TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepergian David dan Wahyu dalam insiden kecelakaan kereta api di Kota Padang, Sabtu (7/3/2026), meninggalkan duka mendalam. Kedua pelajar SMAN 1 Sungai Geringging ini dikenal sebagai sosok ceria yang pernah mengharumkan nama sekolah di turnamen futsal tingkat Sumatera Barat.

Kepergian David dan Wahyu menjadi duka sekaligus kenangan mendalam bagi para sahabat karibnya. Pasalnya, kedua remaja tersebut meninggal dunia dalam insiden itu, sementara satu rekan mereka masih berjuang pulih di rumah sakit.

Diketahui bahwa kecelakaan ini terjadi di jalur rel kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, pada Sabtu (7/3/2026) malam.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Gelar Bazar Murah di RTH Padang Aro, 1.997 Paket Sembako Diserbu Warga

Lokasi kejadian tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak lama setelah waktu berbuka puasa.

Kejadian nahas itu menyebabkan korban bernama David dan Wahyu meninggal dunia. Sedangkan korban bernama Fazala masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Padang.

Ketigas korban merupakan pelajar dari SMAN 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman yang ingin mengikuti turnamen futsal di Kota Padang.

Sahabat atau teman korban, Gio, sangat merasa kehilangan atas kepergian David dan Wahyu.

Baca juga: Volume Kendaraan Meningkat, Jalur Sitinjau Lauik Padang Macet Siang Ini Akibat Antrean Truk Besar

Gio mengenal kedua sosok tersebut dengan kepribadian yang positif, bahkan selalu memotivasi tim futsalnya.

"Sangat kehilangan sekali sosok mereka, David dan Wahyu mempunyai pribadi positif, ceria serta suka memotivasi," ungkapnya saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Senin (9/3/2026).

Gio mengaku sudah berteman dengan David dan Wahyu sejak awal masuk SMAN 1 Sungai Geringging, hingga sekarang mereka sudah duduk di bangku kelas 3.

Kebersamaan itu telah mereka rajut satu sama lain, bahkan diperkuat dengan hobi yang sama, yakni olahraga futsal.

Baca juga: Berburu Lembaran Rupiah Baru di Pelataran Masjid Raya Sumbar: Merawat Tradisi Berbagi di Idul Fitri

Terlebih sebelum kecelakaan terjadi, rombongan pelajar tersebut ingin bertanding futsal di Kota Padang, dengan membawa nama klub mereka.

"Mereka yang sering ada disaat susah dan kerendahan hatinya yang paling berbekas di hati kami semua," ucapnya.

Hobi bermain futsal sudah mereka tekuni sejak awal masuk SMA, bahkan membentuk sebuah tim bernama Remaja Sekitar Sungai Geringging (Remssu).

Dengan membawa nama tim itulah, mereka sering mengikuti open turnamen di Kota Padang dan sering meraih kejuaraan.

Selain membawa nama tim, rombongan pelajar itu juga mengharumkan nama sekolahnya di turnamen futsal tingkat Provinsi Sumbar.

Meski hanya meraih peringkat empat besar, namun mereka merasa beruntung bisa membawa nama sekolahnya.

"Alhamdulillah pernah membawa nama sekolah meraih peringkat empat di tingkat Sumbar, tahun 2025 lalu. David inilah yang paling komitmen untuk menaikkan nama tim, dan jarang sekali kami merasakan sisi buruk dari kedua almarhum," tambahnya.

Baca juga: Sejak Pagi Warga Serbu Penukaran Uang Baru di Masjid Raya Sumbar, BI Sediakan Kuis Berhadiah

Senada, sahabat lainnya bernama Syahdiq mengaku juga terpukul saat mengetahui David dan Wahyu meninggal dunia usai terlibat kecelakaan.

Kedua temannya itu memiliki pribadi yang baik semasa hidup, baik di sekolah maupun dalam lingkungan pertemanan.

"Sangat merasa kehilangan, almarhum semasa hidup sangat baik, bahkan keduanya jua ceria," sebutnya.

Pemakan Korban Dihadiri Teman Satu Sekolah

PEMAKAMAN- Suasana di pemakaman korban tertemper kereta api di Kota Padang yang dimakamkan di Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (8/3/2026) siang. Teman korban, Diq sebut kedua temannya sudah dimakamkan hari ini dan dihadiri oleh teman sekelas. (Dokumentasi/Diq)

Dua korban meninggal dunia akibat tertemper kereta api di jalur rel kawasan km 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang, dimakamkan di Kabupaten Padang Pariaman pada Minggu (8/3/2026) siang.

