TRIBUNJATIM.COM - Nur Watirih (49) seorang warga di Indramayu, Jawa Barat yang akhirnya kehilangan nyawa di tangan majikan.

Nur Watirih kehilangan nyawa dan keluarga begitu terluka mendalam karena cara pelaku memperlakukan jasad korban.

Kabar meninggalnya Nur Watirih (49), warga Blok Berug Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di Arab Saudi menyisakan luka mendalam bagi pihak keluarga.

Nur Watirih dilaporkan tewas mengenaskan di tangan majikan perempuannya.

Korban tewas dengan luka tusuk dan sayatan benda tajam.

Wajahnya bahkan disebut sulit dikenali karena rusak parah akibat penganiayaan.

Keluarga semakin syok saat mengetahui jenazah korban yang dibuang di samping tong sampah depan apartemennya bekerja.

Pelaku sendiri sudah diamankan oleh otoritas di Arab Saudi dan kasusnya sedang dalam investigasi pihak kepolisian di sana.

Adik korban, Maghfuroh (29) mengenang momen sebelum keberangkatan kakak pertamanya itu pada awal tahun 2022 lalu.

Saat itu, Watirih sempat melontarkan kalimat yang kini dianggap keluarga sebagai sebuah firasat atau tanda perpisahan.

Baca juga: Firasat Istri Sebelum Akim Penambang Emas Ilegal Hilang di Lubang Tambang: Kata Saya Mah Terserah

Firasat yang dirasakan keluarga

“Sebelum berangkat, (Watirih) izin juga biasa, tapi izinnya itu ke kakak saya yang cowok, katanya pengen berangkat satu kali lagi, nitip anak, nitip orang tua, mungkin ini yang terakhir gak bakalan balik lagi,” kata Maghfuroh di rumah duka, Minggu (8/3/2026).

Maghfuroh menilai, percakapan itu seolah memberi tanda bahwa kakaknya itu tidak akan kembali lagi ke Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan kabar tewasnya Watirih setelah sempat hilang kontak selama 2 tahun di Arab Saudi.

Pada Jumat (6/3/2026), jenazah Watirih kemudian dikebumikan ke negara Timur Tengah tersebut.

“Nah pas dapat kabar begini, percakapan waktu itu yang katanya gak balik lagi, apa maksudnya gak balik lagi ke Indonesia atau gak balik kerja lagi ke luar negeri,” cerita Maghfuroh dengan nada bergetar.

Watirih sendiri diketahui nekat kembali mengadu nasib ke luar negeri demi membiayai anak semata wayangnya yang kini berusia 11 tahun.

Setelah sebelumnya berpengalaman bekerja ke luar negeri.

Pengalaman sebelumnya

Pada pemberangkatan sebelumnya, Watirih pernah berangkat ke negara Timur Tengah, seperti Qatar, Abu Dhabi, termasuk ke Riyadh.

Adapun pemberangkatannya yang terakhir terjadi pada awal tahun 2022, pihak keluarga sendiri tidak tahu siapa sponsor yang memberangkatkan Watirih.

Korban, kata Maghfuroh, dikenal terlalu mandiri, sehingga jarang cerita soal rencananya pemberangkatannya tersebut, korban disebut tidak mau merepotkan siapapun dan mengurus semuanya sendiri.

Saat disinggung apakah Watirih berangkat secara ilegal, pihak keluarga pun tidak memungkiri, mengingat ia dikirim bekerja ke negara Timur Tengah.

“Gak ada omongan diberangkatkan dengan cara apa, oleh siapa. Cuma begitu, dia berangkat ya berangkat saja, kaya gak mau merepotkan siapapun, orangnya itu terlalu mandiri,” terang Maghfuroh.

Baca juga: Bawa Bekal Positif Lawan PSBS Biak, Persik Kediri Usung Misi Curi Poin Hadapi Persib Bandung

Di tahun pertama pemberangkatan, Nur Watirih sebenarnya cukup intens berkomunikasi dengan keluarga.

Almarhumah bahkan sempat tiga kali mengirimkan uang untuk orang tua dan anak semata wayangnya yang kini berusia 11 tahun.

Namun, setelah itu komunikasi terputus total.

Nomor kontak Watirih bahkan tidak aktif, berikut juga akun media sosialnya.

"Setelah itu nggak ada kabar lagi, selama dua tahun,” ujarnya.

