TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Ustaz Muhammad Faizar bertemu langsung seorang pemuda bernama Tedy yang sempat viral karena tiba-tiba sampai ke Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, saat sedang mencari takjil di Purbalingga.
Tedy yang pamit dari rumah sekitar pukul 16.30 untuk mencari takjil, namun berselang 30 menit sudah ditemukan di tengah hutan Wonosobo pukul 17.00.
Percakapan itu diunggah di akun Youtube Muhammad Faizar.
Baca juga: Mengenal Lampor, Mahluk Halus Legenda Jawa yang Disebut Culik Pria Purbalingga hingga ke Wonosobo
Tedy menceritakan terbang pakai motor sehingga bisa sampai ke lokasi.
Menurut penuturannya, Tedy dibawa terbang kuntilanak saat sedang perjalanan mencari takjil.
Bukan hanya satu, sedikitnya ada 3 kuntilanak yang katanya membawanya terbang.
"Kuntilanaknya bonceng? ayu enggak?," seloroh Ustaz Faizar.
Tedy pun hanya menggelengkan kepala sembari tertawa.
Tedy merinci ciri-ciri kuntilanak itu menggunakan baju putih, dan rambut sepanjang pergelangan tangan.
"Satu bonceng di belakang, dua di depan," katanya.
Setelah itu dia heran, tiba-tiba yang tadinya berada di jalan lalu berubah di hutan.
"Motornya kok dicemplungkan ke alas," jelasnya.
Kronologi
Sebuah video berdurasi 56 detik yang diposting akun Tiktok @rumaysha mendadak viral dan kisahnya membuat penasaran warganet.
Dalam video tersebut terlihat sepeda motor Scoopy berwarna putih pink tergeletak di tengah hutan.
Sejumlah warga yang berada di lokasi tampak kebingungan menyaksikan keberadaan kendaraan itu.
Pada bagian caption, tertulis "Kronologi orang dibawa lampor dari Purbalingga sampai Wonosobo".
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kebondalem, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (26/2/2026) sore.
Seorang pemuda bernama Tedy, warga Karangaren, Kabupaten Purbalingga, ditemukan dalam kondisi linglung di area ladang milik warga.
Menurut keterangan warga, kejadian bermula saat seorang ibu yang tengah beraktivitas di ladang tiba-tiba didatangi pria tak dikenal yang muncul secara tiba-tiba.
Merasa takut dan khawatir terjadi tindak kejahatan dan mengiranya begal, ia segera meminta pertolongan.
Warga yang datang kemudian mengamankan Tedy dan membawanya ke permukiman untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Usai salat tarawih, Tedy selanjutnya dibawa ke Pos Ronda RT 3 Kebondalem untuk dimintai keterangan.
Ahmad Ihsanudin, warga setempat yang juga berada di lokasi, menuturkan kondisi Tedy saat pertama kali diamankan terlihat tidak seperti orang pada umumnya.
“Teddy menggigil, sepertinya habis kehujanan.
Pakaiannya basah dan kotor.
Dia kelihatan bingung, seperti ketakutan atau tertekan,” ujar Ahmad Ihsanudin, Jumat (27/2/2026).
Ia menyebutkan, malam itu merupakan jadwal ronda rutin.
Namun perhatian warga terpusat pada keberadaan pemuda tersebut.
“Harusnya jadwal ronda biasa, tapi di pos sudah ramai karena ada pemuda asing.
Akhirnya piket ronda malah fokus ke Teddy karena dia kelihatan kesasar,” katanya.
Setelah diberi makan dan minum, kondisi Tedy berangsur membaik dan ia mulai dapat diajak berbincang dengan lebih tenang.
Dari percakapan itu, identitas lengkapnya akhirnya diketahui, termasuk nama orang tua dan alamat rumahnya di Purbalingga.
Meski demikian, keterangan yang disampaikannya masih membingungkan warga.
Ia berulang kali meminta warga membantu mencari sepeda motornya yang disebut hilang.
Ia juga sempat menyampaikan bahwa motornya kehabisan bensin serta mengutarakan hal-hal yang sulit dipahami warga.
Tedy bahkan dua kali menunjukkan lokasi yang sama di lereng pinggir jalan arah perumahan Kebondalem sebagai titik keberadaan motornya.
Namun pencarian yang dilakukan malam itu belum membuahkan hasil.
Sekitar pukul 01.30 WIB dini hari Jumat (27/2/2026), orang tua Tedy tiba di Kebondalem setelah dihubungi perangkat dusun.
Saat bertemu keluarganya, Tedy terlihat menunduk sambil menggenggam erat kunci motor dan berkata lirih, “motore ilang".
Keterangan dari pihak keluarga justru menambah tanda tanya.
Tedy disebut berangkat dari rumah di Purbalingga sekitar pukul 16.30 WIB.
Ia pergi dengan alasan mencari takjil untuk berbuka puasa.
Namun dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, ia sudah berada di wilayah Mojotengah, Wonosobo.
Hal lain yang turut membuat warga heran adalah waktu tempuh perjalanan Tedy.
Ia disebut berangkat dari Purbalingga sekitar pukul 16.30 WIB, namun dalam rentang waktu yang relatif singkat sudah ditemukan berada di wilayah Mojotengah, Wonosobo.
Padahal, jika ditempuh menggunakan sepeda motor, perjalanan dari Purbalingga ke Wonosobo umumnya memakan waktu sekitar hampir tiga jam.
Keesokan paginya, warga kembali melakukan pencarian di titik yang sebelumnya ditunjukkan.
Di luar dugaan, sepeda motor miliknya benar-benar ditemukan di lereng yang cukup curam, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Yang menjadi perhatian, motor tersebut berada di tengah area hutan dan tidak ditemukan bekas roda maupun jejak kendaraan menuju lokasi tersebut.
Baca juga: Viral Dikaitkan Lampor, Pemuda Purbalingga Tiba-tiba di Wonosobo, Motornya di Lereng
Disebut-sebut, peristiwa yang terjadi bertepatan dengan malam Jumat Kliwon yang memunculkan beragam spekulasi.
Sebagian warga mengaitkannya dengan kisah Lampor, fenomena dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang diyakini muncul pada waktu-waktu tertentu.
Meski berbagai dugaan bermunculan, hingga kini belum ada keterangan resmi yang dapat menjelaskan rangkaian kejadian tersebut secara logis. (ima)