Diketahui, kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (7/3/2026) malam, tepatnya di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.

Lokasinya tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak lama setelah waktu berbuka puasa.

Baca juga: Update Korban Tertemper KA di Parupuk Tabing Padang: Dua Remaja Meninggal, Satu Menjalani Operasi

Dua korban meninggal dunia ini bernama David dan Wahyu. Selain itu terdapat korban selamat bernama Falza, dan tengah menjalani perawatan di RS Hermina Padang.

Ketiganya merupakan warga yang beralamat di Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.

Teman korban, Diq mengatakan kedua almarhum sudah dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada Senin siang.

"Korban dimakamkan di Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman sekira pukul 13.00 WIB tadi," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Minggu (8/3/2026).

Sebelumnya korban disalatkan secara beramai-ramai seusai salat Zuhur, dan diikuti oleh teman-teman satu kelas sekolahnya.

Baca juga: Pura-Pura Jadi Nenek Tua Pakai Daster, Pengemis Pria di Padang Diciduk Satpol PP

Diq menyebut, rumah kedua almarhum atau temannya saling berdekatan satu sama lain. Untuk itu, ia bergantian untuk melayat.

"Awalnya saya pergi ke kuburan Wahyu, baru setelah itu ke David. Rumah mereka berdekatan," ujarnya.

Namun Diq mengaku tidak mengetahui kronologi pasti kecelakaan yang merenggut nyawa dua temannya tersebut.

Sebab, ia tak ikut dengan rombongan tersebut ke Kota Padang. Meski begitu, para temannya memang ingin bertanding futsal di Kota Padang.

"Saya tidak ikut, jadi tidak tahu secara pasti kejadiannya. Hari ini, pergi melayat ke kedua teman saya, mereka baik dan ceria," tambahnya.

Korban Selamat Jalani Operasi di RS Hermina Padang

KORBAN KECELAKAAN- Keluarga korban kecelakaan kereta api berada di Rumah Sakit Hermina, Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (8/3/2026). Ibu korban, Martina sebut anaknya sudah menjalani operasi namun masih belum sadarkan diri.
KORBAN KECELAKAAN- Keluarga korban kecelakaan kereta api berada di Rumah Sakit Hermina, Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (8/3/2026). Ibu korban, Martina sebut anaknya sudah menjalani operasi namun masih belum sadarkan diri. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Update korban kecelakaan tertemper kereta api di jalur rel kawasan km 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam. Sebanyak dua orang remaja meninggal dunia dan satu orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Diketahui, sebanyak tiga orang remaja tertemper kereta api di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.

Lokasinya tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak lama setelah waktu berbuka puasa.

Orang tua dari korban selamat, Martina (50), mengatakan bahwa anaknya terlibat kecelakaan dengan kereta api dan dinyatakan selamat.

Baca juga: Identitas 3 Remaja Tertemper KA di Padang Terungkap, Polisi: Berasal dari Sungai Geringging

Saat ini anaknya bernama Falza (17) tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Padang.

"Iya, anak saya salah satu korban kecelakaan dengan kereta api kemarin, dapat informasi setelah salat Magrib," ungkapnya saat ditemui TribunPadang.com, Minggu (8/3/2026).

Pasca-menerima informasi kecelakaan tersebut, Martina mengaku kaget bahkan histeris, dan langsung beranjak ke Padang.

Sebelumnya, sang anak meminta izin ingin mengikuti pertandingan futsal di Padang, namun kejadian nahas datang menimpanya.

Berdasarkan pengakuan Martina, anaknya bukan kali ini saja mengikuti pertandingan futsal di Padang, namun sudah sering.

Baca juga: Pura-Pura Jadi Nenek Tua Pakai Daster, Pengemis Pria di Padang Diciduk Satpol PP

"Karena sudah sering, saya mengizinkan, tidak menyangka kalau terlibat kecelakaan. Ia tanding hari ini sebenarnya, namun kecelakaan," sebutnya.

Akan tetapi, Martina tak mengetahui secara detail nama tim dan pertandingan futsal yang akan diikuti.

Sementara itu, saat ini sang anak telah menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang.

Ia mengalami patah tangan dan luka robek di bagian kepala. Selain itu, sejumlah luka tabrakan lainnya terdapat di betis, kaki, dan lain sebagainya.