Baca juga: Caka Fest 2026 Kediri, 15 Ogoh-ogoh Tampil dengan Drama Teatrikal di Museum Sri Aji Joyoboyo

Hingga akhirnya pada 15 Februari 2026, keluarga menerima kabar bahwa Nur Watirih tewas mengenaskan.

Kabar itu pertama kali diterima dari kerabat yang juga bekerja di Arab Saudi.

Setelah dikonfirmasi ke pihak KBRI Riyadh, petugas pemandi jenazah di sana menerangkan bahwa Nur Watirih meninggal dunia pada 9 Februari 2026.

Kondisinya cukup mengenaskan, dengan kondisi penuh luka. Wajah korban bahkan disebut sulit dikenali karena rusak.

“Tapi saat saya minta foto almarhumah, gak dikasih katanya haram gak boleh, tapi dikasih tahu lukanya itu parah,” terang Maghfuroh.

Baca juga: Bawa Bekal Positif Lawan PSBS Biak, Persik Kediri Usung Misi Curi Poin Hadapi Persib Bandung

Usut punya usut, pelakunya adalah majikan perempuan korban.

Maghfuroh mengatakan, majikannya itu masih majikan yang sama sejak kakak pertamanya itu bekerja di Arab Saudi.

Keluarga pun kini meminta keadilan, ia berharap pihak kepolisian di Arab Saudi bisa mengungkap motif di balik kasus yang dinilai tragis tersebut.

Tak hanya itu, disampaikan Maghfuroh, keluarga minta pelaku diberikan hukuman qisas atau hukuman setimpal, nyawa dibayar nyawa.

"Tadi malam juga ada telepon dari KBRI menanyakan perkembangan. Katanya kasusnya masih diperdalam dan kami diminta menunggu prosesnya," ujarnya.

Di sisi lain, kuasa hukum keluarga korban, Toni RM mengaku telah berkomunikasi dengan KBRI Riyadh di Arab Saudi.

Menurutnya, proses hukum masih berjalan dan tengah diinvestigasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian di sana.

“Setelah saya menanyakan perkembangan proses hukumnya, ternyata prosesnya masih di kepolisian dan belum sampai ke kejaksaan,” terang Toni RM.

Menurutnya, proses hukum di Arab Saudi memiliki tahapan hampir sama dengan di Indonesia, yakni diawali penyidikan dari kepolisian kemudian dilimpahkan ke kejaksaan.

Pihaknya pun masih menunggu kabar lebih lanjut soal penanganan kasus yang dinilai tragis tersebut.

“Untuk saat ini kita masih menunggu dahulu seperti apa investigasi dari kepolisian di sana,” terang Toni RM.

Baca Lebih Lanjut
Penyebab Lansia Colong 2 Labu hingga Tewas Dianiaya Warga Cianjur, Adik Ungkap Cerita Pilu
Latif Ghufron Aula
Curi Labu Buat Ibu yang Jompo, MI Tewas Dianiaya Pemilik Kebun, sang Adik: Emak Ingin Makan Sayur
Murhan
Tega! Majikan Aniaya ART 60 Tahun di Sunter Jakarta Utara, Korban Pasrah Dipukuli
Latif Ghufron Aula
Pemicu Kakak Bunuh Adik Tiri Masih SD di Bandung Barat, Cuma Gegara Kata-kata Korban
Khistian Tauqid
PILU Pencuri Labu Tewas Dipukuli Tetangga, Cuma Untuk Berbuka Puasa, Sang Adik Saksikan Langsung
Tommy Simatupang
PENJELASAN Polisi soal Pria Tua Tewas Usai Dianiaya Gegara Curi 2 Buah Labu Siam untuk Buka Puasa
Juang Naibaho
Sosok Minta, Diduga Mencuri Labu Hingga Tewas Dianiaya, Dulu Disebut Pernah Curi Keramik 10 Dus
Talitha Daren
Fakta Baru Kasus Bayi Dibuang di Gerobak, Bukan Dibuang Kakaknya? Warga Lihat Pria Misterius di TKP
Khairunnisa
Kronologi Pria Beristri Cekik Selingkuhan hingga Tewas lalu Buang Jasad ke Saluran Air di Karawang
Hironimus Rama
Identitas 3 Korban Tewas Tertimbun Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang, Asal Banten dan Karawang
Naufal Fauzy