TRIBUNHEALTH.COM - Bunda sering kewalahan dalam menyiapkan MPASI untuk si kecil?

Melakukan food preparation bisa jadi solusinya.

Melalui metode ini, Bunda dapat menyiapkan makanan dalam jumlah banyak sekaligus saat sedang santai, misalnya di akhir pekan.

Dengan demikian, bahan tersebut sudah siap dan tinggal dimasak saat dibutuhkan.

Ini tentunya dapat mempercepat proses penyiapan MPASI untuk buah hati.

Melansir berbagai sumber, berikut ini food preparation yang perlu diperhatikan agar aman dan tetap higienis.

1. Cuci dan keringkan dengan tepat

Ilustrasi aneka ragam sayuran hijau
Ilustrasi aneka ragam sayuran hijau (freepik.com)

Setiap bahan harus dipastikan kebersihannya tanpa sisa kelembapan yang signifikan.

Sayuran hijau sebaiknya dicuci bersih, lalu dikeringkan sepenuhnya dengan dilap dengan tisu dapur sebelum masuk wadah.

Air yang masih tersisa dapat dengan mudah menggenang di wadah.

Ini adalah pemicu utama pertumbuhan bakteri dan jamur yang membuat sayur cepat berlendir.

Selain itu, kelembapan juga dapat memicu munculnya kristal yang dapat merusak tekstur sayuran.

Baca juga: 4 Tips Memasak MPASI dari Bahan yang Sudah Dibekukan di Freezer

2. Wadah wajib foodgrade

Pastikan semua bahan disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi silang bau dan bakteri di dalam kulkas.

Pilih wadah plastik yang dapat digunakan berulang serta berlabel BPA Free dan Food Grade.

Agar kondisi bahan makanan bisa dipantau tanpa harus sering membuka tutup wadah, penggunaan wadah transparan bisa sangat membantu.

3. Siapkan per porsi

Ilustrasi bubur brokoli untuk MPASI, makanan kaya nutrisi yang mendukung tumbuh kembang si kecil
Ilustrasi bubur brokoli untuk MPASI, makanan kaya nutrisi yang mendukung tumbuh kembang si kecil (freepik.com)

Alih-alih menyiapkan makanan dalam wadah besar sekaligus, siapkan makanan per porsi masak.

Ini terutama untuk protein hewani seperti daging sapi, ayam, atau ikan.

Artinya, setiap wadah yang dicairkan dan dikeluarkan dari freezer, harus dimasak saat itu juga.

Proses thawing berulang dapat merusak tekstur dan memicu perkembangan mikroba berbahaya bagi pencernaan bayi.

4. Beri label

Beri label mengenai kapan bahan makanan dimasukkan ke freezer.

Ini memudahkan untuk menerapkan sistem First In, First Out (FIFO).

Nantinya, bahan yang lebih dulu disiapkan harus diletakkan di posisi depan untuk segera dimasak.

Ini untuk memastikan setiap bahan tidak disimpan melebihi batas waktu kadaluarsa.

5. Jaga sirkulasi kulkas

Pengaturan suhu dan ruang kulkas juga punya peran penting.

Pastikan suhu pendingin bawah berada di bawah 4°C dan freezer di angka -18°C.

Hindari mengisi kulkas terlalu penuh, melebihi 70 persen kapasitas.

Ini penting agar sirkulasi udara dingin dapat menjangkau seluruh permukaan wadah secara merata, sehingga suhu tetap stabil dan bahan makanan tidak cepat rusak.

Kesimpulan

Menerapkan langkah ini sangat penting untuk MPASI.

Pasalnya, selain untuk mempercepat proses persiapan, food preparation juga perlu memperhatikan keamanan dan kualitas gizi.

(TribunHealth.com)

Product
1/1
 
Shopee IconShopee
Rp 51.900Klik Di Sini
Baca Lebih Lanjut
5 Bekal yang Perlu Dipersiapkan sebelum Mudik Bersama Bayi atau Balita
Ahmad Nur Rosikin
5 Tips Bersih-bersih Rumah Sebelum Lebaran agar Tak Ganggu Kesehatan Bayi
Ahmad Nur Rosikin
Tips Menyimpan Kue Kering Idulfitri 2026 Biar Awet, Pakai Silika Gel hingga Masukkan Freezer
M.Risman Noor
Kasih Sayang Ibu Tak Hanya Lewat Masakan, tapi Juga Air Minum yang Aman untuk Si Kecil
Sponsored Content
Sosok Dokter Deva Putriane, Pakar MPASI yang Viral Usai Dituding Anak Shaming, Kini Minta Maaf
Tsaniyah Faidah
Tak Khawatir Perjalanan Jauh Bersama Bayi Saat Mudik Lebaran, Simak Tips Aman dari Dokter Anak
Dwi Prastika
6 Cara Mudah Mengatasi GTM pada Bayi, Jangan Panik dan Lakukan Hal Ini
Melia Istighfaroh
Simak 5 Tips Aman Mudik Membawa Anak Kecil Menjelang Lebaran 2026, Perhatikan Hal-hal Kecil Ini
Ines Noviadzani
8 Tips Mudik Aman untuk Lebaran 2026 dengan Kendaraan Pribadi
Vega Dhini
6 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Tarawih Bersama Bayi atau Balita
Ahmad Nur Rosikin