TRIBUNTRENDS.COM - Sepucuk surat mengharukan ditemukan bersama bayi perempuan berusia 2 hari yang ditinggalkan di gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dalam surat itu, seorang bocah bernama Zidan mengaku ibunya meninggal saat melahirkan sehingga ia terpaksa meninggalkan sang adik dan meminta orang yang menemukan bayi tersebut untuk merawatnya.
Kisah pilu ini terungkap setelah warga menemukan bayi itu di dalam tas belanja hitam yang diletakkan di gerobak pada Selasa (3/3/2026).
Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Dinda yang sedang berada di lantai 2 rumahnya mendengar tangis bayi.
“Saksi Dinda berada di lantai 2 rumah mendengar suara bayi menangis, namun tangisan suara bayi tersebut tidak berhenti,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, dalam keterangannya, Selasa.
Saksi tersebut kemudian keluar dari rumah.
Saat mendekat ke gerobak nasi uduk di depan rumahnya, suara tangis bayi terdengar makin kencang.
Benar saja, seorang bayi perempuan ditemukan terlantar di dalam tas belanja hitam yang diletakkan di gerobak.
“Kemudian saksi cek ke dalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” lanjut Anggiat.
Dinda lantas memberi tahu ibunya.
Bayi itu lalu dibawa ke rumah Dinda.
Selanjutnya, saksi melapor ke Ketua RT dan laporan diteruskan ke Bhabinkamtibmas sampai ke Polsek Pasar Minggu.
Sambil menunggu pihak berwajib datang, ibu Dinda, Marlinah, mengganti popok bayi tersebut karena sudah kotor.
“Kemudian oleh saksi Marlinah dilakukan penggantian popok dikarenakan terdapat kotoran dan dibersihkan,” kata Anggiat.
Selain bayi dan selimutnya, ditemukan juga susu bayi usia 0-6 bulan dalam kemasan kotak merah, tisu basah, dan sarung tangan berwarna biru senada dengan baju dan selimutnya.
Dinda juga menemukan secarik kertas dengan tulisan tangan berisi pesan untuk orang yang menemukan bayi tersebut.
Surat itu diduga ditulis oleh kakak sang bayi yang mengaku bernama Zidan, berusia 12 tahun.
Zidan sengaja meninggalkan adiknya karena ibunya meninggal setelah melahirkan.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya,
saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya,
karena ibu saya meninggal saat melahirkan,
tolong anggap seperti anak sendiri,
karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi,
saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tertulis pada kertas itu.
Di bagian bawah surat, tertulis nama sang kakak, berikut dengan nama si bayi yang disebut baru lahir pada Senin (2/3/2026) lalu.
“(Saya) Zidan, 12 tahun.
Adik saya lahir 2 Maret 2026, namanya Ameera Ramadhani,” tutupnya
Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu, dan ditangani oleh Dinas Sosial.
Sementara itu pihak kepolisian berupaya menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mencari tahu bocah yang mengaku bernama Zidan itu.
Baca juga: Demi Bubarkan Keributan Pelajar, Emak-emak Ini Tinggalkan Dua Bayi di Kios
Seorang warga bernama Ati (53) mengaku sempat melihat seorang pria melintas di depan rumahnya sebelum penemuan bayi di gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Ati mengatakan, saat itu ia sedang duduk di dalam rumah sambil bermain ponsel dengan pintu rumah terbuka.
Tak lama kemudian, seorang pria dewasa berjaket cokelat melintas sambil membawa tas hitam.
“Saya duduk di situ (dalam rumah) lagi main HP, terus ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas item.
Cuma pikir saya kan di sini (tetangga) suka mesen-mesen paket gitu kan.
Saya juga enggak nanya,” kata Ati saat ditemui di kediamannya, Kamis (5/3/2026).
Tak lama kemudian, pria itu kembali melintas tanpa membawa tas yang sempat dibawa.
Ia terlihat berjalan sambil memainkan ponselnya, mirip seperti kurir yang sedang mengonfirmasi pengantaran.
“Terus enggak lama di situ ya sekitar dua menitan kayak di situ agak lama, dia balik lagi sudah enggak bawa tentengan itu,” ujar dia.
Ati baru menyadari hal tersebut keesokan paginya. Ia kemudian menceritakan kejadian itu kepada Marlinah (49), salah satu warga yang menemukan bayi tersebut.
Saat itulah Ati menyadari bahwa pada sore hari sebelumnya ia tidak mendengar panggilan khas kurir saat mengantarkan paket.
“Tadinya sih kalau pas sore saya enggak ngira kalau orang itu ya.
Cuma pas pagi-pagi saya ‘Oh, kemarin ada orang lewat bawa itu kok baliknya sudah enggak bawa (barang).’
Tapi biasanya kalau ada paket kan manggil, ‘Paket!’ gitu.
Ini enggak,” tutur dia.