Baca juga: Arti Cabin Fever dalam Psikologi dan Bahasa Gaul, Hubungan Cinta, Arti Cewek dan Cowok Cabin Fever
Kata atau istilah pathological people sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.
Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.
Secara bahasa atau secara harfiah, arti kata pathological atau pathological artinya adalah patologi; atau mengenai penyakit; atau mengenai hama.
Sedangkan pengertian patologi adalah studi tentang penyakit dan perubahan yang terjadi dalam tubuh akibat penyakit tersebut.
Secara istilah, arti kata pathological atau pathological artinya adalah kondisi, perilaku, atau proses yang tidak normal, tidak sehat, atau bersifat abnormal secara medis maupun psikologis.
Kata pathological sering dipakai untuk menunjukkan adanya gangguan atau kelainan yang bersifat kronis dan tidak bisa dikendalikan secara sadar.
Dalam bidang kedokteran, arti kata pathological atau pathological artinya adalah hal-hal yang berhubungan dengan penyakit, seperti perubahan struktural pada jaringan tubuh yang disebabkan oleh penyakit.
Contohnya adalah penyakit patologis yang menunjukkan kondisi yang disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu.
Dalam konteks psikologi atau perilaku, arti kata pathological atau pathological artinya adalah perilaku tidak sehat, seperti kebohongan patologis (pathological lying), yang artinya kebohongan yang dilakukan secara compulsive dan berkelanjutan tanpa alasan yang jelas dan biasanya berkaitan dengan gangguan mental tertentu.
Secara bahasa, ciri-ciri pathological people adalah patologi liar.
Secara istilah, arti pathological people adalah orang-orang atau individu yang menunjukkan perilaku atau kondisi tertentu yang bersifat patologis, yaitu berkaitan dengan gangguan atau penyakit mental yang serius.
Kata pathological berasal dari istilah medis yang berarti berhubungan dengan patologi, yaitu studi tentang penyebab dan perkembangan penyakit.
Secara umum, arti pathological people adalah orang-orang yang memiliki perilaku tidak sehat, tidak normal, atau abnormal secara psikologis yang cenderung berulang dan tidak terkendali.
Mereka sering menunjukkan sifat atau kebiasaan yang berlebihan, tidak rasional, atau bahkan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam konteks sosial atau psikologi, arti pathological people adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian, seperti pembohong patologis (pathological liar), yang berbohong tanpa motif yang jelas dan sulit dikendalikan.
Mereka juga bisa menunjukkan perilaku lain yang bersifat compulsive atau obsesif, yang tidak berdasarkan alasan logis atau sehat secara mental.
Pathological people dalam konteks psikologi sering merujuk pada pathological liar, yaitu orang yang memiliki kebiasaan berbohong secara kompulsif dan tanpa kendali.
Berikut ciri-ciri pathological people :
1. Berbohong secara terus-menerus tanpa alasan jelas
Mereka sering membuat kebohongan yang tidak didasarkan pada motivasi yang jelas atau keuntungan pribadi. Kebohongan ini bisa muncul tanpa alasan yang logis dan berulang terus-menerus.
2. Kebohongan yang dramatis dan meyakinkan
Kebohongan yang dibuat biasanya sangat detail, berlebihan, dan terdengar dramatis. Mereka mampu menyampaikan kebohongan dengan sangat meyakinkan sehingga orang lain mudah percaya.
3. Tidak merasa bersalah atau terbebani
Berbeda dengan orang biasa yang merasa bersalah setelah berbohong, pathological liar cenderung merasa nyaman dan tidak terbebani dengan kebohongan yang dibuatnya.
4. Mengabaikan dampak negatif pada orang lain
Mereka sering mengabaikan bagaimana kebohongan mereka bisa merugikan atau menyakiti orang lain, sehingga sulit membangun hubungan yang sehat.
5. Sulit membangun dan mempertahankan hubungan interpersonal
Karena kebiasaan berbohong yang terus-menerus, mereka sering mengalami masalah dalam hubungan sosial, baik dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.
6. Kadang menggambarkan diri sebagai pahlawan atau korban
Dalam kebohongan mereka, pathological liar sering menempatkan dirinya sebagai sosok yang dikagumi atau disayangi untuk mendapatkan simpati.
7. Kebohongan menjadi bagian dari identitas diri
Mereka cenderung mempercayai kebohongan yang mereka buat sendiri, sehingga sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang bohong.
8. Kebohongan sebagai mekanisme coping
Kadang kebohongan digunakan untuk mengatasi stres atau situasi emosional yang sulit, meski tidak selalu dengan alasan yang jelas.
Penyebab utama dari perilaku patologis, seperti kebiasaan berbohong secara kompulsif, belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang diduga berperan.
Berikut penjelasan penyebab pathological people :
1. Faktor Psikologis dan Emosional
Banyak ahli percaya bahwa perilaku patologis, termasuk kebohongan compulsive, seringkali berkaitan dengan masalah psikologis seperti gangguan kepribadian, trauma masa lalu, atau ketidakmampuan mengelola emosi. Orang yang mengalami tekanan emosional, kecemasan, atau depresi berat dapat menggunakan kebohongan sebagai mekanisme coping untuk mengatasi perasaan tidak aman atau rendah diri.
