TRIBUNMATARAMAN.COM - Pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Arema FC pada lanjutan Liga 1 Indonesia atau Super League 2025/2026 berlangsung panas dan penuh kontroversi.

Laga yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Selasa (10/3/2026) itu diwarnai empat kartu merah yang semuanya diberikan kepada pemain dan ofisial Arema FC.

Wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, menjadi sorotan setelah sejumlah keputusannya memicu protes dari kubu Singo Edan.

Tingginya tensi pertandingan membuat banyak duel keras terjadi di lapangan. Kondisi lapangan yang becek juga membuat permainan berjalan lebih keras.

Baca juga: Jadwal Terbaru Liga Champions 16 Besar Live Moji Malam Ini PSG vs Chelsea, Real Madrid vs Man City

Akibatnya, wasit harus mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain Arema FC saat pertandingan berlangsung.

Kartu merah pertama diberikan kepada Pablo Oliveira pada menit 45+8. Kemudian kartu merah kedua diterima Dalberto pada menit 70.

Dengan hanya sembilan pemain di lapangan, Arema FC kesulitan mempertahankan keunggulan.

Tim asuhan Marcos Santos sebenarnya sempat unggul 0-1, namun akhirnya harus menyerah 2-1 setelah Bhayangkara FC mencetak dua gol balasan.

Dua Kartu Merah Tambahan Usai Pertandingan

Kontroversi tidak berhenti saat laga berakhir. Wasit kembali mengeluarkan dua kartu merah tambahan kepada kubu Arema FC.

Salah satunya diberikan kepada pemain Matheus Blade yang dianggap melakukan protes berlebihan terhadap keputusan wasit.

Sementara satu kartu merah lainnya diberikan kepada salah satu ofisial tim Arema FC.

Marcos Santos Kritik Kepemimpinan Wasit

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

Ia menilai keputusan wasit tidak adil terhadap timnya, terutama pada insiden kartu merah Dalberto yang menurutnya juga melibatkan pemain Bhayangkara.

“Soal kartu merah, waktu kejadian Dalberto seharusnya pemain Bhayangkara juga mendapatkan kartu merah karena keduanya terlibat duel,” ujar Marcos.

Ia juga menilai kartu merah untuk Matheus Blade setelah pertandingan terlalu berlebihan.

Menurut pelatih asal Brasil itu, keputusan tersebut bahkan membuatnya merasa malu sebagai pecinta sepak bola.

“Wasit dari luar negeri seharusnya lebih bertanggung jawab dan lebih tegas,” katanya.

Pertandingan Seru Berakhir Kontroversial

Marcos menilai sebenarnya pertandingan antara Bhayangkara FC dan Arema FC berlangsung menarik sejak awal.

Kedua tim tampil menyerang dan saling menciptakan peluang yang menghibur penonton.

Namun menurutnya, kepemimpinan wasit membuat jalannya pertandingan berubah drastis dan merusak permainan yang sudah berjalan seru.

Ia bahkan menyebut kekalahan timnya terasa tidak terhormat karena dipengaruhi oleh keputusan kontroversial tersebut.

(tribunmataraman.com)

Baca Lebih Lanjut
Arema FC Diguyur 4 Kartu Merah Lawan Bhayangkara, Marcos Santos Kritik Keras Wasit Yudai Yamamoto
Samsul Arifin
Arema FC Dapat 4 Kartu Merah dari Wasit Yudai Yamamoto saat Lawan Bhayangkara di Lampung
Frida Anjani
Paul Munster Ajak Suporter Penuhi Stadion Sumpah Pemuda Saat Bhayangkara Lampung FC Hadapi Arema FC
Hasiolan Eko P Gultom
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Kalah 2-1 dari Bhayangkara FC, Update Klasemen Makin Terpuruk
Frida Anjani
Drama Kekalahan Menyakitkan Arema FC dari Bhayangkara FC: 2 Kartu Merah, 1 Penalti dan Kena Comeback
Tiffany Marantika Dewi
Hasil Skor Akhir Bhayangkara FC Vs Arema FC Adalah 2-1 Dalam Drama Laga Lapangan Becek dan 9 Pemain
Dyan Rekohadi
Update Klasemen Super League: Arema FC Makin Terpuruk Biarkan Bhayangkara FC Tembus Papan Atas
Sarah Elnyora Rumaropen
Hasil Skor Bhayangkara FC Vs Arema FC Babak Pertama 0-1, Gol Dicetak Joel vinicius
Eko Darmoko
HEAD TO HEAD Bhayangkara FC Vs Arema FC Jelang Laga Pekan ke-25, Kedua Tim Punya Catatan Seimbang
Frida Anjani
Hasil Bhayangkara Presisi FC vs Arema FC, Drama 9 Pemain dan Lapangan Becek, Singo Edan Tumbang 2-1
Dwi Prastika