TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dua kiper PSM Makassar Reza Arya Pratama dan Hilman Syah menuai sorotan.
Pasalnya, penjaga gawang nomor punggung 30 dan 97 itu blunder dua pertandingan berbeda.
Kesalahan dilakukan hampir sama sehingga berujung gol ke gawang PSM Makassar.
Reza Arya blunder ketika melawan Persija Jakarta pada pekan 22 Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026) malam.
Kala itu, Reza Arya mendapat umpan dari Yuran Fernandes di kotak penalti PSM Makassar.
Kiper berusia 25 tahun ini menyapu bola dengan kaki kanannya, tapi bola tendangannya terlalu rendah.
Baca juga: Nyaris Jadi Lawan PSM Makassar, Ternyata Ini Penyebab Asnawi Gagal Berseragam Persib Bandung
Bola mengenai kepala penyerang sayap Persija Maxwell. Bola pun langsung masuk ke gawang Juku Eja.
Gol tersebut membuat Persija unggul menjadi 2-1. Gol tersebut bertahan hingga akhir laga.
PSM Makassar pun harus puas pulang dengan tangan kosong dari kandang Macan Kemayoran, Jakarta International Stadium (JIS), Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.
Terlepas dari kesalahan diperbuat, Reza Arya sebenarnya tampil bagus.
Eks kiper Timnas Indonesia itu membukukan lima penyelamatan.
Sedangkan Hilman Syah blunder saat PSM Makassar menantang Malut United pada pekan 25 di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026) malam.
Kesalahan kiper asal Jeneponto itu sama dengan dibuat oleh Reza Arya.
Hilman Syah mendapat umpan dari bek Dusan Lagator yang sulit membangun serangan.
Makanya, bola dikembalikan ke kiper. Namun, Hilman Syah mendapat tekanan dari striker Malut United David Da Silva.
Hilman Syah berupaya membuang bola ke depan, tapi David Da Silva melompat untuk memblok.
Bola mengenai kaki penyerang asal Brasil itu, lalu masuk ke gawang Laskar Ayam Jantan dari Timur.
Gol tersebut membawa Malut United menyamakan skor menjadi 1-1.
Setelah itu hujan gol terjadi. Derby Indonesia Timur tersebut berakhir sama kuat 3-3.
Di pertandingan ini, Hilman Syah mencatatkan tiga penyelamatan.
Blunder kiper ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih kiper Muhammad Raden Sabilillahi.
Pelatih akrab disapa Sabil itu harus meningkatkan kemampuan kipernya, terutama mental dan pengambilan keputusan.
Pengamat Sepak Bola Imran Amirullah mengatakan, kesalahan dua kiper dilakukan saat build up.
Mereka lambat dalam mengambil keputusan, entah bola itu mau dibuang langsung ke depan atau cukup ke samping sehingga melahirkan lemparan ke dalam maupun sepak pojok.
Hal ini turut dipengaruhi oleh mentalitas dari sang kiper.
“Saya lihat di situ persoalannya, mental dan lambat ambil keputsan,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (11/3/2026).
Imran meminta masalah ini segera diatasi.
Apalagi, ada waktu jeda kompetisi untuk meningkatkan kemampuan kiper dan evaluasi kekurangan.
“Mentalitas harus ditanamkan dan pengambilan keputusan cepat, supaya tak terjadi lagi di pertandingan mendatang,” pinta mantan Asisten Pelatih PSM Makassar ini.
Dihubungi terpisah, kiper legendaris PSM Makassar Syamsidar heran dengan blunder diperbuat Reza Arya dan Hilman Syah.
Lantaran kesalahan dilakukan berujung gol sama prosesnya.
“Persis sama kejadiannya, sama blundernya. Kita bertanya kenapa bisa begitu, ada apa,” ucapnya.
Padahal, kata dia, Reza Arya dan Hilman Syah secara mental dan kualitas tak diragukan lagi.
Keduanya telah mempunyai jam terbang yang banyak.
Reza Arya menjadi inti PSM Makassar beberapa tahun terakhir dan kiper berlabel Timnas Indonesia.
Hilman Syah starter ketika masih di RANS Nusantara dan PSM Makassar.
“Kalau mental tak ada diragukan lagi, tapi kenapa bisa begitu,” tanya kiper asal Palopo ini.
Walau demikian, Syamsidar menyebut, blunder tak ada yang bisa prediksi, kapan datang dan di mana.
Pastinya, kiper juga tak mau hal tersebut terjadi.
“Tidak ada yang mau blunder,” sebutnya.
Terlepas dari kesalahan tersebut, mantan kiper Timnas Indonesia ini meminta semua pihak melihat juga penyelamatan dilakukan Reza Arya dan Hilman Syah.
Mereka membukukan banyak save untuk hindari gawang PSM Makassar kemasukan lebih banyak gol.
“Penyelamatannya juga banyak, jadi jangan hanya kesalahan dilihat,” ucapnya. (*)