2. Faktor Genetik dan Biologis
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dan keturunan dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang terhadap perilaku tertentu, termasuk perilaku impulsif dan tidak sehat. Ketidakseimbangan kimia di otak, seperti kadar serotonin yang tidak stabil, juga diduga berkontribusi terhadap perilaku impulsif dan patologis.
3. Faktor Lingkungan dan Pengalaman Masa Kecil
Lingkungan keluarga yang tidak stabil, kekerasan, kekurangan perhatian, atau pengalaman traumatis di masa kecil dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan perilaku patologis. Kurangnya model perilaku sehat dan pengaruh lingkungan negatif dapat memperkuat kebiasaan buruk.
4. Gangguan Kepribadian dan Gangguan Mental
Beberapa gangguan mental, seperti gangguan kepribadian narsistik, antisosial, atau borderline, sering dikaitkan dengan perilaku patologis. Orang dengan gangguan ini cenderung memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan sulit diubah tanpa penanganan profesional.
5. Faktor Sosial dan Budaya
Tekanan sosial, budaya, dan norma yang tidak sehat juga bisa mempengaruhi seseorang untuk mengadopsi perilaku patologis. Misalnya, budaya yang menoleransi kebohongan atau perilaku manipulatif dapat memperkuat kebiasaan tersebut.
Pathological people, terutama yang menunjukkan perilaku patologis seperti kebohongan kompulsif (pathological liar), dapat menimbulkan berbagai dampak negatif baik bagi diri mereka sendiri maupun orang di sekitarnya.
1. Dampak pada Hubungan Interpersonal
Mereka sering mengalami kesulitan dalam menjalin dan mempertahankan hubungan sosial.
Kebiasaan berbohong terus-menerus dan perilaku tidak jujur membuat orang di sekitarnya sulit mempercayai mereka, sehingga hubungan menjadi renggang atau bahkan putus.
Hal ini menyebabkan isolasi sosial dan kesulitan dalam berinteraksi secara sehat.
2. Dampak pada Kesehatan Mental
Perilaku patologis dapat merusak rasa percaya diri baik pada pelaku maupun korban.
Pelaku mungkin mengalami stres, kecemasan, dan gangguan emosional akibat ketidakmampuan mengendalikan perilaku mereka.
Sementara korban dari perilaku ini juga bisa mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kebingungan, dan perasaan tidak aman.
3. Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
Kebohongan patologis yang rumit dan berlebihan bisa merugikan pelaku sendiri, misalnya dalam aspek pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan kerugian materi, reputasi buruk, dan konflik yang berkelanjutan.
Jika seseorang merasa menjadi korban atau pelaku perilaku patologis yang berdampak negatif pada kesehatan mental, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Menghadapi atau mengatasi pathological people, terutama yang menunjukkan perilaku patologis seperti kebohongan kompulsif (pathological liar), membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan tepat agar tidak memperburuk situasi.
Berikut cara mengatasi pathological people :
1. Tetap Tenang dan Tidak Terbawa Emosi
Jangan mudah terpancing emosi saat berhadapan dengan mereka. Pathological people seringkali memicu reaksi emosional untuk menguatkan kebohongan atau perilaku mereka. Menjaga ketenangan membantu mengendalikan situasi dan menghindari konflik yang tidak perlu.
2. Jangan Memperkuat Kebohongan atau Perilaku Negatif
Hindari memperkuat kebohongan atau perilaku patologis mereka dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang salah atau membenarkan kebohongan tersebut. Hal ini penting agar mereka tidak merasa mendapat dukungan atas perilaku yang merugikan.
3. Periksa Fakta dan Informasi Secara Objektif
Selalu cek kebenaran informasi yang mereka sampaikan dengan sumber terpercaya. Ini membantu menghindari kesalahpahaman dan tindakan berdasarkan informasi palsu.
4. Dorong untuk Mencari Bantuan Profesional
Pathological people seringkali membutuhkan bantuan psikolog atau psikiater untuk mengatasi akar masalah perilaku mereka. Terapi psikoterapi seperti terapi kognitif perilaku (CBT) dapat membantu mereka mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang tidak sehat.
5. Berikan Dukungan Emosional yang Sehat
Jika memungkinkan, berikan dukungan positif dan dorongan untuk perubahan tanpa mendukung kebohongan atau perilaku manipulatif. Dukungan keluarga dan teman sangat penting dalam proses pemulihan.
6. Tingkatkan Empati dan Kesadaran Diri
Baik bagi pelaku maupun orang di sekitarnya, meningkatkan empati dan kesadaran diri dapat membantu mengurangi perilaku patologis. Memahami perspektif orang lain dan refleksi diri dapat memperbaiki interaksi sosial dan mengurangi konflik.
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, halodoc.com, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau
Demikian penjelasan tentang arti kata pathological atau pathological artinya dan arti pathological people serta ciri-ciri pathological people hingga penyebab pathological people dan dampak pathological people termasuk cara mengatasi pathological people .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )