perhatian publik setelah kecelakaan tragis yang melibatkan motor yang dikendarainya dengan motor gede milik pengusaha rokok Muhammad Suryo di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, Minggu (1/3/2026) sore.
Di balik kecelakaan yang merenggut nyawa Anis Syarifah, tersimpan kisah kemanusiaan yang menyentuh.
Aab, seorang pedagang seblak dan nasi goreng sederhana, kini menjalin hubungan kekeluargaan dengan pengusaha besar tersebut setelah insiden yang mengubah hidup keduanya.
Pertemuan emosional antara kedua keluarga terjadi pada Selasa (3/3/2026) di ruang VIP lantai 3 RSUD Wates.
Saat itu, Aab yang masih terbaring dengan tangan dan kaki terbalut gips berbicara dengan Suryo melalui sambungan video call dari Jogja International Hospital, tempat sang pengusaha dirawat.
Dalam percakapan tersebut, tidak ada nada saling menyalahkan. Sebaliknya, keduanya justru saling meminta maaf atas kecelakaan yang terjadi.
“Pak, saya mohon maaf atas kejadian kemarin,” ucap Suryo berulang kali dengan suara bergetar.
Aab yang juga tengah berjuang menahan rasa sakit membalas dengan kalimat sederhana namun tulus.
“Saya juga minta maaf, Pak.”
Aab Abdullah dikenal sebagai sosok pekerja keras. Sehari-hari ia berjualan seblak dan nasi goreng untuk menghidupi keluarganya.
Meski hidup sederhana, ia memiliki harapan besar terhadap masa depan anaknya, Deva (10), yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar dan aktif berlatih sepak bola di sekolah sepak bola (SSB).
Namun nasib berkata lain. Dalam kecelakaan tersebut, Aab dan Deva sama-sama mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif. Keduanya terpental dari motor Jupiter MX yang mereka kendarai, menyebabkan patah tulang dan luka berat.
Meski begitu, keluarga Aab berusaha menerima kejadian tersebut dengan lapang dada.
Istri Aab, Suryati Julia Wijayanti, mengaku fokus utama keluarga saat ini adalah pemulihan kesehatan suaminya dan sang anak.
“Yang penting sekarang suami dan anak saya bisa sembuh dulu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kecelakaan itu bukan hanya membawa luka bagi Aab dan Deva, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga Suryo. Istri pengusaha tersebut, Anis Syarifah, meninggal dunia dalam peristiwa itu.
Namun di tengah duka tersebut, Suryo justru menunjukkan sikap yang membuat banyak orang terharu. Ia menyatakan ingin menjalin hubungan kekeluargaan dengan keluarga Aab.
“Saya sudah kehilangan istri. Kita jadi keluarga ya. Rumah saya terbuka untuk semua keluarga,” ujar Suryo dalam percakapan video call.
Dengan suara yang terbata menahan tangis, ia juga memohon agar hubungan silaturahmi antara kedua keluarga tidak terputus.
“Jangan putus silaturahmi ya, Pak. Saya sudah kehilangan istri,” katanya.
Ucapan tersebut membuat suasana haru di ruang perawatan. Suryati yang berada di samping suaminya tak kuasa menahan air mata.
Komitmen keluarga Suryo tidak berhenti pada permintaan maaf. Perwakilan keluarga, Dandan Jaya Kartika, datang langsung menjenguk Aab dan Deva di rumah sakit.
Ia memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung hingga sembuh total. Bahkan keluarga Suryo juga menjanjikan masa depan pendidikan bagi Deva.
“Kami berkomitmen menanggung biaya pengobatan sampai sembuh. Selain itu, Deva akan kami bantu pendidikannya sampai kuliah,” kata Dandan.
Tak hanya itu, motor milik Aab yang rusak akibat kecelakaan juga akan diganti dengan kendaraan baru.
Meski sempat mengalami luka berat, kondisi Aab dan putranya kini berangsur membaik.
Dokter telah melakukan sejumlah tindakan medis, termasuk operasi untuk menangani patah tulang yang dialami keduanya.
“Alhamdulillah kondisinya jauh lebih baik. Semua tindakan medis yang diperlukan sudah dilakukan,” ujar Dandan.
Sementara itu, kondisi Suryo juga dilaporkan mulai stabil setelah menjalani operasi panjang, meskipun mobilitasnya masih terbatas.
Kecelakaan di jalan nasional tersebut awalnya dipenuhi duka dan kepedihan. Namun di balik tragedi itu, muncul kisah kemanusiaan yang menyentuh hati.
Seorang pedagang kecil yang berjuang menghidupi keluarganya kini justru mendapatkan uluran tangan dari seorang pengusaha besar yang juga sedang diliputi duka.
Bagi keluarga Aab, peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, melainkan awal dari hubungan baru yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya—hubungan yang lahir dari tragedi, namun dipenuhi empati dan kepedulian.
Kompas.com/TribunSumsel.com