TRIBUNTRENDS.COM - Kasus lansia di Cianjur, Jawa Barat tewas setelah dianiaya karena ketahuan mencuri labu siam untuk menu berbuka puasa, mendapat sorotan dari banyak pihak.
Lansia berinisial MI (56) tersebut mencuri labu siam karena keterbatasan ekonomi.
Sementara saat itu ibunya yang sudah jompo menginginkan makan sayur.
MI akhirnya nekat mengambil labu siam di kebun milik UA (41) untuk menu buka puasa.
Aksi MI ternyata ketahuan. UA langsung mengejar MI sampai ke depan rumah korban.
Pada momen itulah ia menghajar MI sampai babak belur.
MI pun mengalami lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan, dan hidung berdarah.
Dua hari setelah kejadian tersebut, MI menghembuskan napas terakhirnya.
Sementara itu UA telah diproses oleh pihak berwajib atas aksi main hakim sendiri.
Ia bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga: Bupati Cianjur Prihatin Pria Tewas Dianiaya karena Curi Labu Siam, Ibu Korban Akan Diurus Pemda
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soroti kasus lansia yang tewas usai curi labu siam untuk buka puasa.
Melalui unggahan akun Instagramnya @dedimulyadi71, Dedi tampak memberi pesan menohok.
Ia menegaskan jika mencuri adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.
Namun, melakukan penganiayaan hingga menghilangkan nyawa orang juga melanggar hukum kemanusiaan.
"Mencuri labu adalah sesuatu yang tidak baik, tapi menganiaya sampai menemui ajalnya adalah peristiwa yang melanggar batas kemanusiaan," tulisnya.
Dedi berterima kasih kepada polisi yang sudah menangani kasus tersebut dengan baik. Bahkan, pelaku penganiayaan juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Saya terima kasih kepada polres Cianjur yang menanganinya dan menetapkan tersangka pelaku penganiayaan pencuri labu," ujarnya.
Ia mengaku akan bertemu keluarga korban dan menanyakan faktor pencurian tersebut.
Baca juga: Fakta Pilu Pria Cianjur Tewas Dianiaya Imbas Curi 2 Labu Siam untuk Buka Puasa, Selama Ini Rawat Ibu
Di akhir kalimatnya, Dedi berterima kasih pada pihak-pihak yang membantu agar kasus itu berjalan dengan baik.
"Selanjutnya saya akan bertemu keluarga korban, dan menanyakan apa faktor penyebab yang menyebabkan sehingga harus mencuri labu."
Di kolom caption, Dedi juga menulis rasa kecewanya atas kasus tersebut. Ia berharap ini adalah kasus terakhir yang terjadi di Jawa Barat.
"Semoga ini adalah peristiwa yang terakhir, tidak boleh terjadi lagi di Jawa Barat," tulis Dedi Mulyadi.
"Mencuri memang tindakan yang tidak bisa dibenarkan tapi membuat terduga pelaku pencurian sampai tewas juga perbuatan melawan hukum," tulisnya.
Netizen pun ramai memberi komentar. Banyak yang ikut miris mendengar kabar tersebut.
"Alhamdulillah KDM denger sy smpe ga bsa Berkata kata liat Kasus ini buat buka puasa loh pak DM," tulis akun @pak***.
"Memang hal salah tapi sampe menghakimi orang lain sampe meninggal ya Alloh pa ....tega sekali cuma ambil labu kecil 2 tidak akan buat bapa miskin," tambah akun @mom***.
"Kemiskinan extreme di daerah pak @dedimulyadi71 bikin orang terpaksa harus mencuri," tambah akun @qib***.
(TribunTrends.com)(Grid.ID)