TRIBUNNEWS.COM - Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi isu serius di Indonesia.
Faktor sosial, ekonomi, dan budaya sering membuat perempuan berada dalam posisi lemah sehingga rawan mengalami tindak kekerasan, termasuk kekerasan fisik yang berujung pada kematian.
Dalam kasus terbaru, seorang perempuan bernama Sopiah (22) ditemukan tewas di jurang kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu pada Selasa (10/3/2026).
Diduga korban tewas akibat benturan benda tumpul di bagian kepala, yang mengarah pada indikasi pembunuhan.
Jasad pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian membawa jasad ke RSUD Kepahiang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil visum menunjukkan korban sedang hamil tua dan bayi dalam kandungan juta meninggal.
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, menerangakan identitas korban terungkap setelah ada laporan orang hilang di Desa Sungai Pinang, Musi Rawas, Sumatra Selatan.
"Iya kita yakin dari pakaian dan dibuktikan dengan hasil sidik jari tadi," tuturnya.
Korban merupakan putri bungsu dari empat bersaudara.
Sepupu korban, Adi Patiunus, menerangkan korban merantau ke Bengkulu untuk bekerja di tempat pembubutan ayam.
Baca juga: Suami Siri di Depok Bunuh Istri, Jasad Ditaburi Bubuk Kopi agar Bau Mayat Tak Tercium
"Umurnya 22 tahun, dia sudah lumayan lama bekerja ditempat pembubutan ayam," katanya.
Sementara kedua orang tua korban bekerja sebagai petani di Kabupaten Musi Rawas.
Pihak keluarga meyakini Sopiah menjadi korban pembunuhan setelah melihat kondisi kepala.
"Kalau autopsi kita masih menunggu itu 15 hari lagi, tapi dari analisa mengarah pada adanya kekerasan di sekitar kepala," terangnya, dikutip dari TribunBengkulu.com.
Ia menduga kepala korban dihantam benda tumpul dan ditinggalkan dalam keadaan meninggal.
"Benturan yang paling keras terjadi di belakang kepala, kiri dan kanan atas, terus di pelipis mata yang kurang lebih berukuran 5 centi retak," lanjutnya.
Baca juga: Sosok Pelaku Pembunuhan Wanita di Depok, Jasad Baru Ditemukan 5 Bulan setelah Kejadian
Keluarga berharap kasus dapat diusut tuntas dan pelaku segera ditangkap.
Ayah korban, Sahamin (59), mengaku tak mengetahui anaknya hamil karena belum menikah.
"Masih gadis anak aku tuh," bebernya.
Selama ini korban dikenal pendiam dan tak memiliki musuh.
Awalnya kondisi jasad sulit dikenali karena mengalami pembusukan, namun keluarga yakin dengan sejumlah ciri-ciri korban.
"Iya kita yakin dari pakaian dan dibuktikan dengan hasil sidik jari tadi," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunBengkulu.com/Bima)