TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Rute kapal feri dari dan ke Pelabuhan Feri Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan mengalami perubahan, mulai 1 April 2026.

Perubahan tersebut seiring penutupan sementara Pelabuhan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dengan penutupan itu, rute kapal dari Bajoe ke Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, dialihkan melalui Pelabuhan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulsel.

Persetujuan perubahan rute tersebut tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub).

Surat ditandatangi Direktur Sarana, Prasarana, dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (SDP), Sigit Widodo, di Jakarta, 5 Maret 2026.

Ditujukan kepada Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Surat Nomor AP.201/1/16/DJPD/2026, perihal Tindak Lanjut Atas Permohonan Perpindahan Lintas dan Tarif Sementara Lintas Bajoe-Kolaka menjadi Siwa-Kolaka.

Baca juga: Penumpang Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Naik, Pelabuhan Nusantara Kendari Terapkan Filter Tiket

Perubahan tersebut juga dibenarkan Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kolaka Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra, Kasruddin.

"Iya benar sesuai suratnya," katanya dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com sekaitan surat dari Direktur SDP Ditjen Hubdat Kemenhub tersebut.

Namun, Kasruddin belum merinci apakah ada penyesuaian harga tiket rute Kolaka-Bajoe seiring perubahan menjadi rute Kolaka-Siwa dan sebaliknya.

Begitupun, jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal feri dari dan ke Pelabuhan Feri Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"Untuk tindak lanjutnya belum ada karena saya dengar mau diadakan rapat di Sengkang, Siwa, terkait pengalihan rute Kolaka-Siwa," jelasnya.

Penutupan dan Perubahan Sementara

Direktur SDP Ditjen Hubdat Kemenhub merespon dan menyetujui permohonan dari Dirut PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tertanggal 13 Februari 2026.

"Pada pinsipnya permohonan Saudara melakukan penutupan Dermaga 1 (satu) Pelabuhan Penyeberangan Bajoe dalam rangka perbaikan struktur Movable Bridge," tulis surat Direktur SDP, Sigit Widodo.

"Pada tanggal 1 April 2026 sampai dengan 1 Juni 2026 dapat dilaksanakan sesuai rencana," lanjut Sigit dikutip TribunnewsSultra.com dalam salinan suratnya.

Untuk mengakomodir operasional lintas Bajoe-Kolaka akibat perbaikan dermaga dimaksud, lintas Bajoe-Kolaka dapat dipindahkan sementara ke trayek Siwa-Kolaka.

"Dengan menggunakan tarif angkutan penyeberangan lintas Bajoe - Kolaka," lanjut salinan surat tersebut.

Movable bridge adalah jembatan bergerak atau jembatan penghubung dermaga di pelabuhan Ro-Ro (roll-on/roll-off).

Pelabuhan ini memfasilitasi kapal dalam mengangkut kendaraan (mobil, truk, alat berat) dan penumpang, kendaraan keluar-masuk kapal dengan penggerak sendiri melalui jembatan khusus (ramp door). 

Perbaikan struktur movable bridge merupakan tindakan teknis untuk memulihkan atau merenovasi jembatan penyeberangan yang mengalami kerusakan, baik komponen mekanikal, elektrikal, struktur beton/bajanya. 

Dalam menjamin kelancaran arus penumpang dan kendaraan dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tenggara dan sebaliknya, Direktur SDP meminta Dirut ASDP:

Baca juga: Bangkai Paus Sperma 10 Meter di Kolaka Sulawesi Tenggara Akhirnya Dievakuasi ke Laut Dalam

1. Berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepantingan (stake holder) terkait dalam proses pemindahan lintas Bajoe-Kolaka menjadi trayek Siwa-Kolaka selama dilakukan perbaikan Dermaga 1 (satu) pelabuhan Bajoe;

2. Berkoordinasi dengan asosiasi angkutan penyeberangan (DPC Gapasdap dan INFA) serta operator perusahaan angkutan penyeberangan pada lintas Bajoe - Kolaka yang akan berpartisipasi berpindah melayani trayek Siwa - Kolaka agar mengurus perizinan Rencana Pengoperasian Kapal (RPK) sesuai ketentuan yang berlaku;

3. Memastikan operasional trayek Siwa-Kolaka tidak mengganggu pelayanan eksisting pada lintas penyeberangan Siwa-Lasusua, Kolaka Utara (Kolut);

4. Melakukan sosialisasi secara massive melalui media mainstream serta pemasangan spanduk dan petunjuk yang mudah dilihat oleh pengguna jasa;

5. Menyampaikan laporan progress pekerjaan terhadap kesesuaian time schedule dan jadwal pelaksanaan pekerjaan perbaikan Dermaga 1 (satu) Pelabuhan Bajoe.