Baca juga: Ada 160 Perlintasan Sebidang Kereta Api Tak Resmi di Sumbar, BTP Padang Sebut Hanya 2 yang Resmi

"Sudah operasi sekitar pukul 10.00 WIB, baru siap pukul 13.30 WIB, kondisinya masih belum sadar, kami masih menunggu," ujarnya.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekitar pukul 12.14 WIB, terlihat Martina berdua dengan suaminya yang bernama Erman.

Rasa khawatir pada dirinya mulai berkurang dikarenakan anaknya sudah selesai menjalani operasi, namun belum sadarkan diri.

Martina bersama sang suami juga terlihat duduk di kursi yang ada di depan lift lantai tiga rumah sakit.

Di lantai tiga itu, tepatnya di ruangan ICU, mereka menantikan anaknya kembali sadar usai menjalani penindakan operasi.

Saat sedang menunggu anaknya sadar, beberapa panggilan telepon dari pihak keluarga juga masuk ke ponselnya.

Pihak keluarga terdengar menanyakan kondisi Falza dan dijawab baru saja selesai menjalani operasi.

KAI Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel

KECELAKAAN KERETA API- Petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam.
KECELAKAAN KERETA API- Petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam. (Dokumentasi/Polsek Koto Tangah)

Tiga orang remaja tertemper kereta api jalur rel kawasan KM 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026) malam. PT KAI Divre II Sumbar menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.

Kejadian nahas ini terjadi tepatnya di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.

Lokasinya tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak lama setelah waktu berbuka puasa.

PT KAI Divre II Sumbar menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur kereta api.

Baca juga: Kronologi Tiga Remaja Tertabrak KA di Parupuk Tabing Padang, Masinis Berulang Kali Bunyikan Klakson

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyebut lokasi kejadian merupakan Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur Kereta Api (Rumija) yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.

Area tersebut termasuk kawasan tertutup bagi masyarakat umum sehingga tidak boleh digunakan untuk aktivitas apa pun.

Ia menjelaskan bahwa ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang melarang setiap orang berada di jalur rel atau menggunakan jalur tersebut untuk kepentingan selain operasional kereta api.

“Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk aktivitas lain,” jelasnya, dalam keterangan resminya.

Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta.

PT KAI Divre II Sumbar kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel, seperti duduk, bermain, berjualan, menjemur barang, maupun kegiatan lain yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur kereta api,” katanya.

Kronologi: Masinis Berulang Kali Bunyikan Klakson

KECELAKAAN KERETA API- Petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam. Di lokasi tersebut sebelumnya dilaporkan tiga remaja tertabrak Kereta Api Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam saat berada di sekitar rel.
KECELAKAAN KERETA API- Petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam. Di lokasi tersebut sebelumnya dilaporkan tiga remaja tertabrak Kereta Api Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam saat berada di sekitar rel. (Dokumentasi/Polsek Koto Tangah)

Kecelakaan kereta api terjadi di jalur rel kawasan KM 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026) malam.

Insiden tersebut melibatkan Kereta Api (KA) B56A Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam dengan sejumlah remaja yang berada di atas rel kereta api.

Berdasarkan informasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat, sebelum kejadian masinis telah melihat beberapa orang duduk di jalur rel.

Baca juga: Breaking News: 3 Remaja di Koto Tangah Padang Tertemper Kereta Api Bandara

Masinis kemudian membunyikan semboyan 35 atau klakson peringatan secara berulang untuk meminta mereka segera menjauh dari jalur kereta api.

Namun peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.

“Masinis sudah membunyikan klakson berkali-kali sebagai tanda peringatan. Namun yang bersangkutan tidak segera menjauh dari jalur rel,” kata Reza Shahab.

Dari keterangan saksi di lokasi, saat itu terdapat tiga sepeda motor yang berhenti di sekitar jalan raya dekat rel kereta api.

Para remaja tersebut diketahui baru selesai bermain futsal dan berhenti di lokasi sambil menunggu teman lainnya.

Sebagian remaja yang dibonceng terlihat duduk di atas rel, sementara pengendara sepeda motor menunggu di kendaraan yang diparkir di pinggir jalan.

Pada saat bersamaan, kereta api B56A Lembah Anai melintas dari arah Padang menuju Stasiun Tabing.

Meski suara klakson kereta sudah terdengar, para remaja tersebut tidak segera berpindah dari jalur rel hingga akhirnya tertabrak kereta api.

