TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bone menyiapkan enam kapal untuk melayani penumpang pada arus mudik Lebaran di lintasan Bajoe–Kolaka.
General Manager ASDP Cabang Bone, Anom Sedayu, mengatakan secara keseluruhan terdapat sembilan kapal yang terdaftar pada lintasan tersebut.
Namun tiga kapal saat ini sedang menjalani proses docking.
“Terdapat sembilan kapal yang terdaftar, namun tiga kapal sedang dalam posisi docking yakni KMP Kota Muna, KMP Mandala NST, dan Permata NST,” kata Anom Sedayu saat dikonfirmasi via telfon, Minggu (8/3/2026).
Dengan demikian, enam kapal yang tersisa disiapkan untuk melayani penumpang selama periode mudik Lebaran.
Ia menjelaskan total kapasitas kapal yang siap beroperasi mampu mengangkut hingga 1.700 penumpang.
Selain itu, kapal juga dapat memuat sekitar 180 unit kendaraan roda dua dan 202 unit kendaraan roda empat.
“Total kapasitas terpasang kapal yang siap beroperasi mampu mengangkut 1.700 penumpang, 180 unit roda dua dan 202 unit roda empat,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang di Pelabuhan Bajoe, Dimas, mengaku kesiapan armada kapal cukup membantu masyarakat yang hendak menyeberang.
“Biasanya menjelang Lebaran penumpang memang meningkat, jadi kapal yang disiapkan sangat membantu,” ujarnya.
Ia berharap pelayanan selama arus mudik Lebaran dapat berjalan lancar sehingga penumpang dapat menyeberang dengan aman.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bone memprediksi puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 akan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026.
Hal tersebut diungkapkan General Manager ASDP Cabang Bone, Anom Sedayu mengaku, prediksi tersebut mengacu pada jadwal libur sekolah yang diperkirakan mulai pada 11 Maret 2026 atau sekitar H-10 Lebaran.
Menurutnya, momen libur sekolah biasanya memicu masyarakat untuk mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
“Libur anak sekolah itu diperkirakan mulai 11 Maret atau sekitar H-10 Lebaran. Jadi puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-5 dan H-4 sebelum Idul Fitri,” kata Anom Sedayu saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, puncak pergerakan pemudik diperkirakan terjadi pada 15 Maret 2026 dengan dominasi kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
“Adapun prediksi puncaknya itu 15 Maret 2026 dan biasanya didominasi kendaraan roda dua dan roda empat pribadi,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Usaha ASDP Bajoe, Dedy Rusdianto mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar telah memiliki tiket sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Ia menegaskan tiket resmi dapat dibeli secara online melalui laman trip.ferizy.com.
“Di momen angkutan Lebaran ini, kami menghimbau seluruh pengguna jasa Pelabuhan Bajoe dan Kolaka agar sudah memiliki tiket sebelum memasuki pelabuhan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui calo.
“Tiket resmi dapat dibeli secara online melalui laman trip.ferizy.com. Kami juga mengingatkan agar tidak membeli tiket melalui calo,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta menyadari bahwa momen mudik dan arus balik Lebaran identik dengan meningkatnya jumlah penumpang sehingga potensi kepadatan tidak dapat dihindari.
Karena itu, pengguna jasa diimbau mengatur waktu keberangkatan lebih awal serta tetap menjaga ketertiban saat berada di pelabuhan maupun di atas kapal.
“Pengguna jasa diharapkan mengatur waktu keberangkatan lebih awal, menjaga ketertiban ketika berada di pelabuhan dan di atas kapal, mematuhi urutan antrean masuk serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tandasnya.