TRIBUNNEWS.COM - Hasil Derby della Madonnina antara AC Milan vs Inter Milan pada giornata ke-28 membuat persaingan gelar Scudetto musim 2025–2026 kembali memanas, Senin (9/3/2026).
AC Milan menang tipis 1-0 atas Inter Milan dan membuat jarak poin kedua tim menjadi kian pendek dengan 10 laga tersisa di musim ini.
Gol tunggal dalam laga tersebut dicetak oleh bek kiri Pervis Estupinan pada babak pertama. Gol itu menjadi penentu kemenangan Rossoneri sekaligus memangkas tekanan psikologis dalam perebutan gelar.
Meski begitu, situasi klasemen masih berpihak pada Inter. Tim asuhan Cristian Chivu tetap memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh poin atas Milan.
Inter mengoleksi 67 poin di puncak klasemen, sedangkan AC Milan di posisi runner up dengan 60 poin.
Dengan selisih tersebut dan hanya 10 pertandingan tersisa, Inter masih berada dalam posisi yang relatif nyaman.
Bahkan jika melihat jadwal yang tersisa, Nerazzurri juga dinilai memiliki jalur yang sedikit lebih mudah menuju Scudetto.
Baca juga: Dejavu Allegri Bikin AC Milan Pecundangi Inter Milan 2x, Nerazzurri Tetap Favorit Scudetto
Jika melihat lawan yang akan dihadapi dalam 10 laga terakhir, Inter memiliki rata-rata peringkat lawan sebesar 11,2 di klasemen saat ini.
Angka tersebut sedikit lebih ringan dibandingkan Milan yang menghadapi lawan dengan rata-rata posisi 10,7.
Inter memang masih harus menghadapi beberapa tim kuat seperti Atalanta, Roma, dan Bologna. Namun secara keseluruhan, komposisi lawan mereka dianggap tidak seberat Milan.
Selain itu, Inter memiliki keseimbangan jadwal kandang dan tandang yang sama, yakni lima pertandingan di kandang dan lima laga tandang.
Beberapa laga yang dinilai krusial bagi Inter antara lain: Atalanta (kandang), Roma (kandang), Como (tandang), Bologna (tandang) pada pekan terakhir.
Jika mampu menjaga konsistensi, Inter masih menjadi kandidat terkuat untuk mengunci gelar.
Di sisi lain, Milan memiliki jalur yang sedikit lebih menantang.
Rossoneri masih harus menghadapi sejumlah tim papan atas seperti Napoli, Juventus, dan Atalanta.
Pertandingan tandang melawan Napoli serta Atalanta diprediksi menjadi ujian berat dalam upaya mereka mengejar Inter di puncak klasemen.
Meski demikian, Milan tetap memiliki alasan untuk percaya diri.
Tim asuhan Massimiliano Allegri ini sedang menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, terutama di lini pertahanan.
Setelah mencatatkan dua clean sheet beruntun melawan Cremonese dan Inter, Milan kini hanya kebobolan 20 gol dalam 28 pertandingan.
Catatan tersebut menjadikan mereka sebagai pertahanan terbaik di Serie A musim ini.
Kemenangan dalam derby memang memberi dorongan moral besar bagi Milan. Namun secara matematis, Inter masih berada di posisi yang lebih aman.
Dengan selisih tujuh poin dan jadwal yang relatif lebih ringan, Nerazzurri tetap menjadi favorit utama untuk meraih Scudetto musim ini.
Bagi Milan, peluang masih ada. Namun mereka harus tampil hampir sempurna di sisa pertandingan sambil berharap Inter terpeleset di beberapa laga krusial.
Sepuluh pertandingan terakhir musim ini pun berpotensi menjadi fase paling menentukan dalam perebutan gelar Serie A 2025–2026.
- Pertandingan kandang yang tersisa: Lima
- Sisa pertandingan tandang: Lima
- Pertandingan tersisa melawan tim di enam besar: Dua
- Posisi liga rata-rata lawan yang tersisa: 11,2
- Pertandingan kandang yang tersisa: Lima
- Sisa pertandingan tandang: Lima
- Pertandingan tersisa melawan tim di enam besar: Dua
- Posisi liga rata-rata lawan yang tersisa: 10,7.
(Tribunnews.com/Tio)