Kesaksian Warga Setempat

TERTEMPER KERETA API - Suasana di sekitar rel kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam. Di lokasi ini sebelumnya dilaporkan terjadi kecelakaan yang melibatkan sejumlah remaja yang tertemper kereta api saat berada di sekitar rel.
TERTEMPER KERETA API - Suasana di sekitar rel kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) malam. Di lokasi ini sebelumnya dilaporkan terjadi kecelakaan yang melibatkan sejumlah remaja yang tertemper kereta api saat berada di sekitar rel. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Tiga remaja dilaporkan tertemper kereta api di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar rel kereta api yang tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang.

Salah seorang warga setempat, Ita, membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Ia mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak lama setelah waktu berbuka puasa.

Baca juga: BREAKING NEWS Brio Tertabrak Kereta Api di Pariaman,  Satu Keluarga Alami Luka-Luka

“Iya benar, tadi ada kecelakaan di seberang warung saya ini, kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB, setelah orang selesai berbuka puasa,” kata Ita saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku tidak menyaksikan secara langsung awal kejadian karena saat itu sedang berada di dalam warung. 

Namun, ia mendengar teriakan warga dari arah rel kereta api.

“Saya sedang di dalam warung, tiba-tiba ada orang berteriak. Setelah itu saya keluar dan melihat sudah banyak orang di lokasi kejadian,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Ita dari warga di sekitar lokasi, kecelakaan tersebut diduga bermula ketika sekelompok remaja yang disebut berasal dari Batang Anai baru saja pulang bermain futsal.

Baca juga: Soal Rencana Bongkar Jembatan Kereta Api Lembah Anai, Gubernur Sumbar Ingatkan Status WTBOS

Saat itu mereka berhenti di sekitar rel kereta api sambil menunggu teman yang lain. 

Sebagian remaja duduk di atas rel, sementara yang lain berada di sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan.

Tak lama kemudian, kereta api yang melayani rute menuju Bandara Internasional Minangkabau melintas dari arah Khatib Sulaiman menuju Lubuk Buaya.

“Katanya mereka sedang duduk-duduk di rel sambil menunggu temannya. Tiba-tiba kereta dari arah Khatib datang,” jelas Ita.

Diduga para remaja tersebut tidak menyadari kedatangan kereta api sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Menurut Ita, dari kejadian tersebut setidaknya tiga remaja dilaporkan menjadi korban.

“Yang saya lihat tadi ada sekitar tiga orang yang tertabrak kereta, kondisinya cukup parah,” katanya.

Setelah kejadian, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban.

Baca juga: Cek Jadwal One Way Padang-Bukittinggi, Dishub Sumbar Terapkan Sistem Satu Arah Berbasis Waktu

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil milik warga yang melintas di lokasi kejadian.

“Tadi langsung dibawa warga ke rumah sakit. Katanya ke RS Hermina di Khatib Sulaiman,” ujarnya.

Tim TribunPadang.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.(*)

Baca Lebih Lanjut
Update Korban Tertemper KA di Parupuk Tabing Padang: Dua Remaja Meninggal, Satu Menjalani Operasi
Rezi Azwar
Identitas 3 Remaja Tertemper KA di Padang Terungkap, Polisi: Berasal dari Sungai Geringging
Rezi Azwar
Kronologi Tiga Remaja Tertabrak KA di Parupuk Tabing Padang, Masinis Berulang Kali Bunyikan Klakson
Rezi Azwar
Breaking News: 3 Remaja di Koto Tangah Padang Tertemper Kereta Api Lembah Anai
Afrizal
Lyodra Ginting Kenang Sosok Vidi Aldiano, Pribadi yang Selalu Tersenyum dan Penuh Energi Positif
Erik S
Armand Maulana kenang Vidi Aldiano, sosok ceria dan penuh semangat
Antaranews
Pendaftaran Bupati Cup Klaten 2026 Telah Dibuka, Para Talenta Futsal SMP dan SMA Siap Bertanding
Rifatun Nadhiroh
Tissa Biani kenang Vidi Aldiano sebagai kakak yang baik dan ceria
Antaranews
Breaking News: Kecelakaan di Tolinggula Gorontalo Utara, 3 Remaja Terkapar
Fadri Kidjab
AKHIRNYA Iptu N Jadi Tersangka Kasus Penembakan yang Renggut Nyawa Remaja di Makassar
Juang Naibaho