BANGKAPOS.COM – Tak terasa kita sudah berada di pertengahan menuju penghujung bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Itu artinya kita sedang kian menuju fajar kemenangan Hari Raya Idul Fitri 2026 akan segera menyapa.
Di hari kemenangan nanti, umat Muslim akan menunaikan Shalat Ied.
Nah, dalam salat Ies, umat Muslim sangat dianjurkan untuk tetap duduk tenang mendengarkan khutbah. Hukum mendengarkan khutbah Idul Fitri adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).
Berdasarkan hadis Ibnu Abbas RA:
"Saya melaksanakan shalat id bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Utsman RA. Semuanya melaksanakan shalat sebelum khutbah berlangsung." (Muttafaq 'alaih).
Bagi Anda yang bertugas menjadi khatib atau sedang mencari referensi teks, berikut adalah naskah khutbah Idul Fitri 2026 singkat dengan tema "Menjaga Silaturahmi".
Khutbah Idul Fitri Singkat tentang Silaturahmi untuk Hari Raya 2026
Khutbah 1
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَرَحْمَتُهُ الْمُهْدَاةُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الأَمِيْنِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Alhamdulillah dengan penuh hidayah Allah SWT, di pagi yang cerah ini kita dapat bersama-sama melaksanakan shalat Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan, kebahagiaan, dan persaudaraan. Oleh karena itu marilah kita bersyukur atas nikmat Allah SWT atas hidayah dan inayah-Nya sehingga kita ditakdirkan untuk hadir bersama-sama di masjid yang dimuliakan Allah ini, karena masih banyak saudara-saudara kita yang berhalangan, tengah berada di jalan atau terbaring sakit.
Ma'âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh,
Bersilaturahmi bukanlah sekadar tindakan sosial, tetapi merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Menjaga hubungan yang baik dengan sesama, terutama dengan kerabat dan saudara, adalah suatu anjuran yang sangat ditekankan.
Kata "silaturahmi" memiliki akar dari bahasa Arab, yaitu "shilah" yang berarti hubungan atau relasi, dan "rahim" yang berarti kerabat atau kasih sayang. Dengan demikian, silaturahmi dapat diartikan sebagai hubungan kekerabatan yang didasari oleh kasih sayang. Keberadaan silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Allah SWT bahkan telah menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfal ayat 63, yang menyiratkan bahwa ketidakpatuhan terhadap perintah-Nya akan menyebabkan terjadinya fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi.
Ma'âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh,
Selain sebagai ketaatan kepada perintah Allah, menjaga silaturahmi juga memiliki berbagai manfaat. Pertama, hal ini dapat mendekatkan diri pada Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Allah menyambungkan rahim dengan nama-Nya sendiri, sehingga menjaga hubungan kekerabatan adalah tindakan yang dijaga langsung oleh-Nya. Kedua, menjaga silaturahmi dapat mempererat persaudaraan. Di tengah kesibukan dunia modern, seringkali kita melupakan untuk menyapa saudara dan keluarga. Namun, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka, baik secara langsung maupun melalui teknologi, dapat mempererat ikatan batin yang sangat penting.
Ketiga, menjaga silaturahmi juga diyakini dapat memperpanjang umur. Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang gemar menjaga silaturahmi akan diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
Keempat, menjaga silaturahmi dijanjikan pahala yang besar. Allah SWT menjanjikan pahala bagi mereka yang senantiasa menjaga hubungan kekerabatan, baik dengan memberikan sedekah kepada keluarga maupun dengan menjalin komunikasi yang baik.
Kelima, menjaga silaturahmi juga diyakini dapat memperluas rezeki. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah kepada keluarga akan mendapatkan dua pahala, yaitu sebagai sedekah dan sebagai bentuk menjaga silaturahmi. Dengan demikian, bersilaturahmi bukanlah sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan ladang amal yang sangat besar pahalanya di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita selalu menjaga hubungan baik dengan sesama, mempererat tali persaudaraan, dan senantiasa berbuat kebaikan kepada orang lain.
Khutbah 2
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىجعلنا الله واياكم من العائدين والفائزين والمقبو لين وادخلنا وايّاكم في زمرة عباده الصّالحينواقول قولي هذا واستغفر لي ولكم ولوالدي ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفره إنّه هو الغفور الرّحيم
Mari kita jadikan Idul Fitri 1447 H ini sebagai momentum untuk meruntuhkan tembok ego dan membangun jembatan maaf antar sesama.
Semoga contoh teks khutbah Idul Fitri singkat tentang Silaturahmi ini berguna.
(Bangkapos.com)