TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 12 Maret 2026 menjadi hari yang diperingati melalui sejumlah momentum penting di tingkat internasional.
Berbagai organisasi kesehatan dan pendidikan dunia memanfaatkan tanggal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan tubuh, kesehatan mata, serta pemenuhan gizi anak-anak.
Peringatan menjadi pengingat bagi masyarakat global untuk lebih peduli terhadap kualitas hidup yang lebih baik.
Salah satu peringatan yang jatuh pada tanggal ini adalah World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit ginjal yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Selain itu, tanggal 12 Maret juga diperingati sebagai World Glaucoma Day atau Hari Glaukoma Sedunia.
Peringatan ini difokuskan pada upaya meningkatkan kesadaran tentang penyakit glaukoma, salah satu penyebab kebutaan yang dapat terjadi secara perlahan tanpa gejala yang jelas.
Tidak hanya terkait kesehatan, tanggal ini juga bertepatan dengan International School Meals Day atau Hari Makanan Sekolah Internasional.
Peringatan ini menyoroti pentingnya makanan bergizi bagi anak-anak di sekolah.
Baca juga: Tanggal 6 Maret 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Momen Penting
Salah satu peringatan penting pada tanggal 12 Maret 2026 adalah World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia.
Peringatan ini pertama kali diadakan pada tahun 2006 sebagai hasil kerja sama antara International Society of Nephrology dan International Federation of Kidney Foundations, dikutip dari https://www.maxhealthcare.in/.
Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap Kamis kedua bulan Maret dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal.
Selain itu, kampanye ini juga mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit ginjal serta menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Penyakit ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin, menjaga pola makan, mengontrol tekanan darah, serta mencukupi kebutuhan cairan menjadi langkah penting dalam menjaga fungsi ginjal.
Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet” yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sekaligus memperhatikan lingkungan yang berkelanjutan.
Peringatan lainnya pada tanggal 12 Maret adalah World Glaucoma Day.
Hari ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit mata yang dikenal sebagai glaukoma, dikutip dari National Today.
Glaukoma merupakan kelompok penyakit mata yang dapat merusak saraf optik dan menyebabkan gangguan penglihatan secara bertahap.
Penyakit ini sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit sehingga banyak penderita tidak menyadarinya hingga kondisinya cukup parah.
Salah satu penyebab utama glaukoma adalah meningkatnya tekanan di dalam bola mata akibat penumpukan cairan.
Kondisi ini dapat merusak saraf optik yang berfungsi mengirimkan sinyal visual dari mata ke otak.
Kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, namun deteksi sejak dini dapat membantu menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit.
Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan agar risiko kebutaan dapat dicegah.
Hari Glaukoma Sedunia juga menjadi bagian dari kampanye selama sepekan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata.
Selain isu kesehatan, tanggal 12 Maret juga diperingati sebagai International School Meals Day.
Peringatan ini dilaksanakan setiap Kamis kedua bulan Maret dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya makanan sehat bagi anak-anak di sekolah.
Gerakan ini pertama kali digagas oleh Inggris dan Amerika Serikat sebagai upaya mendorong kebijakan yang mendukung pola makan sehat bagi siswa.
Acara internasional tersebut kemudian resmi diselenggarakan pada tahun 2013 dan dikoordinasikan oleh organisasi nirlaba Children in Scotland.
International School Meals Day tidak hanya menyoroti pentingnya gizi bagi anak-anak, tetapi juga mengajak sekolah, guru, ahli gizi, serta berbagai organisasi untuk berbagi praktik terbaik dalam menyediakan makanan sehat bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, berbagai negara juga berbagi resep makanan sekolah dari beragam budaya, sehingga anak-anak dapat belajar tentang nutrisi sekaligus mengenal keberagaman kuliner dari berbagai belahan dunia.
(Tribunnews.com/Farra)