Laporan Yuni Hasan, Mahasiswa Magang Fakultas Sastra dan Budaya, UNG
TRIBUNGORONTALO.COM - Banyak muda mudi berburu takjil buka puasa di kawasan Center Point Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Amatan TribunGorontalo.com, puluhan lapak penjual takjil di Center Point tersebut. Beragam kue dan makanan dijual di situ.
Lokasi tersebut menjadi tempat kaum muda mudi yang umumnya mahasiswa datang membeli takjil di situ. Tak hanya itu, tersedia juga tempat nongkrong untuk ngabuburit.
Di area itu, banyak lapak yang berdiri di bawah payung dan tenda sederhana, banyak pengunjung tampak berdatangan silih berganti.
Makin sore, makin banyak mahasiswa yang datang di lokasi itu, tak jauh dari situ terdapat kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo.
Center Point merupakan ikon Kabupaten Bone Bolango. Lokasi itu menjadi lokasi berkumpulnya warga saat sore atau pagi hari. Selain lokasi strategis, pemadangan bukit dan persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Banyak even sering digelar di Center Point itu.
Alimin Estakwa (39) penjual takjil mengatakan setiap hari menjual berbagai minuman berbahan dasar buah segar. Dia mengenakan sarung tangan dan tampak cekatan saat mengambil potongan buah, menuangkan susu, dan menambahkan es ke dalam gelas sebelum menyerahkannya kepada pembeli.
Di lapak Alimin, pembeli dapat menemukan beragam pilihan minuman seperti smoothies mangga, jus naga, alpukat kocok, es jeruk, es buah, hingga es teler.
Tersedia wadah transparan yang berisi buah potong tersusun rapi di atas meja, menampilkan warna merah, kuning, dan putih yang membuat minuman terlihat semakin menggugah selera.
“Di sini ada smoothies mangga, alpukat kocok, jus naga, es jeruk, es buah, dan es teler,” ujarnya.
Menurut Alimin, berbagai menu yang tersedia, es teler menjadi minuman yang paling banyak diminati selama bulan Ramadan. Banyak pengunjung yang datang khusus untuk membeli minuman tersebut sebagai menu berbuka puasa.
“Yang paling laris itu es teler,” katanya.
Dia mengaku bisa menjual 40 cup es teller dalam sehari selama Ramadan. “Hampir setiap hari (es teller) bisa sampai 30 sampai 40 cup,” jelasnya.
Bahkan, tidak jarang masih ada pembeli yang datang ketika stok es teler sudah habis.
“Kadang sudah habis, tapi masih ada yang datang bertanya,” ujarnya.
Untuk menu es buah dan es teller yang disajikan menggunakan cup ukuran besar, harganya Rp15.000 per cup. Sementara itu, jus buah dan smoothies seperti mangga, alpukat, dan naga dijual dengan harga Rp13.000 per cup.Adapun es jeruk dijual dengan harga Rp5.000 per cup.
“Harganya variatif, tapi masih terjangkau,” katanya.
Dia mengaku mulai buka lapak setiap hari setelah salat Ashar sekitar pukul 16.0 Wita. Setelah azan Magrib, lapak biasanya tutup sementara untuk melaksanakan salat, kemudian kembali dibuka setelah salat Tarawih hingga sekitar pukul 00.00 malam.
“Kami buka lagi sampai sekitar jam 12 malam,” ujarnya.
Meski demikian, es teler biasanya sudah tidak tersedia pada malam hari karena telah habis terjual. Sementara itu, minuman buah lainnya seperti smoothies mangga, alpukat kocok, jus naga, dan es jeruk masih tetap dijual hingga malam. (*/Magang/Yuni)