Tentang Pelabuhan Bajoe-Kolaka

Pelabuhan Bajoe adalah gerbang maritim utama dari Provinsi Sulsel, tepatnya Kabupaten Bone, yang menghubungkan jalur penyeberangan feri komersial ke Kabupaten Kolaka, Sultra.

Waktu tempuh rute pelayaran Bajoe-Kolaka sekitar 8-10 jam dengan melintasi Teluk Bone.

Pelabuhan ini berlokasi di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, sekitar 7 km dari Kota Watampone, dan 160-180 km atau 4-5 jam berkendara dari Kota Makassar, ibu kota Sulsel.

PELABUHAN KOLAKA BAJOE - Kolase foto arsip Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan Pelabuhan Feri Kolaka di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rute pelayaran kapal feri Bajoe-Kolaka akan berubah sementara menjadi rute Siwa-Kolaka per 1 April 2026 mendatang.(handover)
PELABUHAN KOLAKA BAJOE - Kolase foto arsip Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan Pelabuhan Feri Kolaka di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rute pelayaran kapal feri Bajoe-Kolaka akan berubah sementara menjadi rute Siwa-Kolaka per 1 April 2026 mendatang.(handover) (hanover)

Sementara, Pelabuhan Feri Kolaka terletak di Jalan Dermaga Pelabuhan Ferry, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pelabuhan ini berlokasi sekitar 163 km atau 3-3,5 jam berkendara dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

Berdasarkan data Maret 2026, terdapat 5 kapal motor (KM/KMP) yang melayani rute penyeberangan Kolaka-Bajoe dan sebaliknya.

Kapal feri tersebut di antaranya KM Fais, KM Perdana Nusantara, KM Raja Dilaut, KM Mishima, dan KM Masagena. 

Kapal-kapal tersebut berlayar melintasi Teluk Bone dengan jadwal 3 kali sehari. 

Sedangkan, Pelabuhan Siwa yang menjadi pelabuhan peralihan sementara rute Bajoe-Kolaka berlokasi di Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulsel.

Lokasi pelabuhan yang juga dikenal dengan nama Pelabuhan Bangsalae ini berjarak sekitar 229 km atau 5,5-6 jam berkendara dari Makassar, ibu kota Sulsel.

Jarak Pelabuhan Siwa di Wajo dan Pelabuhan Bajoe di Bone sekitar 100-120 km, sekitar 2-3 jam melalui jalur Trans Sulawesi.

Pelabuhan ini juga merupakan jalur vital penghubung Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara khususnya rute Siwa-Pelabuhan Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara, dan Siwa-Kolaka. 

Durasi perjalanan Pelabuhan Siwa-Tobaku dengan menggunakan kapal cepat atau fiber berkisar 1 jam 25 menit. 

Jadwal pelayaran setiap hari, dengan kapal cepat dari Tobaku biasanya berangkat pukul 09.00 wita, sementara dari Siwa berangkat pukul 11:00 wita.(*)

(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)

Baca Lebih Lanjut
Tren Penyeberangan Bajoe–Kolaka Berubah, Kendaraan Pribadi Makin Mendominasi
Saldy Irawan
9 Kapal Feri Beroperasi di Pelabuhan Bangsalae Siwa Selama Mudik Lebaran
Alfian
Hindari Kepadatan, 1.315 Pemudik Asal Samarinda Tiba Lebih Awal di Pelabuhan Parepare
Sudirman
Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Hingga 12 April, +Rute, 9Kali Tiba Balikpapan, Surabaya-Jayapura
Hermina Pello
Jadwal Kapal Pelni Hingga 8 April 2026 KM Bukit Raya Voyage 6-8, Cek Diskon Tiket Semua Rute
Hermina Pello
Rute KM Binaiya Hingga 5 April, Jadwal Kapal Pelni +Rute Surabaya, Kumai, Batulicin, Diskon Tiket
Hermina Pello
Jadwal Kapal Pelni KM Wilis 5 Maret-8 April, +Rute Makassar-Bima, Diskon Tiket Semua Rute
Hermina Pello
Jadwal Kapal Pelni KM Awu 3Maret-3 April, KM Awu +Rute Kumai-Semarang2Kali, Kumai-Alor Lewat Benoa
Hermina Pello
5 Kapal Feri Disiapkan Angkut Pemudik dari Bira Bulukumba ke Pamatata Selayar
Sudirman
4 Kapal ke Nusa Utara, 3 Kapal ke Ternate, Ini Jadwal Kapal Kamis 5 Maret 2026 dari Pelabuhan Manado
Ventrico Nonutu