Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Green Nord 27 merespons keputusan manajemen Persebaya Surabaya yang menutup tribun utara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) hingga akhir musim kompetisi 2025/2026.
Green Nord 27 yang memang menempati tribun utara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat laga kandang Persebaya, menjadi salah satu yang paling terdampak.
Lewat statemen official resmi mereka, Green Nord 27 secara garis besar menerima keputusan manajemen soal penutupan tribun utara sampai akhir musim.
Namun, mereka menyangkan tidak adanya ruang dialog manajemen Persebaya dengan kelompok suporter, terutamanya Green Nord 27.
Baca juga: Persebaya Liburkan Tim, Denda Menanti Pemain yang Tak Jalankan Program
"Menyesalkan keputusan sepihak tanpa dialog, mengabaikan prinsip fairness yang seharusnya dijunjung dalam sepak bola," tulis Green Nord 27, Kamis (12/3/2026) sore.
Mereka menyadari bahwa setiap tindakan akan ada konsekwensinya. Penyalaan petasan, kembang api, dan ujaran kebencian memang harus menjadi evaluasi bersama.
"Namun hukuman kolektif tanpa dialog bukanlah solusi yang adil. Menyamaratakan kesalahan tanpa kajian yang proporsional bukanlah keputusan yang layak," tegas mereka.
Green Nord 27 juga mempertanyakan dasar keputusan menutup tribun utara sampai akhir musim.
Karena sejatinya Komdis PSSI hanya memberi hukuman berupa penutupan tribun utara satu laga kandang dan denda Rp 250 juta atas penyalaan petasan dan kembang api ketika Persebaya menjamu Persib Bandung (2/3/2026) di GBT.
"Suporter adalah bagian dari ekosistem klub, hubungan antara klub dan tribun seharusnya dibangun atas kesetaraan dan saling memahami. Demi menjaga ikatan yang selama ini menjadi kekuatan Persebaya Surabaya dan pendukungnya," tulis Green Nord 27 mengakhiri.
Baca juga: Respons Manajemen Persebaya Soal Denda Rp 250 Juta karena Suara Petasan saat Lawan Persib di GBT
Keputusan penutupan tribun utara sampai akhir musim tentu tidak mudah bagi Persebaya. Karena tribun utara selalu menjadi bagian tribun di GBT yang selalu "berisik" setiap laga kandang Persebaya.
Mereka lantang meneriakkan dukungan pada perjuangan pemain Persebaya di lapangan sepanjang laga.
Kerugian lain tentu potensi berkurangnya pendapatan Persebaya dari penjualan tiket pertandingan, dimana jumlah kursi tribun utara dari atas hingga bawah diperkirakan mencapai 8000 kursi.